Laman

November 30, 2012

Magi Episode 7 - 8 Subtitle Indonesia

Magi Episode 7
DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.net

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link

sumber : Samehadaku

November 29, 2012

Magi Episode 5 - 6 Subtitle Indonesia

Magi Episode 5

DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.blogspot.com

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link

sumber : Samehadaku

Magi Episode 4 Subtitle Indonesia

Magi Episode 4

November 28, 2012

Alur cerita Bleach chapter 518 veri teks 519

sebelumnya Bleach chapter 517
Sebuah suara yang keluar dari Denreishenki, mungkin. Sebuah suara dari dimensi lain, Hueco Munco. Adakah sesuatu yang lebih penting di sana. Atau, mungkinkan terjadi sesuatu yang membahayakan Urahara di sana? Siapa yang berbicara dengan mereka sekarang. Semua hanya memasang wajah terkejut.

Bleach chapter 518
Shooting Star Project (Zero Mix)

=====================

"Ooh! Sudah lama sekali!! Senang bisa bertemu kalian lagi!"

Sebuah suara menyambut dari seberang sana; dari layar proyektor yang terbentang di hadapan para taichou Gotei 13, Zerobantai, dan Kurosaki Ichigo, tampak wajah yang sudah sangat akrab: Urahara Kisuke!

"Maaf aku baru bisa mengabari," lanjutnya lagi, "Kalian khawatir ya? Maaf..."

Dugaan Urahara sayangnya melenceng; alih-alih kelihatan khawatir, Kurosaki Ichigo dan Kurotsuchi Mayuri yang melihat Urahara dari proyektor tersebut jutru dibuat bengong. Terbengong-bengong... karena yang memancarkan layar proyektor adalah Kon.

"....Apa yang kau lakukan?"

"Aku juga tidak tahu..."

Ada jeda sesaat antara Mayuri dengan Kon ketika keduanya menyadari hal yang aneh sedang terjadi pada si boneka itu.

"...Tangkap dia."

Tapi bukan perkara repot bagi Mayuri, karena dia segera memerintahkan anak buahnya--yang dari tadi memang sedang mengejar-ngejar Kon yang melarikan diri--untuk segera menangkap boneka itu. Kon, tentu saja, dengan dramatisnya harus kembali bergerak cepat sekuat tenaga untuk memperoleh kembali kebebasan yang baru ia raih.

"Tidaaaaak!!!"

... :|

...Namun pada akhirnya tampaknya Mayuri membiarkan boneka itu memancarkan proyektor dari Urahara, karena agaknya ada pesan penting yang harus laki-laki getaboshi itu sampaikan--

"...Bagaimana caranya ini berfungsi?"

--meski memang saat ini Kon sudah berada dalam genggaman Mayuri...

"SAKITTT!!! Kau merusak mataku!!!"

...dan dengan teganya--seperti biasa--Mayuri menekan-nekan mata Kon sampai boneka itu berteriak penuh derita.

"Oh," Urahara berujar, menyadari boneka modifikasinya sedang dalam penderitaan, "Kau sadar kalau matanya itu tombolnya. Sudah kubuat supaya tak bisa dimatikan meskipun kau tekan," meski cuma menjawab Mayuri dengan informasi pendek.

"Eh?" Suara lain menghampiri Urahara dari seberang sana, "Sedang apa, Urahara-san?"

Dan tampaklah gadis berambut oranye yang ceria dan sehat walafiat seperti biasa.

"Waah! Kurosaki-kun!! Aku senang sekali! Kau tak apa-apa!!"

"Inoue!" Ichigo membalas sapaan gadis teman sekolahnya itu, "Syukurlah kau juga tak apa-apa!" Harus diakui wajah Ichigo tampak lebih lega ketika melihat temannya, ketimbang tadi yang dibuat bengong oleh modifikasi aneh Urahara pada Kon.

"Iya! Aku tak apa-apa!! Sado-kun, ayo sini!"

Inoue, selalu ramai dan ceria seperti biasa, mengajak Chad pula untuk hadir di depan proyektor. Dan tampaklah wajah pria besar itu. Sama sekali tidak kelihatan terluka.

"Ehm... Oh, Ichigo..."

Chad menjeda sejenak, tampak canggung di depan monitor.

"Baguslah," lanjutnya, "Kau tak apa-apa."

Ichigo mendengus. "Apa-apaan... Kau mengkhawatirkanku?" Senyumnya tampak lebih lebar, "Aku yang khawatir pada kalian tahu..."

"Yah, sebenarnya aku ingin menghubungi kalian lebih cepat..." Urahara buru-buru menjawab, "Tapi Kon-san ditahan, jadi sistem komunikasinya tak berfungsi dengan benar..."

"Eh? Kalian ngapain?"

Ada satu lagi suara yang kedengaran dari seberang monitor. Suara yang begitu akrab di telinga Ichigo, tapi sampai membuatnya terkejut--tak menyangka bahwa ia masih bisa mendengar suara itu di Hueco Mundo!

"Suara ini... Jangan-jangan..."

"Suara ini! Kurosaki?! Kurosaki, sialan, kau di situ!?"

"Waaaah!!"

Panik, Urahara buru-buru mennghalang-halangi orang yang baru datang itu agar tak berjalan lebih dekat ke arah layar...

"Tidak, dia tak ada di sana!!"

...Dan berbohong dengan sangat jelas sekali...

"Inoue-san! Sado-san! Singkirkan dia dari tenda!!"

...Juga meminta Chad dan Inoue untuk menyingkirkannya dengan alat aneh...

"GWAH! H-hentikan!!"

...Serta membuat Chad dan Inoue menutup tenda dengan lakban raksasa supaya orang itu--entah siapa dia--tidak masuk lagi dengan cara-cara yang menyebalkan.

"Hei!" Ichigo menyahut dari Soul Society, tampak khawatir, "Kau bersama orang itu, Urahara-san?!"

"Kurosaki-san."

Namun Urahara mengalihkan topik. Dari proyektor terlihat Chad dan Inoue yang masih berusaha menutup tenda, sementara Urahara menoleh ke arah Ichgo.

"Waktu kau bilang ada yang mau kau lakukan, sebelum aku mengontak kalian... Apa maksudmu mau menyelamatkan kami di Hueco Mundo?"

Ichigo terdiam sejenak. Begitu pun Urahara yang menjeda.

"Kalau iya," lanjut Urahara, "Tidak perlu. Lakukan yang terbaik untukmu. Pikirkanlah... dan tentukan apa yang benar-benar ingin kau lakukan."

Ichigo terdiam. Sekilas wajahnya nampak diisi penyesalan, seakan tak bisa meraih teman-temannya yang masih juga ada di Hueco Mundo. Bibirnya tertekuk ke bawah dan dahinya mengernyit.

"Ah," Namun bukan Urahara bila tak bisa mengubah suasana hatinya dalam hitungan per sekian ratus detik, "Jangan khawatir soal dia! Dia tak membahayakan kami!!' Urahara tersenyum lebar, menanggapi kekhawatiran Ichigo tentang orang misterius yang tadi dihalang-halangi Urahara agar tak kelihatan di proyektor.

"Aku sudah..." lanjutnya, "Membuat 'kontrak' dengannya."

Jeda sejenak.

"Sampai nanti!"

Dan layar proyektor pun dimatikan; memutuskan komunikasi dari Hueco Mundo ke Soul Society. Membiarkan Ichigo yang masih termenung akan ucapan Urahara tadi--mengenai 'apa yang benar-benar ingin Ichigo lakukan'.

"Apa tak apa-apa bilang begitu?" Chad, mengampiri Urahara setelah layar komunikasinya dimatikan, "Urahara-san..."

"Apanya?"

"Kalau Ichigo memutuskan cuma memikirkan dirinya sendiri," lanjut Chad lagi, "Dia bisa berpikir untuk melarikan diri dari perang ini."

"Jangan sembarangan bicara."

Uraha menukas ucapan Chad, membuat laki-laki besar itu terdiam sejenak.

"Kalau dia melakukan apa yang ingin dilakukan dari dasar hatinya," lanjut Urahara, "Maka pasti... dia akan melindungi semuanya."

Chad kembali terdiam.

"Kalian sudah dekat dengannya lebih lama dariku. Aku yakin kalian pasti lebih tahu."

Orihime yang ada di samping Chad, juga ikut mendengarkan ucapan Urahara tentang temanya.

"Dan juga... yang lebih tahu apa yang ingin dia lakukan..."

Urahara menjeda kalimatnya.

"Cuma Kurosaki-san sendiri."

...

Sementara di Soul Society, Ichigo tampaknya sudah membuat keputusannya beberapa waktu setelah Urahara memutuskan komunikasi dari Hueco Mundo

"Pria botak!" ujar Ichigo pada si botak dari Zerobantai...

"Oh! Aku?"

...yang membuat si pria Zerobantai bergaya yakuza--berdiri di samping si botak--mengernyit kenapa mau-maunya saja temannya itu dipanggil 'pria botak' oleh Ichigo...

"Kalau kita pergi ke Reioukyuu (Istana Reiou)" ujar Ichigo lagi, "Apakah Tensa Zangetsu-ku bisa dibetulkan?"

"Mustahil. Kami tak bisa membetulkannya."

"Tapi..." si pria botak menambahkan, "Di istana itu ada reijutsu super yang cuma bisa kau temukan di sana. Menggunakan teknik itu bisa membentuk ulang zanpakutou-mu, supaya bisa mirip kembali seperti semula."

Ichigo terdiam. Tampaknya dia memikirkan apa yang benar-benar ingin dia lakukan, seperti apa yang diucapkan Urahara tadi.

"...Baik," ujarnya akhirnya setelah berpikir beberapa saat, "Bawa aku ke tempat itu!"

Dengan penuh kebulatan tekad, akhirnya Ichigo memutuskan untuk berangkat ke Reioukyuu!

...

Tapi apa yang berikutnya Ichigo lihat tidak sesuai dengan dugaan--'Selamat datang di istana Shiba Kuukaku' adalah spanduk raksasa yang menyambutnya ketika ia dibawa bersama anggota Zerobantai.

"...Kenapa aku di sini?"

"'Kenapa aku di sini?' katamu?" Kurang ajar!"

Shiba Kuukaku sendiri yang pertama menyambut Ichigo ketika dia sampai di sudut Rukongai tempat Kuukaku tinggal.

"Begitu caramu menyapaku setelah sekian lama?!" lanjut Kuukaku lagi, masih dengan penuh emosi, jelas, "Aku tak akan meluncurkan ini untukmu!!"

"Meluncurkan... apaan?"

"Meluncurkan ini!" Si botak dari Zerobantai menjawab Ichigo, sambil menunjuk ke arah Tenchuuren yang tadi mengirim para Zerobantai ke Seireitei. "Tenchuuren tak bisa kembali ke Reioukyuu dengan sendirinya."

"Kenapa?! Masa tak ada reijutsu super buat mengembalikannya?!"

"Benar! Di istana itu ada reijutsu super yang cuma bisa kau temukan di sana!"

"Jangan diulang-ulang!! Jadi kedengaran seperti bohongan!!"

"Ngomong-ngomong Kuukaku-san," Ichigo beralih lagi pada Kuukaku, "Di mana Ganjuu? Dia tak kelihatan..."

"Oh. Ganjuu..." Kuukaku membalas dengan cuek, "Dia membesar dan berubah jadi batu, jadi kugunakan dia untuk memegang spanduknya."

"Mana mungkin!!"

...Walaupun memang benar ada patung raksasa yang berbentuk seperti Ganjuu yang memegang spanduk di atas rumah Kuukaku...

...

Setelah beberapa waktu, persiapan peluncuran pun akhirnya selesai (ternyata Kuukaku mau juga meluncurkannya). Kuukaku memastikan beberapa waktu lagi, sebelum memanggil para orang-orang itu untuk segera naik ke Tenchuuren.

"Ooke, aku akan meluncurkannya! Cepat naik!"

Bum!

Ledakan besar terjadi dari peluncur kembang api Kuukaku--seperti saat Ichigo diluncurkan untuk menembus Seireitei--dan meluncurlah pilar besar Tenchuuren ke atas angkasa!

"WAAOORGGGHHH!"

...meskipun muntah-muntah setelah turun dari perjalanan nanti tak akan ditanggung, berhubung Tenchuuren meluncur berputar seperti roket rusak yang kehabisan bahan bakar...

"...Jadi dia sudah pergi," sebuah suara menghampiri Kuukaku, "Apa ini tak apa-apa, kak?"

Perempuan itu tak langsung menjawab.

"...Ya," terdengar sedikit keraguan darinya, "Kalau dia tak pergi sekarang... Serangan berikutnya akan mengakhiri Soul Society."

"Harus kita biarkan dia pergi," lanjut Kuukaku lagi, "Walau ini berarti... Si paman itu akan kecewa."

Kuukaku terdiam. Mungkin dia masih meragu, apakah ini memang keputusan tepat--terlepas dari ucapannya yang sudah seperti itu. Terlebih, karena keputusan ini akan membuat 'si paman' itu kecewa. Namun dia sadar bahwa bukan hal bagus untuk bersendu-sendu di hadapan adiknya.

"Ayo!" Kuukaku menoleh ke arah Ganjuu, berteriak, "Cepat kembali ke ke tempat latihan! Kalian harus latihan! Jangan lupa aku yang menyelamatkan kalian dari Rukongai!"

...Bukan cuma Ganjuu, tapi juga tiga orang temannya yang lain...

"Yang semangat, Ganjuu. Di pertempuran berikutnya kau harus terlibat!"

Ganjuu berhenti sejenak. Dengan senyum lebar dia menatap wajah kakaknya. Rambutnya gondrong, pakaiannya baru, dan tubuhnya terlihat jauh lebih kekar ketimbang saat terakhir kali bertemu Ichigo. Bersama Ganjuu, tampak tiga orang teman barunya: sesorang berkemeja dengan pedang panjang, seorang dengan tubuh besar mengenakan vest, dan seorang dengan jaket hitam. Sosok-sosok yang menyerupai... para fullbringer.

"Iya!"

Ganjuu menjawab penuh percaya diri--tampaknya yakin bahwa dirinya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya!

...

Blar!

Tenchuuren mendarat dengan sangat tidak mulus dari atas langit Reioukyuu. Entah siapa pun yang membuatnya, mungkin tak memikirkan keselamatan orang-orang di dalamnya--atau mungkin karena anggota Zerobantai terlalu kuat untuk perlu diperhatikan keselamatannya dari guncangan kecil macam pendaratan Tenchuuren).

"Cepat keluar, Kurosaki Ichigo!"

Tapi Ichigo jelas nampak belum terbiasa.

"Kita sudah sampai!" ujar si botak, "Inilah Reioukyuu!"

Dari balik Tenchuuren, tampaklah langit luas; di sisi-sisinya menjulang tinggi pilar-pilar raksasa, sebuah tangga raksasa menuju sebuah lapangan besar yang melayang, dan sebuah piringan raksasa yang terapung diatasnya. Inilah Reioukyuu--tempat di mana sang Reiou tinggal!

bersambung Bleach chapter 519

Alur cerita Naruto chapter 611 versi teks 612

 
Naruto Chapter 611

Sebelumnya : Naruto Chapter 610

Monster berekor sepuluh telah benar-benar bangkit. Kekuatannya begitu mengagumkan, bahkan kekuatan gabungan antara Kyuubi dan Hachibi masih jauh untuk bisa mengalahkannya. Namun dengan sedikit akal dan kemampuan kamui Kakashi, Hachibi berhasil mendapatkan kesempatan untuk menyerang dari jarak yang sangat dekat, tepat di depan matanya. Akankah Juubi mampu bertahan?

Naruto Chapter 611

 Kedatangan
===============

Magi Episode 3 Subtitle Indonesia

Magi Episode 3

November 27, 2012

Magi Episode 2 Subtitle Indonesia


Magi Episode 2

Magi episode 1 subtitle indonesia

Magi episode 1

November 24, 2012

chatbox

November 20, 2012

Alur cerita Naruto chapter 610 versi teks 611

Naruto chapter 610
sebelumnya

Alur cerita Bleach chapter 517 veri teks 518

Bleach chapter 517
sebelumnya 
sebuah pintu terbuka dari pilar raksasa itu, menampakkan lima sosok taichou yang adalah para Zerobantai. Wajah mereka, masih begitu asing. Bahkan, inilah pertama kali ichigo melihat mereka. Sosok terkuat yang jauh melampaui Gotei 13, para pelindung Reiou, sang Royal Guard.

Bleach chapter 517

The Stairway to Heaven


Akhirnya, para tamu agung itu menapakkan kakinya di tanah Seireite. Entah, berapa lama para penjaga raja ini tidak menghirup udara segar Seireite, seratus tahun, dua ratus tahu
n, atau, mungkin seribu tahun, tiada yang tahu, kecuali mereka sendiri. Sambutan yang tak mewah dari pihak sang shinigami penggaja seireite. Mereka hanya berdiri, menatap para penjaga raja dengan balutan tubuh yang terluka. Tercengang dengan kedatangan yang tak biasa ini.

Namun, ada yang aneh di sini, seharusnya begitu bagi mereka yang belum pernah melihat para penjaga ini. Tak ada yang mengira penampilan kelima penjaga raja ini seperti ini. Aneh, bisalah mereka menyebutkan dengan kata seperti itu. Tingkah mereka, juga tak melambangkan seorang penjaga raja agung penguasa Soul Society. Salah seorang dari mereka membawa sebuah bendera dengan sebuah tulisan yang sama seperti di Haori mereka. Wajah mereka terlihat begitu... konyol. Iya, terlalu konyol untuk mereka yang adalah zerobantai.

Namun, tiadalah kira kekuatan mereka. Tentu lah diatas semua shinigami yang selalu menapakkan kakinya di tanah Seireite. Bahkan, mungkin mereka bisa mengalahkan para taichou yang berada di hadapan mereka sekarang hanya dengan sekali kibas.

Tak ada atmosfir mencekam sejak kedatangan mereka. Para Taichou junior terdiam, menatap hening wajah para Royal Guard yang jauh dari bayangan mereka. Mereka semua sepertinya tak percaya dengan penampilan mereka.

"Yaaaaaaaah!!! Kami datang, kami datang! Zerobantai sudah datang!!" Teriak salah satu anggota Royal Guard yang sedang membawa bendera. " Lama tak bertemu, teman-teman Gotei 13!! Apa kalian makan dan tidur dengan cukup?!"

"................." Shinji terdiam menatap mereka. " Agak berbeda dengan yang kubayangkan..." Ucapnya lirih.

Namun tiba-tiba sebuah tangan besar menampar kepalanya. "Ya ampun!!" Ucap salah seorang anggota yang lain, seorang perempuan dengan tubuh yang besar dan penampilannya yang menor.

"Apa-apaan?!" Teriak Shinji.

"Sudah lama sekali, Shinji!! Hiyori-chan tak bersamamu? Aneh!"

"Sudah lama? Apanya?! Siapa kau?!" Ucap Shinji pelan sambil berpikir. "...Tunggu... ...Hiyori-chan...?"

"Kenapa, kau lupa denganku? Ini aku! Kirio!" Ucap sang anggota Royal Guard penuh percaya diri.

"...Ah!! Kau... Kirio-san?! Kau berubah ba-- Eh bukan, kau berubah sangat jauh!! Kau siapa?!" Tib-tiba begitu banyak pertanyaan yang menjalar di kepala Shinji. Entah dirinya sepertinya sedikit bingung mendengar nama Kirio Hikifune dengan penampilannya yang sekarang. Sepertinya telah banyak berubah sejak pertemuannya dengan Shinji pada ratusan tahun lalu.

"Aduh, Shinji!! Aku begini-begini saja kok! Ahh, aku lapar!" Jawabnya mengelak.

...

"Oh... Lama tak bertemu, Unohana." Sapa anggota yang lain pada Unohana, anggota yang tadi sempat membawa bendera berlambangkan simbol Royal Guard. Royal Guard dengan penampilan bak seorang pendekar pedang dengan rambut yang panjang ke depan ini sepertinya telah mengenal betul salah seorang taichou senior itu. "Apa kabar? Kau menggunakan teknik penyembuhan yang kuajarkan dengan benar?"

"Sudah Sepantasnya" Jawab Unohana pelan, ekpresi wajahnya masih seperti biasa, tak ada yang berubah walaupun berbicara dengan seorang Royal Guard.

"Masa?! Kelihatannya banyak orang yang mati begini! Bagaimana mungkin?!" Ucapnya pedas, hingga membuat mata Unohana terbuka, menatap tajam padanya.

"Ya ampun! Memang benar-benar sudah lama sekali! Kalian pasti mau mengobrol panjang lebar, tapi nanti saja ya!" Timpal seorang angoota Royal Guard yang lain, dengan penampilan seperti biksu, mengganggu pembicaraan Unohana yang sedang memanas.

"Wah, wah~ Anggota Zerobantai tidak berubah sama sekali, Bonze!*" Kali ini Shunsui yang dari tadi terdiam angkat bicara. Ucapannya begitu santai seolah telah lama mengenal mereka. "Jadi? Kenapa kalian datang kali ini?"
*) Bonze = Bisa juga dilafalkan sebagai "Bonzo". Panggilan untuk pendeta Buddha, tapi juga bisa diartikan sebagai boss/ketua.

Sang Bonze, Royal guard dengan kepala tak berambut dan berjanggut panjang menoleh pada Ichigo. "...Kau Kurosaki Ichigo?"

Ucapannya membuat Ichigo tercengang, bahkan membuat keadaan di sana hening sesaat, sebelum sang Bonze melanjutkan pembicaraannya.

" Kali ini, Menuruti perintah Reiou, kami akan membentuk ulang Gotei 13." Ucap Royal Guard yang menggunakan kalung tasbih raksasa itu dengan semangat, memamerkan gigi-gigi putih sembari mengangkat jempol kanannya. "Pertama-tama, Kurosaki Ichigo, kami akan membawamu ke istana."

"JANGAN BERCANDA!!!" Teriak Sui Feng seketika. Membuat semua orang yang berada di sana menoleh ke arahnya.

"Aku tak peduli apa kalian orang penting... Tapi setelah kalian cuma diam saja di atas sana dan menunggu Seireitei hancur. Tiba-tiba kalian datang ke sini dan mau membangun ulang?! Yang benar saja!!" Teriaknya lanjut.

"Abaikan dia!" Ucap Bonze santai. "Jadi yang tadi kubilang..."

"HEI!" Bentak Sui Feng lebih keras. Namun, tiba-tiba seorang anggota Royal Guard yang tadi berada di depannya telah memegang lengannya.

"Kau menyebalkan." Ucap sang Royal Guard dengan nada tajam.

"Kapan dia...?" Wajah kebingungan terlihat jelas di wajah Sui Feng. Bahkan, shinigami yang mempunyai shunko ini tak bisa menyadari pergerakan seorang Royal Guard.

"Harusnya aku yang bilang "jangan bercanda". Memangnya kau siapa? Ha? Gotei 13, 'kan?" Ucap sang Royal Guard yang mempunyai rambut aneh itu lanjut, tangannya masih tak melepaskan genggamannya pada lengan Sui Feng. "Tugas kami melindungi istana raja. Tugas kalianlah melindungi Seireitei. Tahu arti nama "Gotei"? "Pasukan pelindung"...Kalau kalian butuh bantuan kami karena kalian tak bisa melindungi Seireitei. Kalian cuma mencemari nama kami!!"

Sui Feng hanya bisa menggertakkan gigi. Tiba-tiba ada sebuah tangan besar memukul kepala sang Royal Guard yang sedang menggenggam lengannya. Bonze, dia yang melakukan, memukul kepala temannya hingga membuatnya tersungkur ke tanah. "Sudah kubilang nanti saja. Ada yang harus kita kerjakan."

"Tidak perlu." Terdengar suara lembut yang tiba-tiba mencuri perhatian mereka semua. Tak ada yang aneh dengan penampilannya bila dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Hanya saja, perempuan berparas cantik ini mempunyai banyak lengan yang bersumber dari punggungnya. Empat tangannya kali ini membawa sebuah bola besar yang masing-masing berisi para shinigami yang terluka. Rukia, Renji, dan Byakuya. Entah dari mana dia mendapatkannya, tak ada yang tahu, kecuali dirinya.

"Semua nama yang ada dalam daftar sudah ada di sini." Ucapnya pelan sembari memamerkan bola-bola itu pada shinigami yang lain. "Cuma Kurosaki Ichigo yang tersisa."

"Hentikan." Ucap Unohana dingin. "Yang ada dalam tabung itu, Kuchiki Byakuya, Abarai Renji, dan Kuchiki Rukia. Berbahaya bila mereka meninggalkan Seireitei saat ini. Kau tak bisa membawa mereka."

"Hah! Justru karena itu mereka akan kami bawa!" Ucap anggota Royal Guard yang lain menimpal, anggota yang sepertinya kenal betul dengan seorang Unohana Retsu. "Kau pasti paham. Kau tak bisa menyembuhkan mereka dengan kekuatanmu. Dan Kuchiki Byakuya pasti mati kalau dibiarkan di sini!. Kau tak bisa, biar aku yang menyembuhkan. Kau mengerti kan?Retsu. Yang harus kau lakukan sekarang bukan menyembuhkan."

" ...Itu Tensa Zangetsu, 'kan?" Tanya Mayuri sedikit terheran dengan isi salah satu tabung tangan sang perempuan banyak tangan itu. " Kau membobol laboratoriumku? Kau selalu meremehkanku."

"Oh. Mayuri." Jawab perempuan cantik itu pelan. "Kenapa kau bilang begitu? Aku cuma menyentuh pintunya Lalu terbuka sendiri. Tidak lebih. Kuncinya lebih mudah dibuka ketimbang kunci saat terakhir kali aku ke sini."

Mayuri hanya terdiam tak bisa membalas ucapan perempuan sang Garda Perajut itu, Shutara Senshumaru.

"Tu... Tunggu! Kalau kalian membawa mereka untuk disembuhkan, kenapa aku harus ikut?" Ucap ichigo tiba-tiba. " Lukaku tak parah! Aku baik-baik saja di Seireitei! Lagipula ada hal lain yang harus kulakukan..."

"Aku tahu. Ada alasan lain kenapa kami harus membawamu." Ucap Bonze dengan wajah ramah.

"Alasan lain...?"
.
.
.
Tiba-tiba terdengar suara lain yang menganggu mereka. "Haloooooo!!! Ah kebetulan sekali kalian semua ada di sini!"

Sebuah suara yang keluar dari Denreishenki, mungkin. Sebuah suara dari dimensi lain, Hueco Munco. Adakah sesuatu yang lebih penting di sana. Atau, mungkinkan terjadi sesuatu yang membahayakan Urahara di sana? Siapa yang berbicara dengan mereka sekarang. Semua hanya memasang wajah terkejut.

in comot begitu, jadi males yang mau buat *racautengahmalem*

November 18, 2012

November 16, 2012

Cheat perjuangan semut ganti senjata



Cheat ini bisa di gunakan di Hutan Kabut , namun tidak ada pengaruh nya sama sekali.
Hanya saja kita bisa menganti - ganti senjata sesuka hati kita di Hutan kabut saat bermain.
dan tentunya bisa merasakan memakai senjata Dewa

test :

1. Buka CE ( Cheat Engine )
    - Pilih proses FlashPlayer untuk Mozilla Firefox
    - Pilih proses Gambar Icon CHROME untuk Google Chrome ( biasanya ada 4 - cari aja salah 1 )

2. Masuk ke Pabrik Alat

3. First Scan 1

4. Kemudian letakkan senjata untuk di Tempah - Next Scan 0

5. Lakukan berulang kali sampai ketemu 1 Addres ( jika sudah pindahkan 2 addres ke bawah )

6. Address yang atas tambahkan +1C. Yang bawah tambahkan +20

7. Ganti value yang di bawah jadi :

8. - 3 = Suci Peluru
    - 4 = Suci Granat
    - 7 = Suci Kelapa
    - 11 = Suci Gemuruh
    - 12 = Suci Hancur
    - 13 = Kemarahan
    - 14 = Suci Salju
    - 15 = Suci Panah
    - 16 = Suci Senapan Air
    - 17 = Senjata Dewa


Nb : Kalau mau di gunakan di Hutan Kabut ( scan nya di Room sebelum main ).

Buat sobat yang belum memiliki cheat engine silahkan download versi 6.2 DISINI
terimakasih kepada diaz-box.blogspot.com

Hunter X Hunter 154 Bahasa Indonesia

Hunter X Hunter 154
Bersatu














November 15, 2012

Hunter X Hunter 153 Bahasa Indonesia

Hunter X Hunter 153

sukses















Hunter X Hunter 152 Bahasa Indonesia

Hunter X Hunter 152
kontak