Laman

Oktober 31, 2012

Alur ceritta Bleach chapter 514 versi teks 515

Alur ceritta Bleach chapter 514
sebelumnya 
Bleach chapter 513
==========================
Juha Bach menatap tak percaya apa yang ada di bawahnya. Melihat dengan kemustahilannya seorang shinigami bisa mempunyai kemampuan seorang Quincy. Matanya kembali tak bisa dibohongi bila dirinya begitu terkejut. Dan kembali terjadi ledakan di sana, Ichigo kembali melancarkan sebuah serangan. 

                                                                   Bleach chapter 514
Born In The Dark
Foto: Chapter 514. Born In The Dark [Text Version]
.............

Pertempuran yang sempat mereda itu kini kembali memuncak. Tak ada lagi pertempuran antara seorang pemimpin dan pemimpin. Sekarang adalah pertarungan antara seorang pemimpin pasukan suci dengan seorang shinigami pengganti. Iya, pertarungan antara Juha Bach dan Kurosaki Ichigo masih belum berakhir. 

Diluar semua dugaan Juha Bach, serangan bilah tajamnya tak dapat menembus kulit shinigami itu, Reitainya masih utuh, tanpa segores lukapun tercipta di sana. Otak Juha Bach mulai berpikir, mencari titik temu antara semua kebingungan yang berada di hadapannya. Namun, Kurosaki Ichigo, begitu lihai menggunakan kesempatan itu, dia langsung menyerang Juha Bach yang berada di atasnya. Reiatsu hitam berhamburan begitu saja, menyebabkan tekanan roh meningkat di sekitarnya.

"Yang Mulia!!!" Kekhawatiran Hascwald kembali muncul melihat tuannya menghilang dibalik selimut Reiatsu hitam itu.

"Kesalahan besar..." Juha Bach masih berdiri di sana. Iya, serangan seperti itu memang tak akan pernah mempan untuk melawan Quincy seperti dirinya. Tubuhnya masih kokoh berdiri, hanya jubah hitamnya yang rusak karena serangan itu.

"Kesalahan? Cuma karena aku bisa bertahan dari seranganmu?" Ucap Ichigo tak mengerti.

"Bukan." Ucap sang Quincy sembari memasang matanya tajam, seolah tak percaya apa yang dia lihat tadi. Keputusan selanjutnya adalah mengeluarkan pedang sucinya, menyerang sosok shinigami berambut cerah di depannya. Ichigo, mencoba untuk menahannya, menggunakan zangetsu sebagai tameng dirinya. Tapi, lengan shikakushou-nya hancur begitu saja. Sang juha Bach kembali memasang penglihatannya tajam-tajam. Wajahnya terlihat menemukan kelegaan setelah melihat apa yang ada di sana. Iya, sangat jelas bagi seorang juha Bach karena itu memang Vene Blut.

"Jadi ternyata benar..." Ucap Juha Bach penuh keyakinan.

"Apa maksudmu?" Ichigo masih tak mengerti tentang apa yang diucapkan shinigami di depannya.

"Kurasa kesalahan besar mengirim Quincy murni untuk menahanmu seharusnya kukirim saja arrancar karena  Itu membuat "Ingatan" dalam reiatsu-mu terbangun. Sewaktu kau ada dalam penjara Kirge, kau mengeluarkan reiatsu-mu sampai titik nadir untuk menghancurkan penjara itu. Ketika kembali ke tubuhmu yang biasa, sisa-sisa reiatsu-mu yang terlepas menyatu dengan reiatsu dari penjara Kirge yang hancur. Reiatsu Kirge yang hancur itu, perlahan menyerap ke dalam jiwamu, membangunkan ingatan dalam reiatsu-mu dari dasarnya. Penjara Kirge dimaksudkan untuk menahan musuh. Tapi tidak bisa memenjarakan Quincy."

Ichigo hanya terdiam, berdiri dengan penuh ketidakmengertian di sana. Dia sama sekali tak tahu apa yang baru saja diucapkan oleh sang pemimpin Vandenreich itu.

"Apa maksudmu...? Ingatan reiatsu? Apa hubungannya dengan Quincy?"

"Benar juga. Kau tak tahu apa pun tentang dirimu." Juha Bach kembali angkat bicara. "Bahkan kau tidak tahu apa pun tentang ibumu."

Ichigo tercengang untuk sesaat. Bagaimana mungkin seorang Juha Bach bisa berucap tentang Ibunya. Seorang Masaki yang meninggal dihadapan Ichigo sendiri. 

"Apa yang kau..."

"Aku ingin membawamu dan "mendidik"mu dari awal tapi tampaknya sekarang tak bisa dilakukan pelan-pelan. Akan kupaksa agar kau menyerah dan membawamu pergi." Sang Juha Bach kembali menghunuskan pedangnya. Sepertinya dia tak ingin membuang waktu lebih lama lagi.

"Kubilang tadi!! Apa-apaan yang kau bilang?!"

"Akan kuberitahu nanti kalau kau sudah di Vandenreich."

Dentingan pedang kembali terdengar. Namun, pengalaman Juha Bach dalam mengayunkan bilah tajam itu tak bisa dibandingkan dengan Ichigo yang masih seumuran jagung. Tangan Juha Bach berhasil mencengkram Ichigo, mencoba menusukkan kembali pedang sucinya.

"Kali ini kau akan kutembus. Jangan kira kau bisa menahannya dengan vena Blut. Akan kulepaskan kekuatanku..."

Namun, sesuatu yang lain terjadi di sana, kembali diluar dugaan Juha Bach. Tangannya seolah diselimuti oleh sesuatu yang hitam. Terpaksa tangannya berhenti untuk menganyun.

"Ini..." Ucap sang pemimpin itu tak percaya.

"Sudah waktunya, Yang Mulia.  Anda tak bisa berada di luar wilayah Shatten Bereich* lagi. Mohon kembali ke Vandenreich." Ucap sang Quincy yang selalu berada di dekat tuannya itu.
*) Shatten Bereich = Wilayah Bayangan (Bahasa Jerman)

"Tak mungkin. Seharusnya masih..." Ucapannya terhenti ketika memorinya menemukan sesuatu. "...Begitu. Aizen Sousuke. Pasti tipu dayanya. Dia bisa membalik indraku cuma dalam waktu singkat. Haschwald, kenapa kau tak bilang padaku?"

" Aku tahu. Mencoba menghentikan anda akan sia-sia." Ucap Hascwald penuh hormat.

"Ya sudahlah. Ayo."

Kedua Quincy ini lalu melangkahkan kakinya, meninggalkan sosok shinigami yang tak jadi ditebas oleh sang Juha Bach itu. 

"Tunggu!!! Kau kira aku akan membiarkanmu pergi? Kau tak mungkin kubiarkan pergi setelah apa yang kau lakukan pada Soul Society!!!"

Teriakan Ichigo dihiraukan begitu saja, keduanya terus melangkah meninggalkan shinigami tak berdaya itu. Tak sabar dengar teriakannya, Ichigo melompat, melaju dengan cepat ke arah kedua musuhnya.

Ichigo: Kubilang, tunggu!!"

Namun, kembali Ichigo dikejutkan oleh kekuatan sang musuh. Bukan Juha Bach kali ini, tapi sang Hascwald yang sejak menapakkan kakinya di Soul Society tak pernah melakukan apa-apa, kini menghunuskan pedang. Ichigo berdiri tak percaya. Iya, Zangetsu miliknya patah, bilah tajam miliknya itu sekarang sudah menjadi dua bagian, karena tebasan pedang milik Hascwald.

"Selamat tinggal, Kurosaki Ichigo." Ucap Juha Bach memandang Ichigo dengan pandangan kasihan. "Suatu hari, aku akan kembali padamu. Sembuhkan lukamu dan tunggulah, anakku yang terlahir dalam kegelapan."

Hening....

Tak ada yang mengerti apa yang diucapkan Juha Bach, Ichigo hanya bisa terdiam, memandang dari belakang sosok yang baru saja mengatakan dirinya adalah ayahnya. Tak ada yang mengerti tentang ucapan Juha Bach, bahkan bagi Ichigo sekalipun.

__________ Trans : Xaliber [English : Mangapanda]
___________ Deskrip : Angoez.
__ Please dont Repost or edit. You can use `share` icon.
_

Alur cerita Naruto chapter 608 versi teks 609

Alur cerita Naruto chapter 608
sebelumnya di chapter 607
Pertarungan yang hebat antara naga kayu hashirama dan Kyuubi Naruto akhirnya berlangsung. Di sisi lain, Obito masih berhadapan dengan Kakashi

Naruto chapter 608
keputusan Kakashi
==================================

Kakashi terbaring di alam dimensi yang dipenuhi balok-balok besar itu. Dan disana, ia terbayang akan berbagai hal, berbagai ingatan. Mulai dari ingatan saat Obito berkata padanya kalau Taring Putih adalah pahlawan yang sesungguhnya, dan ketika ia berkata kalau shinobi yang melanggar aturan adalah sampah, namun shinobi yang tidak mempedulikan temannya adalah lebih buruk dari sampah. Saat itu Kakashi tertegun, dengan sikap Obito yang benar-benar kuat dan tegas ...

Tapi kemudian, hal itu berubah, dan Kakashi teringat akan kata-kata Obito baru-baru ini yang berkata kalau ia berubah karena Kakashi membiarkan Rin mati.

"Kau benar, aku memang sampah" Ucap Kakashi dalam hati. "Tapi Obito ... Selama ini ..."

"Kamui" Kakashi memindahkan dirinya sendiri menggunakan jutsu ruang dan waktunya.

"Kau telah menjadi seorang pahlawan untukku ...
Kenapa ..."

Naruto Chapter 608

Di sisi lain, di medan pertempuran, Naruto vs Madara ...

"Sial!!!!!" Naruto dan aura Kyuubinya terjerat oleh naga kayu Madara. Dan tak hanya menjerat begitu saja, monster kayu itu bahkan menghisap chakra Kyuubi secara perlahan.

"Kayu sialan itu!! Dia menghisap chakra Kyuubi!!!" Ucap Gai.

Dan kemudian tak hanya Kyuubi, Hachibipun mulau menjadi sasaran kayu itu.

"Sial!!" Ucap Naruto.

Naruto Chapter 608

Kembali ke sisi Kakashi, ia telah keluar dari dunia dimensi Obito menggunakan kamuinya.

"Mata yang sama ...
Seperti dugaanku, kau kembali" Ucap Obito.

"Obito, kenapa kau melakukannya?" Kakashi kembali bertanya.
"Apa ini, memang benar ada hubungannya dengan Rin?"

"!!!!" Obito bukannya menjawab malah semakin kesal dan langsung melesat, menendang wajah Kakashi dengan siku kakinya.

kakashi tak melawan, dan terus terbayang akan Obito yang dulu. Sementara Obito, ia terus menyerang. sampai puncaknya ia bahkan menebas tubuh kakashi dengan dua kunai besar yang ada di tangannya.

"Guahhh!!!!" Tubuh Kakashi membentuk luka silang dan memuncratkan darah.

"Sudah ku bilang kan untuk diam saja, sampah ...
Matilah" Ucap Obito.

"Aku tak bisa menepati janjiku. Memang benar, aku adalah sampah" Ucap Kakashi, masih belum mau melawan.

"Tapi, kau adalah salah satu pahlawan Konoha ...
Kau tak boleh menjadi sampah sepertiku ..."

Sejenak Obito terdiam, kemudian ia malah tertawa kecil.
"Heheh, inilah kenyataan ... Kedua yang memberi dan yang diberi, semua shinobi yang mampu bertahan hidup di dunia ini adalah sampah. Kita berdua adalah contohnya, Kakashi ..."

"!!!"

"Guru kakashi ..." Dari kejauhan Naruto tampak khawatir.

"Gh, aku tak bisa bergerak" Hachibi telah benar-benar dijerat oleh kayu ciptaan Madara.

"Ini juga merupakan hambatan bagimu, kan? Dunia ini akan segera berakhir" Ucap Madara.
"Untukmu dan aku untuk bisa bersenang-senang, pertama-tama aku harus merapikan medan perang ini" Ia kemudian mengeluarkan Susano'o dan bersiap untuk menyerang hachibi. Di sisi lain, Obito telah bersiap untuk mengakhiri Kakashi dengan shuriken besarnya, "Tak ada yang bisa menyelamatkan diri dari siklus yang terus menciptakan sampah ini, itulah kenapa aku akan membangun kembali Dunia!"

Sementara itu, Naruto ...
"Kalian benar-benar membuatku kesal, aku bahkan tak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. Jadi, aku hanya akan memberitahu kalian kalau ..."

Tombak Susano'o Madara dan Shuriken Obito menyerang masing-masing targetnya. Akan tetapi, dengan cepat tangan Kyuubi, Naruto dan bunshinnya menghentikan serangan itu.

"Aku bukanlah sampah! Dan aku tak akan menjadi sampah!!" Ucap Naruto.
"Aku tak akan ... Membiarkan kalian ... Aku tak akan membiarkan kalian membunuh temanku!!"

Deg ...
Kakashi teringat sesuatu, ingatan kalau dulu ia juga pernah mengatakan hal yang sama, "Aku tak akan pernah membiarkan siapapun membunuh temanku"

"Maaf, Naruto ..." Kakashi mulai bangkit.
"Akulah yang mengajarimu kata-kata Obito, tapi aku sendirilah yang melanggarnya ..."

"Hirudora!!!!!" Gai menyerang Susano'o Madara. Sementara Kakashi, ia menyerang Obito menggunakan Raikiri.

"Obito ...
Apa yang kau tinggalkan padaku di masa lalu masih ada disini ...
Apa yang bisa aku lakukan sekarang adalah melindungi Naruto!"

Bersambung ke Naruto Chapter 609

Oktober 23, 2012

Alur ceritta Bleach chapter 513 versi teks 514

Bleach chapter 513
SEBELUMNYA<<<

Bleach chapter 512
Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.
Foto: Chapter 512. Everything but The Rain [Text Version]
............

Kenyataan pahit harus diterima oleh Soul Society. Gotei 13, pasukan militer yang bertugas menjaga keseimbangan dua dunia itu telah kehilangan seorang yang begitu berarti bagi mereka. Mereka tak lagi mempunyai seorang pemimpin. Iya, Yamamoto Genryuusai telah kalah, telah roboh dikalahkan sang Juha Bach, musuh lama dari masa lalu.

Kepanikan semakin melanda Seireite. Mereka seolah tak dengan apa yang mereka rasakan. Reiatsu pemimpin tertinggi Gotei 13 itu sudah tak bisa lagi terasa. Keadaan semakin bertambah tak terkendali sesaat para pasukan suci itu melakukan penyerangan kembali, dengan pasukan yang lebih banyak dari sebelumnya. Pertumpahan darah kembali tak terelakkan. Kematian kembali tak bisa dihentikan. Sunggun tak sedikit jiwa-jiwa yang telah terenggut di perang kali ini.

...
'Jangan menghilang. Bahkan kekuatan shinigami senior Genryuusai pun tak bisa menghentikan serangan Quincy... tapi tiba-tiba...!
'
Di tempat lain, terpisah dengan medan pertempuran, Akon berjuang dengan sisa tenaganya, melakukan sesuatu yang bisa berarti untuk Soul Society. Tubuhnya terluka parah, penuh dengan tusukan pisau-pisau yang masih menancap di punggungnya. Namun tangannya masih bisa dia gerakkan, jari-jarinya masih bisa bergerak walau tak selincah biasanya.

"Akhirnya." Suaranya terdengar begitu lemah, menahan rasa sakit yang harus dia terima. Namun, masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebelum semuanya terlambat. "Maaf, sebenarnya aku ingin membukanya dari tadi, tapi aku tak bisa."

Sesaat setelah tersenyum puas tubuhnya roboh, menopang pada tombol-tombol yang selalu menjadi pekerjaannya. Sepertinya dirinya telah melakukan sesuatu yang besar. Di belakangnya, berdiri seorang Quincy. Quincy yang bertanggung jawab atas hancurnya tempat ini, atas meninggalnya para shinigami-shinigami cerdas itu.

"Ah, siapa kau?" Suaranya menggema dalam ruangan itu, mulutnya tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Tangannya yang memegang sebuah pisau tak tahan untuk melemparkan pada sosok Akon yang sudah tak berdaya. "Aku Shaz Domino, Sternritter. Kekuatanku adalah..."

....

Di tempat lain, sebuah ledakan terjadi di langit Seireite, seolah memecah shakkonmaku dengan begitu paksa. Juha Bach, pemimpin invasi ini terlihat begitu kaget dengan apa yang terjadi di atasnya. Tak seperti pihak shinigami yang lain, Hirako, Hitsugaya, Matsumoto, Ikakku, Madarame, Oomaeda, Kensei, Mayuri, Hisagi, semuanya tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu. Seorang yang telah mereka tunggu, seorang yang menjadi harapan bagi mereka. 

" Reiatsu-nya menghilang?!" Seorang Steirnritter yang berhasil mengalahkan Renji itu juga tak lepas dari kekagetannya. 

"Apa yang...?!"

Seolah terasa kehadiran sesosok itu telah membawa angin baru bagi Seireite yang sedang menangis. Kuchiki Byakuya, Rokubantai Taichou yang berhasil dikalahkan oleh As Nodt itu masih bernafas, walau tubuhnya sudah bermandikan darah, tubuhnya sudah tak berdaya tertahan oleh tembok di belakangnya. Namun dia masih berucap, dia masih kuat untuk berbicara pada sosok yang ada di depannya. 

"Apakah Rukia dan Renji selamat...?" Suaranya terdengar begitu lemah. 

"Ya." Sebuah jawaban terdengar dari sosok yang berdiri di depannya. "Mereka tak apa-apa. Mereka masih hidup."

".Begitu. Baguslah. Aku tak akan lama, walau menjadi taichou Gotei 13, aku tak bisa mengalahkan lawan yang menyerang Seireitei. Aku membiarkan banyak prajurit mati, menyebabkan penderitaan bawahan dan keluarga mereka... dan akhirnya aku dikalahkan begitu saja. Sungguh... memalukan."

Bibir bekunya dia paksa untuk berucap, untuk berkata sesuatu yang tak pernah dia katakan sebelumnya. Sungguh, keadaan tak berdayanya membuat dirinya lemah, membuat dirinya terlihat begitu lemah, bahkan di hadapan seorang manusia.

"Tapi kau manusia. Kau seharusnya tak terlibat semua ini, bahkan seharusnya kau tak di sini. Tapi aku ingin meminta sesuatu, mohon... maafkan perbuatanku yang hina ini."

Bangsawan itu masih bisa berkata, melanjutkan setiap potongan kalimatnya, seolah dirinya sudah tak bisa melakukan sesuatu lagi untuk Soul Society, bahkan untuk dirinya sendiri. Air matanya menetes, bercampur dengan air hujan yang juga menetes dari langit Soul Society, berduka dengan semua keadaan ini.

" Tolong lindungi Soul Society... Kurosaki Ichigo...!"

Ichigo hanya berdiri dihadapan Byakuya, wajahnya penuh dengan amarah. Dia tak menjawab permintaan Byakuya itu. Namun, semua orang di Soul Society pasti tahu apa yang akan dia katakan bila dirinya dipaksa untuk menjawab.

......

Di tempat lain, Sang Juha Bach masih berdiri di tempatnya, dia sudah tahu pelaku ledakan tadi. Rasa khawatir yang sempat tersirat diwajahnya kini telah hilang. Kakinya mulai melangkah, ingin meninggalkan tanah Soul Society yang telah hancur itu.

"Reiatsu ini..." Ucap sang Steirnritter yang selalu bersamanya.

"Ya. Kurosaki Ichigo." Koreksi Juha Bach. "Ayo. Kita harus pergi."

Kakinya kembali melangkah. Tapi, sesuatu terbang ke arahnya, menancap begitu saja di tanah yang tak jauh dari kakinya berpijak. Sebuah Zanpakutou berwarna hitam, rantai pendek tersambung ke saya-nya. Iya, Zangetsu. 

"Kau..." Ucap Juha Bach sedikit geram.

Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.

__________ Trans : Xaliber [English : Mangapanda]
___________ Deskrip : Angoez.
__ Please dont Repost or edit. You can use `share` icon.
_
spoiler Bleach chapter 513
Juha Bach vs Ichigo 
==========================

Juha Bach merencanakan untuk mengalahkan ichigo, namun tak ingin membunuhnya. Dia ingin membawa ichigo ke markasnya dan menjadikan Ichigo berada di pihaknya.

Juha bach menyerang Ichigo, namun Ichigo menghalau dengan Getsuga Tenshou.
Byakuya, termenung karena Ichigo tak menjawan permintaannya. Namun, dia yakin kalau Ichigo pasti akan melakukannya. Sisa Senbonzakura yang dia pegang perlahan pecah dan musnah. 
..Foto: Bleach 513
The Dark Moon Stroke

Byakuyaaaaaaaa

Lupa : takut nanya source-nya :p
masih dari orang yang sama btw :
http://tieba.baidu.com/p/1940764926

Hunter X Hunter episode 52 subtitle indonesia

Hunter X Hunter episode 52
judul : "Serangan x Dan x Dampaknya"
spesial thang for fungeta dan idfl



DOWNLOAD BY IDWS


HUNTER X HUNTER episode 53 subtittle indonesia

Kisah Julaibib dan Istri Yang Taat

Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…

Adalah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Julaibib. Wajahnya sungguh tidak menarik dan miskin pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarinya menikah. Dia berkata (tidak percaya), “Kalau begitu, Anda menganggapku tidak laku?”
Beliau bersabda, “Tetapi kamu di sisi Allah bukan tidak laku.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa terus mencari kesempatan untuk menikahkan Julaibib…

Hingga suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau nikahi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Ya. Wahai fulan! Aku akan menikahkan putrimu.”
“Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah,” katanya riang.
Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya aku tidak menginginkannya untuk diriku…”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
Beliau menjawab, “Untuk Julaibib…”
Ia terperanjat, “Julaibib, wahai Rasulullah?!! Tunggu dulu ya Rasulullah.. Biarkan aku meminta pendapat ibunya….”

Laki-laki itu pun pulang kepada istrinya seraya berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melamar putrimu.”
Dia menjawab, “Ya, dan itu suatu kenikmatan…”
“Menjadi istri Rasulullah!” tambahnya girang.
Dia berkata lagi, “Sesungguhnya beliau tidak menginginkannya untuk diri beliau.”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
“Beliau menginginkannya untuk Julaibib,” jawabnya.
Dia berkata, “Aku siap memberikan leherku untuk Julaibib… ! Tidak. Demi Allah! Aku tidak akan menikahkan putriku dengan Julaibib. Padahal, kita telah menolak lamaran si fulan dan si fulan…” katanya lagi.

Sang bapak pun sedih karena hal itu, dan ketika hendak beranjak menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk menyampaikan penolakannya), tiba-tiba putrinya (yang sejak tadi menguping) berteriak memanggil ayahnya dari kamarnya, “Siapa yang melamarkanku kepada kalian?”
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” jawab keduanya.
Dia berkata, “Apakah kalian akan menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
“Bawa aku menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh, beliau tidak akan menyia-nyiakanku,” lanjut sang putri.

Sang bapak pun pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terserah Anda. Nikahkanlah dia dengan Julaibib.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menikahkannya dengan Julaibib, serta mendoakannya,
“Ya Allah! Limpahkan kepada keduanya kebaikan, dan jangan jadikan kehidupan mereka susah.”

Tidak selang beberapa hari pernikahannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk berangkat dalam peperangan (jihad fisabilillah), dan Julaibib ikut serta bersama beliau. Setelah peperangan usai, dan para shahabat mulai saling mencari satu sama lain diantara mayat-mayat yang bergelimpangan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan si fulan dan si fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Setelah semuanya selesai mencari, Rasulullah bersabda, “Aku kehilangan Julaibib…”

Mereka pun ramai-ramai mencari dan memeriksanya di antara orang-orang yang terbunuh. Tetapi mereka tidak menemukannya di arena pertempuran. Terakhir, mereka menemukannya di sebuah tempat terpisah yang tidak begitu jauh dari lokasi pertempuran. Mayat Julaibib ditemukan diantara tujuh mayat orang-orang musyrik. Dia telah membunuh mereka, kemudian akhirnya ia terbunuh juga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri memandangi mayatnya, lalu berkata,”Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia dari golonganku dan aku dari golongannya.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membopongnya di atas kedua lengannya dan memerintahkan mereka agar menggali tanah untuk menguburnya.

Anas radhiallahu ‘anhu bertutur kisah tentang peristiwa itu, “Selama kami menggali kubur, tubuh Julaibib radhiallahu ‘anhu tidak memiliki alas kecuali kedua lengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga ia digalikan dan diletakkan di liang lahatnya.”

Anas radhiallahu ‘anhu berkata kemudian, “Demi Allah! Tidak ada di tengah-tengah orang Anshar yang lebih banyak berinfak daripada janda Julaibib (setelah wafatnya Julaibib, jandanya menerima begitu banyak pampasan perang sebagai hadiah penghargaan, red). Kemudian, para tokoh pun berlomba melamar janda Julaibib …”

Sungguh ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala,
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An-Nur: 52).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda, sebagaimana dalam ash-Shahih, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan itu?” Beliau bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku, maka ia masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku berarti ia telah enggan.”

Sumber : diedit dari tulisan Abdul Muththalib Hamd Utsman

Alur cerita Naruto chapter 607 versi teks 608

Alur cerita Naruto chapter 607
Sebelumnya : Naruto Chapter 606

Obito bersama dengan Zetsu pergi menemui Nagato yang bersama dengan rekan-rekannya. Dan ketika Nagato bertanya siapa, Obito memperkenalkan dirinya sebagai Uchiha Madara. Tentu saja, hal ini membuat Nagato kaget ...

"Madara?"


"Uhm, kalau kau menggunakan nama Uchiha Madara, kau pasti seorang kriminal atau hanya orang yang bodoh" Ucap Yahiko, dan kemudian bertanya, "Kenapa kau menemui kami?"


Naruto Chapter 607 
Aku Tak Peduli Lagi 
==================================

"Rinnegan" Ucap Tobi.
"Misi dari organisasi kami adalah untuk mengarahkan dengan benar orang yang telah membangunkannya"

"Apa kau tahu mengenai mataku?" Nagato bertanya.

"Kau adalah reinkarnasi dari enam jalan petapa, yang bermimpi untuk menstabilkan Dunia ini. Desa di Negara yang besar bersinar, sementara desa kalian, yang ada di Negara kecil, mati di dalam bayangannya. Itulah alasan kenapa kau membangkitkannya. Dimana ada cahaya, disana juga ada kegelapan. Selama ada yang menang, pasti ada juga yang kalah. Keegoisan yang menginginkan perdamaian malah akan menyebabkan peperangan, dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang. Itu semua adalah hubungan yang tak akan bisa berubah. Setidaknya dengan cara normal. Tapi, ada kemungkinan untuk menciptakan Dunia yang hanya terdiri dari pemenang, yang hanya dari kedamaian, kasih sayang. Kalau kita bekerja sama, kita akan menemukan caranya ... Ketika kau mampu menguasai kekuatan sesungguhnya dari Rinnegan, Duniamu akan selesai. Kemarilah ..."

"..." Nagato terdiam. Akan tetapi Yahiko, dengan tegas ia menolaknya ...

"Kami tak bisa melakukan itu. Apa kau berniat untuk memanfaatkan kami? Apa yang kau katakan terdengar terlalu bagus. Dengan mengetahui penderitaan seseorang, dan berbagi air mata yang sama, kita bisa semakin dekat dengan Dunia nyata"

"Air mata yang sama ...
Apa yang kau maksud adalah balas dendam?" Obito bertanya.

"Bukan, bukan itu" Ucap Yahiko. "Yang aku maksud adalah untuk saling mengerti satu sama lain"

"Perkataanmu hanyalah pemanis, yang mustahil akan terjadi di Dunia ini"

"Cih, ayo pergi Konan, Nagato" Ajak Yahiko.
"Kita tak bisa mempercayai mereka. Jangan dekat-dekat dengan kami lagi" Ucapnya.

"Aku akan datang kemari setiap hari di waktu yang sama" Ucap Obito ke Nagato.
"Suatu hari nanti, kau juga akan menyadarinya"


Naruto Chapter 607
==================================
"Meskipun kau mungkin tak akan menyadari rencanaku ..."

Waktu berlalu, dan kini Obito dengan menggunakan topeng yang ia gunakan saat peristiwa penyerangan Konoha, telah berada di desa Konoha. Dari atas gedung, ia mengamati sekitar ...

Dan, di makam Konoha, tampak Kakashi sedang berdiri di depan pemakaman Rin.

"Ini ... Sebenarnya ini adalah informasi yang sangat rahasia. Tapi ...
putra Minato sensei akan segera lahir. Generasi yang tak akan mengenal perang. Kalau saja kita juga terlahir nanti. Aku harus memberitahu ini pada Obito juga, aku pergi ... Rin"

Kakashi pergi. Dan setelah ia pergi, Obito mendekat ke pemakaman Rin. Kemudian ...

"Kuchiyose no Jutsu" Obito mensummon Kyuubi.

Cerita selanjutnya diikuti olh cerita-cerita sebelumnya. Saat ia berhadapan dengan Hokage keempat, Kyuubi mengamuk, mereka bertarung, dll ...

"Aku tak peduli lagi mengenai itu"

Flashback berakhir. Wow, benar-benar berakhir dan kali ini kembali ke medan perang ...

"Apa-apaan, aku adalah putra dari Hokage keempat!!!! Aku tak akan terjatuh ke dalam bujukanmu" Ucap Naruto, yang sekarang telah berhadapan dengan Uchiha Madara.

"Begitu ya ...
Aku mencoba untuk memberi sedikit toleransi karena kau adalah jinchuriki yang asli. Tapi dalam hal ini, aku tak akan menahan diri"

Madara mengeluarkan suatu jutsu, sebuah jutsu berbentuk naga kayu raksasa.

"Ini adalah kayu naga Hashirama, yang di masa lalu menyegel Kyuubiku" Ucap Madara.

"Madara benar-benar kuat ..." Ucap Hachibi.

"Itulah kenapa, ukhh ..." Gai terlihat terluka, cukup parah.
"Percuma bertarung melawannya"

"Aku tak akan menahan diri melawan mayat hidup!!!!" Teriak Naruto, tak mau menyerah begitu saja. "Bagaimanapun kau sudah mati!!!"

Pertarungan yang hebat antara naga kayu hashirama dan Kyuubi Narutopun berlangsung. Di sisi lain, Obito masih berhadapan dengan Kakashi ...

"Kenapa? Kenapa kau mengikuti seseorang seperti Madara?" Kakashi bertanya.

"Tak ada yang perlu aku beritahukan padamu" Ucap Obito.
"Satu-satunya hal yang harus aku lakukan adalah, untuk menyelesaikan pertarungan final kita"

Bersambung ke Naruto Chapter 608

Oktober 17, 2012

alur Bleach chapter 512 versi teks 513

Chapter 512. Everything but The Rain
spesial tank for Bleach Indonesia

Foto: Chapter 512. Everything but The Rain [Text Version]
............

Kenyataan pahit harus diterima oleh Soul Society. Gotei 13, pasukan militer yang bertugas menjaga keseimbangan dua dunia itu telah kehilangan seorang yang begitu berarti bagi mereka. Mereka tak lagi mempunyai seorang pemimpin. Iya, Yamamoto Genryuusai telah kalah, telah roboh dikalahkan sang Juha Bach, musuh lama dari masa lalu.

Kepanikan semakin melanda Seireite. Mereka seolah tak dengan apa yang mereka rasakan. Reiatsu pemimpin tertinggi Gotei 13 itu sudah tak bisa lagi terasa. Keadaan semakin bertambah tak terkendali sesaat para pasukan suci itu melakukan penyerangan kembali, dengan pasukan yang lebih banyak dari sebelumnya. Pertumpahan darah kembali tak terelakkan. Kematian kembali tak bisa dihentikan. Sunggun tak sedikit jiwa-jiwa yang telah terenggut di perang kali ini.

...
'Jangan menghilang. Bahkan kekuatan shinigami senior Genryuusai pun tak bisa menghentikan serangan Quincy... tapi tiba-tiba...!
'
Di tempat lain, terpisah dengan medan pertempuran, Akon berjuang dengan sisa tenaganya, melakukan sesuatu yang bisa berarti untuk Soul Society. Tubuhnya terluka parah, penuh dengan tusukan pisau-pisau yang masih menancap di punggungnya. Namun tangannya masih bisa dia gerakkan, jari-jarinya masih bisa bergerak walau tak selincah biasanya.

"Akhirnya." Suaranya terdengar begitu lemah, menahan rasa sakit yang harus dia terima. Namun, masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebelum semuanya terlambat. "Maaf, sebenarnya aku ingin membukanya dari tadi, tapi aku tak bisa."

Sesaat setelah tersenyum puas tubuhnya roboh, menopang pada tombol-tombol yang selalu menjadi pekerjaannya. Sepertinya dirinya telah melakukan sesuatu yang besar. Di belakangnya, berdiri seorang Quincy. Quincy yang bertanggung jawab atas hancurnya tempat ini, atas meninggalnya para shinigami-shinigami cerdas itu.

"Ah, siapa kau?" Suaranya menggema dalam ruangan itu, mulutnya tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Tangannya yang memegang sebuah pisau tak tahan untuk melemparkan pada sosok Akon yang sudah tak berdaya. "Aku Shaz Domino, Sternritter. Kekuatanku adalah..."

....

Di tempat lain, sebuah ledakan terjadi di langit Seireite, seolah memecah shakkonmaku dengan begitu paksa. Juha Bach, pemimpin invasi ini terlihat begitu kaget dengan apa yang terjadi di atasnya. Tak seperti pihak shinigami yang lain, Hirako, Hitsugaya, Matsumoto, Ikakku, Madarame, Oomaeda, Kensei, Mayuri, Hisagi, semuanya tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu. Seorang yang telah mereka tunggu, seorang yang menjadi harapan bagi mereka. 

" Reiatsu-nya menghilang?!" Seorang Steirnritter yang berhasil mengalahkan Renji itu juga tak lepas dari kekagetannya. 

"Apa yang...?!"

Seolah terasa kehadiran sesosok itu telah membawa angin baru bagi Seireite yang sedang menangis. Kuchiki Byakuya, Rokubantai Taichou yang berhasil dikalahkan oleh As Nodt itu masih bernafas, walau tubuhnya sudah bermandikan darah, tubuhnya sudah tak berdaya tertahan oleh tembok di belakangnya. Namun dia masih berucap, dia masih kuat untuk berbicara pada sosok yang ada di depannya. 

"Apakah Rukia dan Renji selamat...?" Suaranya terdengar begitu lemah. 

"Ya." Sebuah jawaban terdengar dari sosok yang berdiri di depannya. "Mereka tak apa-apa. Mereka masih hidup."

".Begitu. Baguslah. Aku tak akan lama, walau menjadi taichou Gotei 13, aku tak bisa mengalahkan lawan yang menyerang Seireitei. Aku membiarkan banyak prajurit mati, menyebabkan penderitaan bawahan dan keluarga mereka... dan akhirnya aku dikalahkan begitu saja. Sungguh... memalukan."

Bibir bekunya dia paksa untuk berucap, untuk berkata sesuatu yang tak pernah dia katakan sebelumnya. Sungguh, keadaan tak berdayanya membuat dirinya lemah, membuat dirinya terlihat begitu lemah, bahkan di hadapan seorang manusia.

"Tapi kau manusia. Kau seharusnya tak terlibat semua ini, bahkan seharusnya kau tak di sini. Tapi aku ingin meminta sesuatu, mohon... maafkan perbuatanku yang hina ini."

Bangsawan itu masih bisa berkata, melanjutkan setiap potongan kalimatnya, seolah dirinya sudah tak bisa melakukan sesuatu lagi untuk Soul Society, bahkan untuk dirinya sendiri. Air matanya menetes, bercampur dengan air hujan yang juga menetes dari langit Soul Society, berduka dengan semua keadaan ini.

" Tolong lindungi Soul Society... Kurosaki Ichigo...!"

Ichigo hanya berdiri dihadapan Byakuya, wajahnya penuh dengan amarah. Dia tak menjawab permintaan Byakuya itu. Namun, semua orang di Soul Society pasti tahu apa yang akan dia katakan bila dirinya dipaksa untuk menjawab.

......

Di tempat lain, Sang Juha Bach masih berdiri di tempatnya, dia sudah tahu pelaku ledakan tadi. Rasa khawatir yang sempat tersirat diwajahnya kini telah hilang. Kakinya mulai melangkah, ingin meninggalkan tanah Soul Society yang telah hancur itu.

"Reiatsu ini..." Ucap sang Steirnritter yang selalu bersamanya.

"Ya. Kurosaki Ichigo." Koreksi Juha Bach. "Ayo. Kita harus pergi."

Kakinya kembali melangkah. Tapi, sesuatu terbang ke arahnya, menancap begitu saja di tanah yang tak jauh dari kakinya berpijak. Sebuah Zanpakutou berwarna hitam, rantai pendek tersambung ke saya-nya. Iya, Zangetsu. 

"Kau..." Ucap Juha Bach sedikit geram.

Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.

__________ Trans : Xaliber [English : Mangapanda]
___________ Deskrip : Angoez.
__ Please dont Repost or edit. You can use `share` icon.
_

Kenyataan pahit harus diterima oleh Soul Society. Gotei 13, pasukan militer yang bertugas menjaga keseimbangan dua dunia itu telah kehilangan seorang yang begitu berarti bagi mereka. Mereka tak lagi mempunyai seorang pemimpin. Iya, Yamamoto Genryuusai telah kalah, telah roboh dikalahkan sang Juha Bach, musuh lama dari masa lalu.


Kepanikan semakin melanda Seireite. Mereka seolah tak dengan apa yang mereka rasakan. Reiatsu pemimpin tertinggi Gotei 13 itu sudah tak bisa lagi terasa. Keadaan semakin bertambah tak terkendali sesaat para pasukan suci itu melakukan penyerangan kembali, dengan pasukan yang lebih banyak dari sebelumnya. Pertumpahan darah kembali tak terelakkan. Kematian kembali tak bisa dihentikan. Sunggun tak sedikit jiwa-jiwa yang telah terenggut di perang kali ini.

...
'Jangan menghilang. Bahkan kekuatan shinigami senior Genryuusai pun tak bisa menghentikan serangan Quincy... tapi tiba-tiba...!
'
Di tempat lain, terpisah dengan medan pertempuran, Akon berjuang dengan sisa tenaganya, melakukan sesuatu yang bisa berarti untuk Soul Society. Tubuhnya terluka parah, penuh dengan tusukan pisau-pisau yang masih menancap di punggungnya. Namun tangannya masih bisa dia gerakkan, jari-jarinya masih bisa bergerak walau tak selincah biasanya.

"Akhirnya." Suaranya terdengar begitu lemah, menahan rasa sakit yang harus dia terima. Namun, masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebelum semuanya terlambat. "Maaf, sebenarnya aku ingin membukanya dari tadi, tapi aku tak bisa."

Sesaat setelah tersenyum puas tubuhnya roboh, menopang pada tombol-tombol yang selalu menjadi pekerjaannya. Sepertinya dirinya telah melakukan sesuatu yang besar. Di belakangnya, berdiri seorang Quincy. Quincy yang bertanggung jawab atas hancurnya tempat ini, atas meninggalnya para shinigami-shinigami cerdas itu.

"Ah, siapa kau?" Suaranya menggema dalam ruangan itu, mulutnya tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Tangannya yang memegang sebuah pisau tak tahan untuk melemparkan pada sosok Akon yang sudah tak berdaya. "Aku Shaz Domino, Sternritter. Kekuatanku adalah..."

....

Di tempat lain, sebuah ledakan terjadi di langit Seireite, seolah memecah shakkonmaku dengan begitu paksa. Juha Bach, pemimpin invasi ini terlihat begitu kaget dengan apa yang terjadi di atasnya. Tak seperti pihak shinigami yang lain, Hirako, Hitsugaya, Matsumoto, Ikakku, Madarame, Oomaeda, Kensei, Mayuri, Hisagi, semuanya tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu. Seorang yang telah mereka tunggu, seorang yang menjadi harapan bagi mereka.

" Reiatsu-nya menghilang?!" Seorang Steirnritter yang berhasil mengalahkan Renji itu juga tak lepas dari kekagetannya.

"Apa yang...?!"

Seolah terasa kehadiran sesosok itu telah membawa angin baru bagi Seireite yang sedang menangis. Kuchiki Byakuya, Rokubantai Taichou yang berhasil dikalahkan oleh As Nodt itu masih bernafas, walau tubuhnya sudah bermandikan darah, tubuhnya sudah tak berdaya tertahan oleh tembok di belakangnya. Namun dia masih berucap, dia masih kuat untuk berbicara pada sosok yang ada di depannya.

"Apakah Rukia dan Renji selamat...?" Suaranya terdengar begitu lemah.

"Ya." Sebuah jawaban terdengar dari sosok yang berdiri di depannya. "Mereka tak apa-apa. Mereka masih hidup."

".Begitu. Baguslah. Aku tak akan lama, walau menjadi taichou Gotei 13, aku tak bisa mengalahkan lawan yang menyerang Seireitei. Aku membiarkan banyak prajurit mati, menyebabkan penderitaan bawahan dan keluarga mereka... dan akhirnya aku dikalahkan begitu saja. Sungguh... memalukan."

Bibir bekunya dia paksa untuk berucap, untuk berkata sesuatu yang tak pernah dia katakan sebelumnya. Sungguh, keadaan tak berdayanya membuat dirinya lemah, membuat dirinya terlihat begitu lemah, bahkan di hadapan seorang manusia.

"Tapi kau manusia. Kau seharusnya tak terlibat semua ini, bahkan seharusnya kau tak di sini. Tapi aku ingin meminta sesuatu, mohon... maafkan perbuatanku yang hina ini."

Bangsawan itu masih bisa berkata, melanjutkan setiap potongan kalimatnya, seolah dirinya sudah tak bisa melakukan sesuatu lagi untuk Soul Society, bahkan untuk dirinya sendiri. Air matanya menetes, bercampur dengan air hujan yang juga menetes dari langit Soul Society, berduka dengan semua keadaan ini.

" Tolong lindungi Soul Society... Kurosaki Ichigo...!"

Ichigo hanya berdiri dihadapan Byakuya, wajahnya penuh dengan amarah. Dia tak menjawab permintaan Byakuya itu. Namun, semua orang di Soul Society pasti tahu apa yang akan dia katakan bila dirinya dipaksa untuk menjawab.

......

Di tempat lain, Sang Juha Bach masih berdiri di tempatnya, dia sudah tahu pelaku ledakan tadi. Rasa khawatir yang sempat tersirat diwajahnya kini telah hilang. Kakinya mulai melangkah, ingin meninggalkan tanah Soul Society yang telah hancur itu.

"Reiatsu ini..." Ucap sang Steirnritter yang selalu bersamanya.

"Ya. Kurosaki Ichigo." Koreksi Juha Bach. "Ayo. Kita harus pergi."

Kakinya kembali melangkah. Tapi, sesuatu terbang ke arahnya, menancap begitu saja di tanah yang tak jauh dari kakinya berpijak. Sebuah Zanpakutou berwarna hitam, rantai pendek tersambung ke saya-nya. Iya, Zangetsu.

"Kau..." Ucap Juha Bach sedikit geram.

Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.
chapter 513

Oktober 15, 2012

Sword Art Online episode | novel | versi teks | sub Indo


alur naruto chapter 606 versi teks 607

Alur Naruto chapter 606
sebelumnya Naruto chapter 605
Obito kembali histeris, dan kemudian memunculkan dahan-dahan raksasa yang akhirnya menusuk para ANBU, menembus langit, mengarah ke bulan.
"Aku mengerti ...
Aku berada di ... Neraka"




Naruto chapter 606
judul : dunia mimpi

Oktober 10, 2012

alur bleach Chapter 511

alur bleach Chapter 511. Die Standing 
Akhirnya, musuh yang sebenarnya menampakkan dirinya. Berdiri tegap di hadapan sang Soutaichou. Tangannya mengayun, berhasil menebas tubuh sang Genryuusai dengan pedang sucinya. Masih terdiam, tak ada diantara mereka yang mengucapkan sesuatu. Kepala sang Genryuusai hanya mengingat sesuatu dalam memorinya, tentang bankainya di masa lalu. "Hei. Ini apa? Yama-jii?Tanya Shunsui kecil saat melihat lukisan aneh yang bergantung di dinding. Lukisan itu itu bergambarkan seseorang yang tubuhnya penuh dengan kobaran api. "Shunsui!!" Sebuah teriakan terdengar bersamaan dengan bunyi geseran pintu di belakangnya. "Beraninya kau masuk ke kamarku lagi!!" "Aduh, sakit!! Maaf, maaf! Aku minta maaf!!" "Maafmu tidak tulus! Kau tak akan kumaafkan!" "Aku tulus!! Maaf aku sudah seenaknya masuk! Aku cuma penasaran itu gambar apa. Aku tak tahu Yama-jii memajang lukisan di kamar. Itu apa? Dewa api atau dewa apa dari mitos?" "Lukisan itu? Itu monster yang datang ke Soul Society ribuan tahun lalu.Monster itu datang ketika Soul Society sedang terpuruk dan membuatnya makin terpuruk. Tapi monster itu tak akan pernah datang lagi." " Bagaimana kalau suatu hari nanti dia bisa datang lagi?" Genryuusai memejamkan matanya, cairan merah mengalis dari mulutnya. Tubuhnya terbelah karena tebasan sang Juha Bach. "Saat itu aku mungkin tak akan kembali." Tubuh kokoh itu akhirnya tumbang. Terbaring, terbelah dengan dua bagian di atas tanah Seireite, diantara reruntuhan gedung karena perang. Di tempat lain, kedua murid sang Genryuusai merasakan sesuatu yang buruk, merasakan reiatsu guru mereka melemah. Ukitake dan Shunsui benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka rasakan. "Yama-jii!!!" "Kau mungkin pemimpin di antara shinigami. Tapi kau terlihat sama menyedihkannya ketika mati, Yamamoto Shigekuni." Juha Bach itu akhirnya angkat bicara. Mata sayunya memandang tubuh yang terbelah di depannya tanpa rasa kasih. Hanya rasa kepuasan yang terpancar dari senyum tipisnya. "Ayo Haschwald." Sang pemimpin Vandenreich itu seolah tak ada perlu lagi berada di tempat seperti ini. Seolah tiada lagi yang dia takutkan. Steinritter berambut pirang itu hanya mengangguk dan berucap "iya", patuh pada pemimpinnya. Kaki sang Juha Bach mulai menapak, meninggalkan sosok tak berdaya di belakangnya. Namun, sebuah cengkraman tangan menahan gerak kakinya. Sang Genryuusai masih bisa bergerak dengan keadaan seperti itu. Seolah hanya sampah, Juha Bach langsung menebas tangan Genryuusai hingga terputus tanpa rasa ampun "Masih mencoba menahanku walaupun sudah mati?" Kaki sang pemimpin itu tak segan menapak di kepala sang Soutaichou yang begitu terhormat itu. "Tolol. Yamamoto Shigekuni, kau benar-benar tolol.Kau mungkin tidak sadar kalau aku tidak menganggapmu sebagai 5 Potensi Khusus dalam Perang.Kenapa kau tidak menyembuhkan lengan kirimu?Kau bisa memerintahkan perempuan itu untuk menyembuhkannya. Kenapa? Aku tahu. Kau tak mau dibantu manusia. Aku tahu bahkan ketika bertarung melawan Aizen kau juga khawatir melibatkan Kurosaki Ichigo, seorang manusia.Bahkan sekarang kau menanggung beban yang diderita bukan hanya Soul Society, tapi juga dunia manusia, sendirian. Melawanku sendirian, tapi kau kalah.Kau jadi lemah, Yamamoto Shigekuni." Mata Juha Bach masih tak lepas dari sesosok shinigami tak berdaya di depannya, dengan begitu hina dirinya terus berucap... "Dulu kau tidak begini. Dulu, 13 Divisi yang kau dirikan yang disebut sebagai "Gotei 13" sebenarnya adalah sekumpulan pembunuh haus darah.Dan persis itulah mengapa Gotei 13 bisa menjadi sangat mengerikan. Kau yang dulu memimpin mereka, Yamamoto Shigekuni, adalah sosok iblis yang memikul pedang. Kau akan menggunakan segala cara untuk menghabisi musuhmu.Bukan cuma manusia, tapi bahkan bawahanmu sendiri, tidak lebih dari seonggok debu bagimu. Tapi setelah memusnahkan kami, para Quincy, semuanya berubah. Setelah dunia jadi damai kau jadi ingin melindungi banyak hal. Dan itu membuatmu jadi orang lemah yang terlalu sibuk dengan omong kosong soal kehormatan dan keadilan. Kau tidak pernah menyadarinya bahkan sampai ajal menjemputmu. Jadi biar kukatakan.Soul Society memang akan segera musnah, tapi Gotei 13 sudah lama mati, sejak 1000 tahun lalu bersama dengan kami." Juha Bach lalu berpaling, membalikkan badannya. Sebuah ledakan besar kembali terdengar, menghapus reiatsu yang Genryuusai yang tak berdaya di belakang pemimpin suci itu. Hitsugaya, Shinji, Komamura dan bahkan Unohana menyadari sesuatu. Mereka tahu apa yang terjadi di medan pertempuran sana, apa yang terjadi dengan Soutaichou mereka. "Semuanya sudah selesai. Bilang pada semua Sternritter, musnahkan Soul Society." Sebuah perintah kembali terucap dari sang Juha Bach. Haschawld segera melakukan perintahnya, menapakkan telapak tangannya ke lantai Seireite, melukiskan sesuatu di Shakonmaku, dan sejumlah pasukan Vandenreich bermunculan dari sana. Siap melaksanakan perintah atasan mereka. "Majulah Soldat.*" *) Soldat (bahasa Jerman) = Serdadu Para shinigami tak mengerti mengapa musuh-musuh mereka kembali berdatangan. Namun, mereka mencoba menguatkan hati mereka sendiri, mereka menyakinkan diri mereka sendiri kalau mereka tak akan kalah. "Ap... Apa itu?!" "Mereka cuma pasukan biasa dari para pemberontak! Jangan takut! Mereka cuma kacangan..." Pertempuran kembali terjadi, namun pihak Shinigami tak bisa menghentikan pasukan Vandenreich begitu saja... "Gah... Uh..." "UWAAAGH" "GYARGH" "SIALAN!!" "Tak akan kubiarkan..." "Ku...kuat..." "Tolong... Seseorang..." Teriakan para shinigami itu terdengar begitu jelas. Mereka gugur, kalah pada pasukan suci yang seolah tak mendengar jeritan hati mereka. Soul Society telah kalah, telah hancur. Kemusnahan telah menunggu mereka di depan mata mereka. " Sudah selesai. Ayo pergi." Ucapan Juha Bach itu terdengar begitu puas. Matanya terlihat berbinar melihat Soul Society yang telah hancur. "Gotei 13 sudah hancur. Kemungkinan, Divisi 0 akan segera datang. Lebih baik mundur dan tunggu sampai mereka siap." Namun, tiba-tiba sebuah ledakan di Shakonmaku terdengar begitu jelas, tepat di belakang sang Juha Bach. Sesaat, tampak wajahnya sedikit memancarkan keterkejutan mendengar ledakan itu. "Apa itu...?"

alur naruto chapter 605 versi teks 606

Versi Teks Naruto Chapter 605
Sebelumnya : Naruto Chapter 604
Kakashi menusuk tubuh Rin. Enta kenapa, Kakashi membunuh gadis itu. Hal ini tentu saja membuat Obito yang melihatnya benar-benar tak mengerti, Dari tatapannya, terlihat jelas kalau ia sangat kaget.
Naruto Chapter 605 - Neraka
Teks Version by www.Beelzeta.com
Dari sekeliling mereka, terlihat puluhan ANBU Kirigakure. Dan kelihatannya, mereka kesal.
"Sial! Dia mendapatkannya!" Ucap salah seorang dari mereka.
"Padahal kita sudah susah payah mendapatkannya"
"Rin ..." Kakashi berlutut di depan tubuh Rin yang telah terbaring dalam keadaan tak bernyawa. Kakashi menangis, dan secara perlahan. Wow, matanya berubah ke dalam bentuk Mangekyou.
Sama halnya dengan Kakashi, mata Obito juga mengalami hal yang sama.
Mata kiri Kakashi dan Mata kanan Obito, kedua mata yang pada dasarnya memang terhubung itu sama-sama telah berubah ke bentuk Mangekyou.
Setelahnya, kakashi rebah. Sementara Obito, ia menjerit. Begitu kuat dan penuh dengan emosi.
"!!?" Teriakan Obito membuat kaget para ANBU Kirigakure.
"Gyaaaaaahhhh!!!!!!!!!" Teriakan Obito semakin menjadi. Dan kini, seluruh tubuhnya benar-benar telah terbungkus oleh tubuh Tobi. Dan tak hanya terbungkus, bagian kanan tubuhnya bahkan mengeluarkan ranting-ranting kayu. Begitu emosi hingga tampaknya Obito tak mampu mengendalikan kekuatannya.
"Hm?"
"Bala bantuan!!?"
"Dia cuma sendiri!!!" Salah seorang ANBU melemparkan beberapa shuriken ke arah Obito.
Tap Tap Tap!
Bukannya mengenai tubuh Obito, shuriken-shuriken itu malah hanya menembusnya dan lalu menancap di pepohonan.
"Aku tak akan pernah mengakui ...
Ini ..."
"Apa itu!?"
"Apa dia menghindarinya!?" Para ANBU Kirigakure tampak kaget.
"Aku tak akan pernah mengakuinya!!!" Tobi mengamuk, melesat ke arah para ANBU dan menyerang mereka semua.
"Jangan meremehkan Desa Kabut Berdarah!!!" Salah seorang ANBU mencoba untuk menahan serangannya. Namun ... Jleb!!!!
Tobi memukul, menembus tubuh shinobi itu dengan ujung tangan kanannya yang telah berubah menjadi ujung kayu ranting-ranting yang tajam.
Tobi membantai mereka, begitu buas dan kuat. Tobi menghabisi satu per satu ANBU tersebut. Dan saat para ANBU mencoba untuk menyerangnya, serangan mereka hanya menembus begitu saja tubuh Tobi, dan bahkan malah mengenai rekan mereka.
"Gyaaaah!!!"
"Setidaknya, dapatkan perempuan itu!!!"
"Jangan biarkan musuh mendapatkan tubuhnya!!!"
Whusss ...
Tobi terus melesat, melesat menembus tubuh para shinobi yang hendak menyerangnya.
"Tidak salah lagi!! Tubuhnya dapat menembus kita!!"
Obito menembus mereka, melesat menuju tempat Rin terkapar, dan menyerang shinobi-shinobi yang hendak meraih tubuhnya.
"Gyaaah!!!!"
"Gyaaaah!!!!"
"Kau mampu menggunakan Mokuton Sashiki no Jutsu dengan baik, Obito ...
Aku mengerti kenapa Madara memilihmu" Ucap Tobi.
"Siapa orang itu sebenarnya?" Para ANBU mulai panik. Sementara Obito, ia terus-terusan membantai mereka.
"Tempat ini, dimana aku ..." Obito mulai bingung, stres. "Aaaarkhhhh!!!!" Obito kembali histeris, dan kemudian memunculkan dahan-dahan raksasa yang akhirnya menusuk para ANBU, menembus langit, mengarah ke bulan.
"Aku mengerti ...
Aku berada di ... Neraka"
Bersambung ke Naruto Chapter 606



Oktober 04, 2012

Alur cerita naruto chapter 604 versi teks 605


alur cerita bleach 510 versi teks 511