Laman

April 24, 2012

Alur Cerita Bleach 489

Alur cerita Bleach 489 | March of the StarCross
Disclaimer : Tite Kubo
Sumber : http://bleachindonesia.com/
===========================

Duk... Duk... Duk....
Terdengar irama khas dari lantai kayu karena langkah kaki yang terbentur. Rukia, yang tak bisa tenang menunggu hasil rapat para taichou itu berjalan mondar-mandir dalam suatu ruangan.
"Santailah. Kau panik begitu juga tak akan membuat rapat para taichou jadi lebih cepat selesai." Ucap Renji santai, shinigami berambut merah ini memilih duduk tenang di kursi.

"Itu... Itu..." Ucap Rukia setelah menghentikan langkah kakinya.

"...Kenyataannya begitu."

"Iya, sih. Tapi..."

"Tapi... Ini masalah besar... mana mungkin aku bisa tenang?"

"Maaf." Terdengar suara menengahi pembicaraan mereka. Sang Sanbantai Fukutaichou tersebut melanjutkan pembicaraannya, "Sebelum rapatnya selesai... Ada sesuatu yang mengkhawatirkanku. Boleh bertanya?"

"Kira-fukutaichou?" Gumam Rukia pelan.

"Kejadian belakangan ini... Penyerbuan dari pemberontak, lenyapnya para hollow, dan orang-orang yang hilang di Rukongai. Awalnya kukira semuanya saling terkait." Fukutaichou berambut kuning itu melanjutkan pembicaraannya sambil bersandar di salah satu dinding ruangan.

"Tapi... Menurut laporan dari Divisi 12, Walaupun dua dari kejadian itu saling terkait, Tapi hilangnya orang-orang Rukongai disebabkan karena masalah di antara mereka sendiri. Karena itu penyelidikannya ditunda. ...Meskipun sebenarnya masih ada orang-orang yang hilang." Penjelasannya panjang lebar.

"Aku tidak terima. Berhubung semua fukutaichou sedang ada di sini, aku mau tanya." Terdiam sejenak, memandang para fukutaichou yang sedang berkumpul dalam satu ruang itu. "Apa di antara kalian... Ada yang menyelidiki di luar kawasan Distrik 50?"

"...Apa maksu..." Tanya Nanao dengan suara yang pelan.

"Yaa!" Yachiru langsung memotong pertanyaan Nanao dengan begitu semangatnya. "Si botak dan Yumichi dari divisi kami pergi ke Distrik 64!"

"Apa yang mereka temukan?" Tanya Kira, masih dengan ekspresi wajah seperti sebelumnya.

"Sama. Jejak kakinya berkumpul di satu tempat lalu hilang. Tak ada jejak kaki hollow, makanya dugaannya mereka berkelahi di sana." Jawab Yachiru dengan semangat.

" Bukan itu. Jejak kakinya seperti apa?" Tanya Kira kembali.

"Ada yang telanjang kaki dan ada yang pakai sandal..." Jawab Yachiru, Namun kali ini nadanya sedikit pelan.

Sesaat, Nanao juga tersentak setelah mendengar jawaban Yachiru. Sepertinya dia juga telah menyadari sesuatu yang Kira maksud.

" ...Sudah kuduga...!" Ucap Kira yakin, seolah apa yang dia takutkan itu benar.

Sang Kyuubantai Fukutaichou, yang dari tadi hanya terdiam di samping kira. Sekarang memilih untuk angkat bicara. Karena penasaran, sepertinya. " Apa maksudmu?"

"Ada laporan yang aku tahu dari penelitian di Rukongai.Taraf hidup di Rukongai mendadak turun sangat tajam di luar kawasan Distrik 50, dan semakin banyak orang yang memakai baju goni dan bertelanjang kaki." Kira kembali berbicara, mencoba menjelaskan pada fukutaichou yang lain.

"Selain itu... Menurut statistik selama 550 tahun terakhir... Tidak ada yang memakai sandal di luar kawasan Distrik 59. Yang berarti... Bila ada jejak kaki sandal di Distrik 64, Kemungkinan besar itu jejak kaki shinigami. Aku sempat merasa aneh.Biasanya, yang dikirim untuk meneliti adalah Tim Penyelidikan Reishi dari Institut Penelitian & Pengembangan. Tapi kali ini tidak begitu..." Lanjutnya panjang lebar.

Suasana kembali hening. Para Fukutaichou yang juga menampakkan ekpresi mengerti apa yang dimaksud Kira. Pandangan teralihkan pada Nemu, Juunibantai Fukutaichou.

"Apa yang... Disembunyikan Kurotsuchi-taichou?" Tanya Sanbantai Fukutaichou itu pada Nemu.

"...Saya tidak tahu. Mayuri-sama tidak memberitahu apa pun mengenai hal ini."

"...Aku akan melaporkan ini ke soutaichou." Ucap Kira.

"..Lakukan terserah anda. Saya yakin Mayuri-sama tidak melakukan kesalahan apa pun."

Kejadian beralih ke Hueco Mundo. Di tempat dimana sang shinigami pengganti bertemu dengan ketua Iecto Arme, Kiergo Opie.

"Tidak... Mungkin... Dia mengalahkan Tres Bestia..." Ucap Nell seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Shinigami yang memanggul arrancar di punggungnya. Menarik. Tapi..." Ucap Opie sambil membenarkan kacamata yang berbentuk aneh miliknya itu. masih tersimpul senyum licik di bibirnya, tentu saja. "Aku tahu kau itu siapa. Kurosaki Ichigo."

" ...Benar. Orang itu juga mencariku. Tidak heran kalau kalian tahu siapa aku." Kata Ichigo dengan biasa saja.

"Profilmu ada di daten* yang diberikan Yang Mulia. Kau adalah "Potensi Khusus dalam Perang" yang harus segera ditangani!!!" Lanjut Opie seolah tak menghiraukan Ichigo.
*) Daten = Data/informasi (bahasa Jerman)

Saat yang bersamaan, tiga orang anggota Iacto Arme itu langsung menyerang Ichigo, tanpa diperintah. Seolah mereka telah tahu apa yang harus dilakukannya saat mereka bertemu shinigami pengganti itu. Tak perlu waktu banyak bagi mereka bertiga untuk mengepung Ichigo. Dalam sekejap, mereka sudah berada di sisi dan belakang Ichigo. Ichigo sendiri, sudah pasti begitu kaget dengan kekuatan mereka. Namun, dia bisa menyadari suatu hal saat itu juga.

"Apa?! Itu bukan shunpo. Juga bukan sonido atau fullbring." Gumamnya dalam hati.

Pikiran Ichigo langsung tergambar oleh seorang temannya, yang juga menguasai teknik gerak cepat seperti musuh-musuh yang dihadapannya sekarang. Ya, teknik gerak cepat itu selalu digunakan Ishida dalam setiap pertarungannya.

" Itu...Hirenkyaku."

Di saat yang bersamaan, ketiga Iacto Arme itu mengeluarkan Quincy Cross mereka, benda berbentuk bintang yang juga sama dengan milik Ishida. Sekejap itu pula, bendah kecil itu langsung berubah menjadi busur panah. Tak mau membuang waktu mereka begitu saja, ketiga musuh itu langsung mengarahkan panah-panah mereka ke arah Ichigo.

Untung Ichigo bisa menyadarinya sedikit cepat, sehingga dirinya masih sempat untuk menghindar.

"Apa benar kalian...adalah Quincy...?!" Teriak Ichigo.

"Oh! Bisa-bisanya kau datang ke sini melawan kami tanpa tahu siapa kami?! Yah, Dari ucapanmu, kurasa kau "merasa" tapi tidak "yakin", ya?" Balas Opie. "Baiklah. Biar kujawab."

Tak mau berbicara lebih lama lagi. Sang Ketua ini juga menyentuh Quincy Crossnya. Benda berbentuk bintang itu berpendar, mengeluarkan cahaya tak begitu terang sesaat sebelum berubah menjadi senjata. Bukan busur panah, senjata sang ketua ini berbeda dengan ketiga orang yang tadi. Quincy Cross miliknya berubah menjadi pedang.

"Seperti yang kau bilang... Kami adalah Quincy." Ucap Opie sambil mengacungkan bilah pedangnya ke Ichigo. Entah apa yang terjadi, di samping pedangnya tercipta cahaya-cahaya berbentuk lingkaran yang berjejer ke samping dan tersambung ke pedangnya.

"Kami..." Lanjutnya dengan tatajam tajam ke arah Ichigo.

Pemandangan langsung teralihkan ke markan Vandenreich. Terlihat seorang anggota yang sedang sibuk dengan tugasnya.

" Verstanden.*" Ucapnya membalas sebuah laporan yang baru dia dapat.
*) Verstanden = Dimengerti (bahasa Jerman)

" Ada pesan dari Divisi 1 Jagdarmee.** Kurosaki Ichigo si "Potensi Khusus dalam Perang" telah menyusup ke Hueco Mundo. Saat ini dia sedang bertarung dengan Kapten Pengawas, Kilge Opie." Ucap anggota yang tadi kepada pemimpin mereka.
**) Jagdarmee = Sebelumnya diterjemahkan sebagai "Iacto Arme". Namun setelah diperiksa lagi, penulisan yang lebih tepat adalah Jagdarmee. Dalam bahasa Jerman, Jagd = Pemburu, dan Armee = Pasukan. Ini lebih sesuai dengan arti "Pasukan Pemburu".

"Baiklah. Mari berangkat." Ucap sang pemimpin. Orang yang paling ditakuti dalam Vandenreichi itu langsung berdiri dari duduknya. Sepertinya dia tak mau menunggu lebih lama lagi.

" Uh...?! Ke mana, Yang Mulia...?!" Tanya kembali sang anggota.

""Ke mana?" Belum jelas? Soul Society." Ucap sang pemimpin pelan. "Aku tidak tahu kenapa dia ke Hueco Mundo. Tapi bertarung dengan Kilge akan membuatnya sibuk. Ini saat yang sempurna...Untuk menguasai Soul Society."

"Beritahu semua Stern Ritter.* " Ucapnya memberi perintah lebih lanjut. "Vandenreich... Akan menginvasi Soul Society."
*) Stern Ritter = Star Knights/Ksatria Bintang

Pemandangan kembali beralih ke Soul Society. Kali ini, bukan di tempat para Fukutaichou ataupun para taichou. Sepertinya, rapat taichou sudah berakhir, sehingga di sana hanya ada Mayuri, Juunibantai Taichou dengan sang Soutaichou yang baru kehilangan fukutaichounya.

"Saya memerintahkan anggota Divisi 12, Agar membunuh 28000 warga Rukongai, tanpa izin, untuk memperbaiki keseimbangan roh." Ucap Mayuri memulai pembicaraan.

"Kenapa tidak meminta izin? Mengingat situasinya, izinnya pasti akan diberikan." Ucap Soutaichou.

"Bila situasinya bertambah parah, Saya yang nantinya akan bertanggung jawab." lanjut Mayuri.

"Bila Institut Penelitian & Pengembangan bertindak lebih cepat...Mungkin situasinya tidak akan seburuk ini." Balas Soutaichou sedikit serius.

"Salah." Ucap Mayuri membela diri. "Sebenarnya...Sejak pertama kali Quincy Ishida Uryuu menyusup ke Seireitei sebagai Ryoka. Saya sudah melihat kemungkinan ini dan sudah memperingatkan anda. Anda yang menyebutnya tidak berdasar dan mengabaikannya."

"Orang yang bertanggung jawab karena masalah ini... Adalah anda, Soutaichou. Karena saat itu, 1000 tahun lalu..." Lanjut Mayuri, balik menyalahkan sang Soutaichou. "...Anda gagal membunuh orang itu!"
===========================
BERSMBUNG >>> 490
===========================

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.