Laman

Februari 22, 2013

Alur Naruto chapter 621 versi teks 622

Flashback yang menceritakan pertarungan mereka dimulai, Hashirama dan Madara. Mereka bertarung, saling serang dengan jutsu andalan masing-masing. Serangan-serangan tersebut bahkan sampai menciptakan ledakan besar yang terlihat dari langit.

Dari ledakkan itu, tampak dua sosok raksasa yang mengerikan. Hashirama berdiri di atas sesosok mahluk yang terbuat dari elemen kayu, hal yang membuat Madara cukup kaget dan berkata, "Ingin menggunakan Mokuton - Gobi no Jutsu untuk melawan Bijuu?"

Madara sendiri duduk di atas sosok yang lebih mengejutkan. Tak hanya sekedar Kyuubi, melainkan Kyuubi yang tubuhnya sudah dilapisi jubah perang. Ya, Madara melapisi Kyuubi dengan Susanoo.

"Apa!? Dia membuat Bijuu menggunakan Susanoo layaknya armor? Madara sialan, ternyata kau pintar juga." pikir Hashirama, yang malah tampak semakin menikmati pertarungan.

Naruto Chapter 621
Hashirama dan Madara

Kyuubi memegang pedang Susanoo Madara, dan menggunakannya untuk menebas Hashirama. Namun, "Aku bisa memprediksi bagaimana kau akan menggunakan pedang itu!!" ucap Hashirama dan kemudian menahannya dengan Mokuton, "Mokuton - Hotei no Jutsu!!" Kedua tangan raksasa kayu Hashirama menahan serangan itu.

Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus. Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.


Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

Hashirama meloncat dari monsternya, kemudian berusaha untuk menjauh sejauh mungkin. "Kalau begini terus, bisa-bisa tempat ini akan benar-benar hancur. Kami harus mendekat ke laut." pikir Hashirama sambil meloncat di puing-puing yang berjatuhan.

"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super. "Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

Hashirama tak tampak ketakutan. Ia berhenti, membalikkan badan dan kemudian menggigit jempolnya, lalu menciptakan segel. "Kuchiyose ... Gojuu Rashoumon!!!!" Hashirama memunculkan gerbang pertahanan berlapis, mirip seperti yang Orochimaru gunakan saat menahan bijuudama Naruto hanya saja lebih besar.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

"Dengan ini ..."

"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.

"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama. "Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

"Hah, apa kau ingin menghancurkan semua yang sudah kita lakukan sejauh ini!? Semua usaha kita!!?" ucap Hashirama, sambil tetap dengan kuda-kuda siap bertarung. "Pertarungan kita tak akan menghasilkan apapun, ini hanya akan membawa luka bagi desa dan shinobi!! Ini adalah penghinaan bagi saudara dan rekan kita!!"

"Berani-beraninya kau ..." Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.

"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama. "Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara. "Tidak!" Sahut Hashirama, "Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

"Aku sudah berada di atas!!!" teriak Madara, yang diikuti dengan raungan kyuubi berjubah Susanoo. Posisi Madara saat ini benar-benar seolah tak terkalahkan. Namun, Hashirama tetap tak mau kalah, dan kemudian mengeluarkan salah satu jutsu terkuatnya. "Tak ada jalan lain lagi. Senpou ... Mokuton, Shinsuusenju!!!!"

Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. Kemudian, muncul sosok dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, ukurannya bahkan beberapa kali lebih besar dari Kyuubi.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

"Aku datang, Madara!!!" Hashirama melesat maju. "Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!" Madara masih begitu percaya diri kalau ia bisa menang. Pertarungan terus berlanjut. Dan tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi ...

----- Flashback -----

"Ukhh!!" seorang anak melempar batu di sungai. Namun, lemparannya tak pernah bisa sampai menyentuh sisi sungai yang satunya. "Huh, selanjutnya aku pasti bisa mengirimnya sampai ke sisi lainnya." ucap anak itu, yang tak lain adalah Madara kecil.

Naruto Chapter 621

Ia kembali mencobanya, namun lagi-lagi tidak berhasil.

"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang. "Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu. Sejenak Madara terdiam, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata, "Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara. "Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.

Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri. "Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil. Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.

Naruto Chapter 621 - Beelzeta.com

Bersambung ke Naruto Chapter 622

Sumber :klik

Februari 17, 2013

cara mempercepat modem smartfren februaru 2013

Alat-alat yang dibutuhkan:
Komputer/Laptop
Modem Smartfren yang sudah dipaketkan internet
Sinyal yang Cukup Bagus
lankah :
Pertama-tama, tambatkan modem smartfren ke laptop anda. Setelah itu klik settings pada "smartfren usb modem" (nama dapat berbeda-beda). Setelah itu pada tab network klik tobol new, yang berarti kita membuat APN baru. Isikan sebagai berikut:
Name : Evdo (opsional)
Number : *99#
Username : cdma (kecil semua)
Password : cdma
Lalu centang pada "use the following DNS server"
Primary DNS : 8.8.8.8, Secondary DNS 8.8.4.4
save APN tersebut
lalu pada tab network, ubah mode selection dari hybrid menjadi evdo only.
selama anda menggunakan mode EVDO only maka anda tidak bisa menggunakan fitur pesan dan fitur telpon karena untuk menyalakan fitur tersebut membutuhkan sinyal 1x. Untuk menghidupkan kembali fungsi tersebut ubah menjadi hybrid kembali

Jika anda menggunakan mode Hybrid maka kecepatan anda menurun dikarenakan si Smartfren di tugaskan pada 2 sinyal yang berbeda, jadi tidak maksimal.
sumber : klik
=============
selamat mencoba dan semoga berhasil
=============

hunter x hunter episode 67 sub indonesia

hunter x hunter episode 67 sub indonesia-english

Informasi Penting SNMPTN 2013

Informasi Penting SNMPTN 2013

Februari 15, 2013

alur chapter bleach 526 versi teks 527

Bleach chapter 526
The Battle

Februari 13, 2013

Alur chapter Naruto 620 versi teks 621


Sebelumnya : Naruto Chapter 619

"Hmm, apa itu desa dan shinobi?" Hashirama masih pikir-pikir dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Sasuke. "Itachi ... Kakakku telah dimanfaatkan oleh desa. Namun, ia tetap meresikokan hidupnya untuk melindungi desa, dan bangga karena telah mati sebagai shinobi Konoha. Dia membunuh keluarganya, dan dia sendiri mati demi melindungi desa ..."

"Apa itu sebenarnya? Dan shinobi yang telah menciptakan semua ini, apa mereka sebenarnya? Aku ingin mendengar kebenarannya darimu, sebelum aku mengambil keputusan." ucap Sasuke, mata mangekyounya telah kembali ke mode biasa. "Akankah aku membalas dendam pada Konoha, atau ..."

Naruto Chapter 620 - Senju Hashirama
Teks Version by www.Beelzeta.com

Sesaat, Sasuke sempat teringat akan waktu itu, suatu ketika saat ia masih bersama dengan Orochimaru. "Orochimaru ..." Sasuke hendak menanyakan sesuatu. "Apa?" Orochimaru menghadap ke Sasuke, kemudian Sasuke mulai menjelaskan pertanyaannya. "Kau mencoba untuk menghancurkan Konoha. Awalnya, aku percaya padamu saat kau mengatakan kalau itu hanya karena kau ingin. Tapi sekarang, aku tahu kalau itu tidaklah benar. apa alasanmu yang sebenarnya?"

Flashback berakhir sebelum Orochimaru menjawab. Kembali ke Sasuke, setelah mendengar kalau ia akan membalas dendam, hokage kedua emosi, "Membalas dendam pada Konoha? Jadi kau juga telah dikuasai oleh iblis Uchiha, bocah ... Kau, akan ku ..."

"Hokage kedua!"
"Tobirama ..."

Hokage pertama menatap adiknya. Tak seperti sebelumnya, kali ini ia begitu mengerikan. Orang-orang di sekitar mereka kaget, "Te-tekanan macam apa ini ..." pikir Suigetsu gemetar.

"Turunkan jarimu." perintah Hashirama. Tobirama seolah tak bisa melawan, dan akhirnya menuruti kata-kata kakaknya. "Baiklah ... tapi kau tak perlu membangkitkan chakramu sebesar itu, kakak." ucap hokage kedua, dan mengembalikan posisi jarinya yang samar-samar hendak merapal jutsu.

"Gahahaha!! Maaf, maaf!!" ucap Hashirama sambil tertawa. Sasuke terdiam, begitu juga rekan-rekannya. "W-wow ..." ucap hokage keempat, debu-debu dari atap berjatuhan hanya karena tekanan tadi. "Kau selalu seperti biasanya, Hashirama-sama ..." pikir hokage ketiga.

"Huh ..." hokage kedua memalingkan wajahnya.

"Ngomong-ngomong, kau benar-benar memiliki kakak yang hebat, Sasuke. Kurasa dia shinobi yang lebih baik daripada aku. Aku bisa saja membicarakan mengenai desa padamu, tapi ini pasti akan menjadi cerita yang panjang." ucap hokage pertama.

"Kalau memungkinkan, aku ingin anda menjelaskan apa yang Sasuke ingin tahu secara singkat. Kami tak punya banyak waktu." ucap Orochimaru. "Tak punya banyak waktu?"

"Sekarang kita sedang dalam perang. Uchiha Madara telah dibangkitkan kembali dan berencana untuk memusnahkan seluruh shinobi dari dunia ini." jelas Orochimaru. Dan mendengar hal itu, keempat hokage kaget.

"Aaakh, dunia memang selalu berperang." ucap hokage pertama. "Yah, tepat, aku bisa merasakan chakra yang kuat dari arah jam dua." ucap hokage kedua. Di sisi lain, hokage keempat baru menyadari sesuatu. "Ini ... chakra Kyuubi dan Naruto." pikirnya. "Begitu! Jadi kau berhasil melakukannya, Naruto, dan sekarang kalian bertarung bersama ..."

"Sepertinya memang benar, aku juga bisa merasakan chakra Madara." ucap hokage kedua. "Kalau begitu, kita juga harus pergi ke medan perang!!" ucap hokage ketiga.

"Kalian dikendalikan oleh Edo tenseiku, aku bisa membatasi gerakan kalian." ucap Orochimaru. "Kalau kalian tetap mau pergi, kalian bisa pergi setelah pembicaraan ini selesai." lanjutnya.

"Kita bisa bicara nanti!! Apa kau mengerti betapa seriusnya keadaan kalau Madara kembali!?" ucap hokage ketiga. "Aku berada di sisi anak ini." ucap Orochimaru. "Kalau Sasuke tidak puas, aku bisa saja menggunakan kalian untuk menghancurkan Konoha."

"Cih, di saat seperti ini, jutsu ini ..."

"Orochimaru, kurasa kau salah mengerti." ucap hokage kedua. "Mengembangkan keakuratan dan kemanjuran jutsu ini adalah kesalahanmu. Kali ini kami bangkit ke dunia dengan hampir seluruh kekuatan kami." hokage kedua menempelkan telapak tangan di dinding dan kemudian meretakkannya. "Aku tak akan membiarkanmu menahanku dengan Edo Tenseimu. Akulah yang menemukan jutsu ini. Dan pada akhirnya, kakak, bagaimanapun aku akan pergi." ucap hokage kedua.

Tapi tiba-tiba, deg ...
"Cih, aku tak bisa bergerak." ternyata Edo Tensei Orochimaru leih kuat dari yang ia kira.

"Sarutobi, kau telah menciptakan shinobi yang hebat." ucap hokage pertama.

"Adalah suatu kehormatan bagiku dipuji oleh dewanya Shinobi." ucap Orochimaru. "Hahaha, kau menambah kemampuan menahannya dengan menggunakan selku. Tobirama, sepertinya kemampuanmu sudah semakin berkurang."

"Anak ini ... Setelah kurasakan lebih baik baik, hampir seluruh tubuhnya terbuat dari sel kakak." pikir hokage kedua.

"Baiklah, kalau begitu ..." hokage pertama melakukan sesuatu. Orochimaru kaget, "Hokage pertama, dia berbeda. Dia melepas belengguku, aku harus berhati-hati." pikir Orochimaru.

"Tenang saja, Orochimaru." ucap hokage pertama. "Pertama-tama, aku akan membebaskan anak ini dari perasaan yang terus membelenggunya. Aku tak tahu apa yang anak Uchiha ini pilih setelah mendengar kata-kataku, tapi kalau aku tidak mempedulikannya, tidak diragukan lagi dia hanya akan menjadi Madara yang baru. Kalau begitu, meskipun perang berakhir, kemenangan kita tak akan ada artinya."

"Hah, lakukan saja sesukamu, kakak." ucap hokage kedua.

"Oh, yah, mulai dari mana ya? ya, benar ..." hokage pertama duduk dan mulai bercerita. "Berbicara mengenai desa dan shinobi ..."

Flashback ke saat pertarungan antara hokage pertama dan Madara. Hashirama berdiri di atas kayu ciptaannya, dengan gulungan berukuran besar berada di punggungnya. Sementara itu Madara, ia berdiri di atas kepala Kyuubi, dengan mata yang telah berada di mode Eternal.

"Mokuton! Mokuryuu no Jutsu!!" Hokage pertama membuat naga dari kayu yang kemudian melilit tubuh Kyuubi. Akan tetapi, kyuubi mampu menyerangnya dengan bijuudama. "Mokuton! Mokujin no Jutsu!!" Hashirama kembali menciptakan monster dari kayunya dan menyerang, namun Madara tak hanya diam dan kemudian menggunakan Susano'onya.

Pertarungan antara lelaki yang disebut-sebut sebagai dewa para shinobi, melawan duet Uchiha terkuat dan Kyuubi. Setelah ini, sejarah mereka akan terkuak.

"... Aku harus memulainya dari Uchiha dan Senju."


Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/02/versi-teks-naruto-chapter-620.html#ixzz2KwdPwcIl

Februari 05, 2013

alasan mencintai

APAKAH KITA HARUS SELALU PUNYA ALASAN UNTUK MENCINTAI? True love begins when nothing is looked for in return Cinta adalah bahasa terindah di seluruh dunia. Hanya cinta yang bisa membawa kedamaian dalam kehidupan manusia. Namun cinta seperti apakah? Kepada siapapun atau kepada apapun cinta itu, cinta adalah bentuk kasih sayang yang lahir dari dalam hati. Mencintai adalah hal lahiriah yang dimiliki semua manusia. Apakah cinta harus timbul karena suatu alasan? Tidak, kita tidak harus memiliki alasan untuk mencintai. Cinta sejati adalah cinta yang ikhlas kita berikan tanpa mencari imbalan sebaliknya. Cinta tidak ada hubungannya dengan apa yang seharusnya kita dapatkan, tetapi lebih kepada apa yang seharusnya kita berikan. Misalnya saja cinta kasih seorang ibu kepada anaknya, cinta Tuhan kepada hamba-Nya, atau cinta bakti dan kesetiaan seorang istri kepada suaminya, cinta seorang ayah yang membanting tulang untuk nafkahi keluarganya. Semua didasari dengan keikhlasan. Tak ada hitung-hitungan ­ dagang atau alasan-alasan yang harusdipenuhi sebelum kita memberikan cinta.

7 sifat alami wanita

7 SIFAT ALAMI WANITA (Cowo wajib baca!) 1. Wanita suka didengarkan. Jadi kalau dia sedang marah, dengarkan saja. Kalau diladeni, tujuh hari tujuh malam dia tahan bertengkar! 2. Wanita suka kelembutan. Jangan pernah sekali-kali kasar pada wanita, karena wanita bisa menjadi lebih kasar. 3. Wanita suka diberi kejutan-kejutan ­ kecil. Tidak harus memberi emas berlian pada sang isteri, cukup kecupan mesra di kening tapi penuh cinta nan lembut. 4. Sentuhlah wanita dengan kasih yang sesungguhnya. Kasih ini akan membuat wanita memberikan cinta yang lebih. 5. Berikan perhatian setiap saat. Ketika tidur pun sebenarnya wanita ingin diperhatikan. Ketersipuannya menandakan rasa senangnya diperhatikan. 6. Kirim selalu kata-kata mesra yang menggoda. Walau kata-kata cinta terasa biasa, tidak bagi wanita. Kata-kata “Aku kangen kamu sayang”, atau “Sehari tanpa mendengar suaramu, aku bisa gila”, atau “Hanya kamu yang membuatku tergila-gila”, sudah cukup membuat hati wanita melambung ke langit tujuh. Menggetarkan relung-relung hati dan jiwanya. (Ayo ngaku) 7. Wanita memang unik dan special. Sayangi dia, dan Anda akan mendapatkan ribuan kali lipat cintanya.

Alur cerita Naruto chapter 619 versi teks 620

misteri kembalinya Sasuke dan tim Taka serta orochimaru ke konoha sudah terungkap, tujuanya untuk kembali memanggil edo ke empat hokage.
Naruto chapter 619

Keempat Hokage telah bangkit kembali. Jiwa mereka telah dilepas dari tubuh dewa kematian. Jadi, bukan hal mustahil lagi untuk men-Edo Tensei mereka berempat.

"Ini ... Hokage pertama ... Seseorang yang dikatakan sebagai dewa para shinobi, Hashirama yang sesungguhnya ..." ucap Suigetsu.

"Lagi-lagi si bocah Orochimaru." ucap Hokage kedua. "Apa maksudmu?" tanya Hokage pertama. "Kemungkinan dia telah menarik segel dari dewa kematian." ucap Hokage ketiga, "Dan kemudian ia menggunakan Edo Tensei." lanjutnya.

Naruto Chapter 619 - Klan yang Dipengaruhi oleh Iblis
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Apa dia mampu untuk melepaskan segel itu? Orochimaru-san, bagaimana bisa kau melakukannya?" Hokage keempat bertanya-tanya. "Kau terlalu meremehkanku, Minato." ucap Orochimaru. "Sebenarnya, itu adalah teknik segel milik klan Uzumaki. Setelah kehilangan jutsuku, aku mempelajari reruntuhan dan dokumen klan yang sekarang telah menghilang."

"Pertama, ini seperti kita dibuat sadar ..." ucap Hokage keempat. "Huh?" Hashirama kaget. Ketiga Hokage lainnya melihat ke arah dia, dan kemudian hokage pertama tersebut bertanya, "Siapa kau??" ia belum pernah melihat hokage keempat sebelumnya.




"Aku adalah hokage keempat." jawab Minato sambil memperlihatkan tulisan di belakang jubahnya. "Ooh, keempat!!" Hashirama kagum. Orang-orang hanya bisa terdiam. "Begitu ya! Jadi desa tetap stabil untuk waktu yang lama." ucap Hashirama.

"Ehm, aku tak terlalu yakin kalau desanya stabil atau tidak. Sebenarnya aku mati sebelum Hokage ketiga dan disegel." jelas Minato. "Eh? Benarkah? Jadi kau tidak disegel bersama dengan Sarutobi??" tanya Hashirama lagi. "Ya, itu adalah kejadian yang berbeda." ucap Minato.

"Lalu, siapa yang kelima?" tanya Hashirama lagi. Kemudian, Orochimaru menjawab, "Yang kelima adalah cucu anda, putri Tsunade."

Mendengar jawaban itu, Mendadak Hashirama tampak suram. "Tsuna ... Tsuna ... A-apa desa baik-baik saja?" ia khawatir. "Eeh, apa anda khawatir?"



"Hahaha!!" Hashirama kemudian tertawa, "Aku benar-benar sudah merusaknya, karena dia adalah cucu pertamaku. Dia bahkan belajar berjudi dariku, dan itu hanya ... Gahahahahah!!" Hashirama tak bisa berhenti tertawa.

"Dewa para Shinobi ... Entah kenapa sedikit berbeda dari yang ada di otakku." pikir Suigetsu.

"Edo Tensei lagi ... Kau menggunakan jutsuku dengan terlalu mudah." ucap Hokage kedua. "Bagaimanapun ini tidak terlalu rumit. Ini hanya, tidak seharusnya diciptakan." ucap Orochimaru. "Tindakkan politik dan jutsu yang kau ciptakan telah membuat masalah besar setelahnya, termasuk di zaman ini." jelasnya.



"Kau ... apa kau bermaksud untuk menyerang Konoha lagi?"
"Aku sudah menghentikan jutsumu dengan mengorbankan nyawaku, bagaimana ini bisa!?" Hokage ketiga bertanya-tanya. "Kali ini, kau bahkan menggunakan Edo Tensei padaku, gurumu, untuk melawan Konoha!!"

"Hah, dunia memang selalu dipenuhi oleh pertarungan." ucap Hashirama. "Dan benar, ini memang jutsu yang tidak pantas ada. Tobirama, itulah kenapa waktu itu aku memberitahumu kalu ..."

"Tenanglah, kakak. Aku yang akan bicara dengan anak-anak muda ini." ucap Hokage kedua. "Ta-tapi ..." "Tenang." ucap Hokage kedua lagi. Hokage pertama tak bisa melawan.

"Dewa para shinobi ... benar-benar tak punya martabat." pikir Suigetsu.



"Kalian semua jangan salah paham." ucap Orochimaru. "Itu bukanlah rencanaku lagi. Itulah kenapa aku bahkan tidak memblok sikap kalian. Kali ini, aku hanya ingin memberinya kesempatan untuk berbicara pada kalian mengenai harapannya." Orochimaru menunjukkan Sasuke.

"Namaku adalah Uchiha Sasuke, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada kalian." ucap Sasuke. "Sasuke!?" Hokage ketiga kaget. "Seorang Uchiha ... Aku tidak heran kau bersama dengan musuh." ucap Hokage kedua. "Tobirama, sudah kubilang padamu untuk tidak berbicara seperti itu!!" bentak Hashirama. "Kau terlalu lembut." ucap Hokage kedua.

"Tak ada yang perlu dibicarakan mengenaiku. Hokage ketiga, kenapa kau memerintahkan Itachi untuk melakukan itu?"

"Jadi, kaus sudah tahu ya ..." ucap Hokage ketiga. "Aku sudah membunuh Itachi, untuk membalas dendam klan Uchiha." ucap Sasuke.

Hokage ketiga terdiam.



"Setelah itu, aku mendengar dari Tobi dan Danzou dan kemudian memutuskan untuk membalas dendam pada Konoha. Akan tetapi, aku ingin mendengarnya darimu, semua tentang Itachi." ucap Sasuke.

"Aku mengerti ..." ucap Hokage ketiga. Dan setelah menghela nafas sejenak, iapun bercerita. "Setelah memaksanya untuk membunuh keluarganya sendiri, kami menuduhnya sebagai pengkhianat, dan bahkan membiarkannya mengawasi gerak-gerik Akatsuki sendirian. Bahkan sejak dia masih kecil, Itachi menyadariajaran dan segel dari para leluhurnya, sementara orang lain bahkan tidak peduli dengan itu."



"Dia adalah orang yang sensitif, dia mampu merasakan banyak hal tentang shinobi, dan asal mula dari desa. Mungkin itulah kenapa ia tak pernah keluar dari batas klannya dan mampu untuk memikirkan mengenai masa depan shinobi dan desa. Dia sangat mengkhawatirkan hal tersebut." jelas Hokage ketiga.

"Pada usianya yang ketujuh, alasannya sudah seperti seorang hokage. Dia mempercayakan semuanya pada dirinya sendiri, kemudian terus membawanya, menanamkan pada dirinya kalau itu adalah misi yang harus ia emban. Dia membunuh keluarganya sendiri, menghentikan pemberontakan dan sekaligus perang yang mungkin saja akan terjadi, sendirian. Dia bertindak lebih jauh lagi dan masuk ke dalam Akatsuki, sebagai mata-mata untuk melindungi desa. Ini, sebagai persyaratan kalau aku akan melindungimu."

Sasuke hampir menangis, kemudian menundukkan kepalanya, "Jadi ... itu benar ..."



"Itu adalah takdir kutukkan bagi klan Uchiha." ucap Hokage kedua. "Aku tak tahu kalau mereka telah dimusnahkan. Jadi, mereka bahkan mencoba untuk melakukan pemberontakkan, aku sudah menduga kalau mereka akan melakukan hal seperti itu cepat atau lambat. Terdapat jiwa barbar yang secara rahasia mengikuti tekad Madara ..."

"Ya, kaulah yang telah memojokkan Uchiha, Hokage kedua!" ucap Hashirama. "Semua itu dimulai setelah kau menciptakan kepolisian militer Uchiha."

"Apa??" Hokage kedua tidak terima.

"Mereka yang mengendalikan kejahatan, pada suatu saat akan menjadi tidak disukai." ucap Orochimaru, "Terlebih, karena wewenang mereka, mereka menjadi sombong. Dibawah dalih kalau mereka akan mengawasi kriminal, kau membangun markas pusat kepolisian di tempat yang sama dengan penjara, yang sebenarnya juga mengasingkan mereka dari desa. Ini juga menaikkan simpatisan Madara."

"Tobirama!! Sudah kubilang berkali-kali untuk tidak menindas klan Uchiha!!" ucap Hashirama.



"Aku hanya memberi mereka aturan yang cocok untuk mereka." ucap Hokage kedua. "Aku melakukan itu agar mampu menangani dengan segera isu Madara yang baru menunjukkan diri. Kau tahu itu juga kan, klan Uchiha adalah ... Sebuah Klan yang Dipengaruhi oleh Iblis!"

"Kedengarannya seperti kau trauma terhadap Madara. Apa aku begitu takut dengan klan Uchiha?" tanya Orochimaru. "Anak muda, kau tak tahu bagaimana Madara itu." ucap Hokage kedua.

"Hokage kedua, aku ingin bertanya padamu." ucap Sasuke, "Apa itu klan Uchiha? Apa saja yang mereka ketahui?"

"Klan Uchiha dan Senju telah bertarung untuk untuk waktu yang lama. Sebenarnya, dua klan itu saling bermusuhan." ucap Hokage kedua.

"Aku tahu itu, tapi apa yang kau maksud dengan dipengaruhi oleh iblis?"



"Sementara klan Senju menganggap kekuatan mereka adalah cinta dan bukan jutsu, klan Uchiha berpikir kalau jutsu di atas segalanya. Tapi sebenarnya, cerita itu tidak benar." ucap Hokage kedua. Sasuke kaget, begitu juga degan Orochimaru.

"Tak ada klan lain yang menanggap cinta begitu berharga sebesar Uchiha. Itulah kenapa mereka menyegel cinta itu di dalam diri mereka."

"Apa maksudmu!?" Sasuke masih belum mengerti.

"Ketika anggota klan Uchiha mengetahui cinta, itu seperti saat perasaan yang telah mereka segel keluar. Kemudian mereka akan membangkitkan sesuatu yang bahkan lebih kuat dari kekuatan cinta Senju."

"Kalau begitu, bukankah itu malah bagus?" tanya Suigetsu, "Mereka akan mampu hidup rukun bersama senju dengan kekuatan cinta atau semacamnya itu, kan?"

"Akan tetapi, kekuatan cinta mereka terlalu kuat, dan mereka berakhir menjadi liar." jelas Hokage kedua lagi. "Ketika klan Uchiha yang telah mengetahui cinta kemudian kehilangan hal itu, kekuatan itu akan berubah menjadi kekuatan benci yang luar biasa, yang kemudian merubah orang tersebut. Aku sendiri sudah sering melihat hal itu berulang kali." ucap Tobirama.



"Dan setiap kali, selalu ada gejala yang sama." ucap Tobirama. "Gejala?" Sasuke bertanya. "Ketika Uchiha mengalami penderitaan setelah kehilangan orang yang dicintainya atau mengalami keputusasaan, kekuatan spesial akan muncul dan menyebar di otak mereka, yang kemudian berefek pada saraf optik dan mengubah mata mereka. Itu adalah mata yang merupakan refleksi perasaan, Sharingan."

"Sharingan berhubungan dengan perasaan seseorang, dan dengan cepat membuat mereka kuat, bersamaan dengan kebencian dalam diri mereka. Dan tepat sekali, terdapat banyak orang sensitif di antara klan Uchiha. Dan hampir semua yang telah merasakan kekuatan kuat itu akan ditangkap oleh kegelapan, dan berubah menjadi iblis."

"Semakin dalam kegelapan mereka, semakin kuat mata yang akan mereka dapat, dan akan mustahil untuk menangani mereka, seperti kasus Madara."

"Madara benar-benar mencintai adiknya, mungkin lebih besar dari cintamu pada kakakmu." ucap Hokage pertama.

"Aku ingin menjadikan kekuatan Uchiha sebagai sesuatu yang mampu melindungi desa." ucap Hokage kedua, "Akan tetapi, kalau mereka harus berakhir dengan mengorbankan diri mereka sendiri untuk keperluan desa, itu tak bisa ditolong lagi. Dengan melakukan hal itu, mereka tetap akan berguna bagi desa, yah, setidaknya begitu."



"Tobirama!! Tak bisakah kau berhenti membicarakan mereka seperti itu!? Kau sedang berbicara dengan anak Uchiha yang masih polos!" bentak hokage pertama. "Yang paling penting adalah desa, harusnya kau mengerti, kakak." ucap Hokage kedua.

"Aku tidak peduli." ucap Sasuke, matanya telah berubah ke mode mangekyou. "Aku sudah bukan anak kecil yang polos lagi."

Hokage pertama dan kedua terdiam, "Itu bukan tanda sharingan dasar, sebuah mangekyou?" pikir Hokage kedua.

"Hokage pertama ..." Sasuke kembali bertanya, "Aku akan bertanya padamu. Apa itu desa? Apa itu Shinobi di tempat pertama?"


Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/02/versi-teks-naruto-chapter-619.html#ixzz2KNz7DIVu

Februari 03, 2013

Cheat Ninja Saga Achievement 2 februari 2013

Cheat Ninja Saga Achievement 2013 by cheat-afrix

SWF file [DOWNLOAD]
PASS rar : cheat-afrix

1. Download fiddler dan swf filenya
2. Open Fiddler dan drag swf file ke fiddler
3. Open ninja saga dan clear cache browser
4. pergi ke Talent room, enjoy select achievement

Februari 02, 2013

Alur cerita bleach chapter Bleach 525 versi teks 523

Alur cerita bleach chapter Bleach 525 
Pertarungan itu masih terus berlanjut. Dentingan pedang yang saling bersilang terdengar begitu nyaring di tengah kegelapan. Tak seperti pertarungan dua Kenpachi seperti biasanya, tak ada orang lain yang menjadi saksi pertarungan mereka berdua. Tak ada shinigami yang mengelilingi medan pertempuran mereka. Hanya ada mereka berdua yang bergelut dalam gelapnya penjara itu.

Unohana masih berada di atas angin. Setiap tebasan yang dia lancarkan dapat mendarat dengan sempurna di tubuh Zaraki, menyisakan sayatan-sayatan yang mengalirkan cairan merah. Walau begitu, mulut Zaraki masih menyeringai walaupun kini badannya sudah penuh dengan darah.

Namun, dibalik mulutnya yang tersenyum lebar, pikiran Zaraki penuh akan sesuatu. Pikirannya kini sedang tak menyatu dengan ayunan pedangnya. Hingga membuat Unohana dapat menangkisnya dengan sangat mudah.

"Buka matamu!! Lagi-lagi, aku kehilangan kesadaran lagi. Terus saja begini. Terus dan terus lagi.." Gumamnya dalam hati. "Aku hilang kesadaran di tengah-tengah pertarungan lalu segera sadar lagi. Jadi ingat masa lalu. Bertarung memang menyenangkan, tapi aku tak pernah kehilangan kendali atau kesadaran. Cuma sekali pernah begitu. Cuma saat itu, sewaktu melawanmu. ."

Waktupun bergulir ke ratusan tahun yang lalu seiring dengan dentingan pedang yang terdengar. Menunjukkan kisah ratusan tahun yang lalu yang tak akan pernah terlupakan oleh keduanya. Terlihat seorang perempuan berdiri dengan pandangan matanya yang terlihat sayu. Rambut panjangnya, lurus teruai begitu saja. Perempuan itu telah memakai Haori sebagai pertanda dirinya memiliki kedudukan tertinggi di sebuah divisi. Walau begitu, pakaian berwarna putih itu telah kotor, lusuh, seolah menunjukkan bila dirinya telah dipakai dalam sebuah pertarungan.

"Taichou!" Seseorang dengan pakaian hitam mendatanginya, bawahannya, tentu saja. Wajah laki-laki itu terlihat begitu resah, walaupun setiap kata yang dia utarakan penuh dengan rasa hormat pada atasannya. "Ini mustahil, Sejauh apa pun kami mencari di Rukongai, saya pikir kami tak akan bisa menemukan orang yang cukup kuat bagi anda..."

Wanita itu menoleh. Ekspresi wajahnya masih datar, tak menunjukkan perubahan sedikit pun. Bila dilihat lebih dekat, tangan kanannya masih memegang sebuah Nodachi, masih berlumurkankan darah, meneteskan beberapa butir darah yang masih tersisa pada bilah tajam itu.

"Kau menyadari niat asliku.." Ucap wanita itu pelan.

"Jelas!. Tujuan misi ini katanya adalah untuk menundukkan petarung di pinggir Rukongai demi menjaga kedamaian Seireitei. Apa ada alasan lain kalau misi seperti itu perlu menyertakan anda?" Masih dengan rasa hormat, laki-laki itu menjawab perkataan sang taichou. Dia tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, walaupun di samping sang taichou bertumpuk puluhan mayat yang terlah tersusun hingga berbentuk gunung. Bawahan itu seolah sudah biasa melihat hal mengerikan seperti itu. Tak ada yang berlu dia takutkan. "Menebas orang-orang ini tak ada gunanya. Kurasa tumpukan mayat ini mewakili seberapa tidak puasnya anda, taichou!"

Namun, laki-laki itu langsung kaget saat mendengar sang taichou menanyakan sesuatu yang tak pernah dia duga. Perempuan itu --Unohana Retsu. Ah bukan, mungkin saat itu dia dikenal dengan sebutan Yachiru, menanyakan pada bawahannya siapa yang telah membunuh orang sebanyak itu.

"Hah?! Ehm... Bukannya anda yang membunuh mereka, taichou?!." Sang anak buah hanya bisa kembali bertanya.

Tapi, sebelum Unohana menjawabnya, dia telah menyadari sesuatu, sosok anak kecil telah duduk dipuncak gunung mayat itu, tatapan wajahnya tajam seperti pedang yang dia bawa. Tubuhnya berlumurkan oleh darah, seolah cairan merah itu menjadi kebanggaan sendiri baginya.

"Siapa bocah itu?." Tanya sang anak buah.

Tak ada yang menjawab, bahkan Unohana sendiri tidak mengenali sosok anak kecil itu. Anak kecil itu langsung melompat, mengayunkan pedangnya hingga menancap tepat pada dada sang wanita berambut panjang itu. Pertarungan pun terjadi diantara keduanya.

"Dalam pedang. Dalam bertarung. Untuk itu aku berkelana dari satu tempat ke tempat lain mencari sesuatu yang bisa memuaskan pedangku. Mungkin karena itulah pedang kita memutuskan untuk mendorong satu sama lain. Kebahagiaan, Aku tak menyangka aku bisa menemukan nikmat seperti ini dari bertarung melawan bocah." Besit Unohana. " Dan bocah itu adalah yang membelenggu dirinya sendiri di kemudian hari."

Waktu kembali ke masa kini. Ingatan itu telah sirna dari kepala Zaraki. Dirinya kembali tersadar sedang berada dalam pertarungan hidup mati melawan seorang perempuan-yang-tidak-biasa.

Zaraki berhasil melakukan serangan. Tebasannya berhasil mengenai lengan Unohana. Dan pada akhirnya tubuh beperempuan itu berhasil mengeluarkan darah. "Berhasil! Dari tadi aku mencoba menanggapi ayunan pedangnya. Tapi sekarang aku sudah refleks melakukannya. Setiap kali aku kehilangan kesadaran dan kembali rasanya seperti lahir lagi."

Kini, giliran Unohana yang tenggelam dalam setiap masa lalu yang dia ingat. Tentang setiap pertempuran yang dilakukan oleh seorang Zaraki, hingga pertempuran melawan dirinya ratusan tahun lalu.

"Zaraki Kenpachi. Kau mungkin tak sadar di alam bawah sadarmu kau membelunggu dirimu sendiri dan kekuatan bertarungmu. Kenapa ka cuma kalah tipis melawan Kurosaki Ichigo? kenapa kau cuma menang tipis melawan Nnoitra Gilga? ." Batin Unohana terus bergejolak memikirkan laki-laki yang menjadi lawannya. ""Lawannya kuat". Kelihatannya seperti itu dari mata orang lain. Tapi aku tahu bukan itu alasannya. Ini karena kau sendiri yang sangat membatasi kekuatanmu. Saat pertarungan itu kita berdua merasakan kebahagiaan yang belum pernah kita rasakan. Tapi cuma kau, di saat pertarungan itu yang membuatmu berbeda dengan yang sekarang, kau menemukan nikmatnya bertarung sampai titik darah penghabisan. Itulah dosaku.."

" Kau sangat bahagia. Kau cuma menemui orang-orang lemah di sekitarmu. Tak ada lawan untuk menguji pedangmu. Bagimu, aku adalah lawan pertama yang bisa menyeimbangi kekuatanmu. Tapi dulu aku lebih lemah darimu. Pertama kalinya kau bertemu orang yang bisa kau panggil "lawan", kau mengira kalau kau kehilanganku, maka kau akan kehilangan kesempatan menikmati pertarungan lagi. Untuk menyesuaikan dengan kelemahanku, kau tanpa sadar dalam ujung kegelapan membelenggu kekuatanmu sendiri." Unohana masih tenggelam dalam kesadarannya. "Aku sangat menyedihkan. Kau menyegel kekuatanmu sendiri karena kelemahanku. Tapi aku sadar setiap kali kau melawan musuh yang kuat dan sampai di ambang kematian sedikit demi sedikit, kau merusak belenggumu dan berjalan semakin dekat ke dirimu yang dulu. Aku memang kuat. Aku lebih kuat dari siapa pun, kecuali dirimu.."

...

Walau tubuhnya berhasil dilukai, tapi setiap serangan yang dia lakukan tak berkurang sedikitpun. Tebasan kembali Unohana daratkan di tubuh Zaraki, namun sesaat luka itu sembuh, dan sesaat itu pula tebasan lain dia lancarkan, berulang ulang.

"Karena itulah aku akan membunuhmu. Ratusan, ribuan kali. Karena itulah aku akan menyembuhkanmu, terus dan berulang kali, sampai kau kembali ke dirimu yang dulu. Dan lampauilah aku. Tujulah tempat yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.." Ucapan Unohana begitu yakin, seolah sosok yang telah dinantikannya ini sudah bangkit, menjadi seperti yang dia kenal. "Majulah!"

Namun, laki-laki berambut jabrik itu masih belum roboh. Dia masih berdiri, dan pada akhirnya seringai di mulutnya kembali tercipta. Serangan balasan yang dia lakukan berhasil membuah Unohana Tersudut. tebasannya berhasil mengarah pada tubuh perempuan itu.

Alur cerita Naruto Chapter 618 versi teks 619

Alur cerita Naruto Chapter 618
Sebelumnya : Naruto Chapter 617

Sasuke dan tiga rekannya telah sampai di depan sebuah bangunan semacam kuil yang tampak sudah hancur parah. "Kelihatannya tempat ini sudah lama tidak digunakan." ucap Orochimaru. "Benar-benar hancur." ucap Suigetsu, "Yah, bagaimanapun tempat ini cukup jauh dari desa." lanjutnya.

Sementara itu, Sasuke sudah masuk. Di dalam sana, terdapat suatu ruangan yang memajang puluhan topeng iblis. "Yang mana?" tanya Sasuke pada Orochimaru yang juga sudah masuk. "Hmm, coba kita lihat, yang ..."



Orochimaru mengingat-ingat dan kemudian melilit salah satu topeng dengan ularnya. "Ini dia." ucap lelaki ular itu. "Uhh, tempat ini sedikit menakutkan, kalau sudah ketemu, ayo cepat pergi dari sini." ucap Suigetsu. "Ya, ayo kita pergi ... Menuju tempat dimana semua rahasia berada." ucap Orochimaru.

Naruto Chapter 618 - Seseorang yang Tahu Segalanya
Teks Version by www.Beelzeta.com

Setelahnya, mereka berempat pergi ke tengah desa, Konohagakure. Suasana sedang tidak begitu ramai, dan mereka berempat menggunakan jubah yang menutupi kepala. Jadi, tak ada yang tahu.

Saat dalam perjalanan, di tengah jalanan desa, tiba-tiba Sasuke meloncat, meloncat ke atas sebuah bangunan yang cukup tinggi. Dan dari sana, Sasuke mengamati keadaan desa. "Tempat ini ... sudah cukup banyak berubah." ucapnya.




"Apa yang Sasuke lakukan?" Suigetsu bertanya-tanya. Kemudian, Orochimaru menjelaskan kalau, "Itu seperti sebelum aku memutuskan untuk menghancurkan Konoha."

"Apa?"

"Dia dan desa ini mungkin sudah berubah. Tapi bagaimanapun, tempat ini adalah tempat kelahirannya. Ia butuh waktu untuk berpikir, memikirkan mengenai masa lalu dan mengkonfirmasi ulang ketetapan hatinya." jelas Orochimaru.

"Heeh, kau sendiri, apa kau sudah tidak menginginkannya lagi? Untuk menghancurkan Konoha." ucap Suigetsu. Orochimaru hanya tersenyum. Kemudian, Suigetsu kembali berbicara, "Kau tahu, kalau dipikir-pikir, kami termasuk orang-orang terbaikmu. Dan sekarang, kita semua telah berada di dalam Konoha. Orang-orang kuat mereka sedang pergi berperang, bukankah ini kesempatan yang sangat bagus untukmu?"

"Tepat sekali." ucap Orochimaru. "Tapi, kau membuat satu kesalahan." lanjutnya. Suigetsu dan Juugo bertanya-tanya. Kemudian Orochimaru berkata, "Sekarang kalian sudah bukan ular lagi."

----- Naruto Chapter 618 -----

Setelahnya, mereka berempat sampai di kuil Nakano, kuil klan Uchiha. Lebih tepatnya, kuil Nakano yang sudah porak poranda. Di sana terdapat suatu balok batu bergambarkan sharingan dengan segel. Dan dengan suatu jutsu, Sasuke membukanya, hingga tampak tangga menuju ke bawah.

"Heeh, jadi kau butuh jutsu untuk membuka pintu batu in ya." ucap Suigetsu. "Tak ada yang tersisa dari bangunan kuil Nakano ini lagi, benar-benar hancur." ucap Orochimaru. "Tampilan luar bukanlah masalah, yang terpenting adalah apa yang ada di dalam. Ayo masuk." ucap Sasuke. Dan setelahnya, merekapun masuk.

Di dalam, terdapat suatu altar batu bertuliskan huruf segel. Di sanalah, Orochimaru akan memulai sesuatu. Ia melepas jubahnya, dan kemudian memakai topeng yang tadi diambilnya. Dan, "Gyaaaah!!!" Aura dewa kematian, Shinigami seperti yang digunakan Hokage ketiga saat melawan Orochimaru dulu menyelimuti tubuh Orochimaru.



Flashback saat masih di dalam perjalanan menuju Konoha. "Untuk melakukan apa yang tertulis di dalam gulungan, pertama-tama kau butuh topeng shinigami. Kau bisa menemukannya di dalam kuil topeng klan Uzumaki yang terdapat di pinggir desa. Kemudian, kau harus membiarkan shinigami dari shiki fuujin mengendalikan tubuhmu untyk membuatnya keluar. Kalau kau memotong perutnya, segelnya akan lepas. Tapi, aku harus dijadikan sebagai korban. Ini juga akan mengembalikan tanganku yang ada di dalam perutnya."

Orochimaru telah melakukannya. Perutnya berlumuran darah, namun kedua tangannya telah kembali.

"Kalau aku bisa mengembalikan tanganku, aku akan mampu untuk menggunakan Edo Tensei, dan ... membangkitkan mereka berempat." jelas Orochimaru waktu itu. "Tentu saja, aku yakin kalian sudah tahu kalau aku butuh sesuatu untuk itu."

"Aaah!!! Apa kau berencana untuk menjadikan kami sebagai wadah Edo Tensei!?" tanya kaget Suigetsu. "Fufu, ide yang bagus." ucap Orochimaru. "Tapi, ada pilihan yang lebih bagus. Meskipun kalian tidak bisa melihatnya."

Kembali ke masa sekarang, "Juugo, Sasuke, Suigetsu, bersiaplah!!" ucap Orochimaru.

"Ya!" Suigetsu melakukan sesuatu terhadap Sasuke, dan tiba-tiba enam sosok Zetsu putih keluar dari tubuhnya.

Kembali ke penjalasan, "Juugo, kau gunakanlah kekuatan segel kutukanmu. Dengan itu, Zetsu yang Tobi gunakan untuk mengawasi tubuh Sasuke akan merespon dan keluar."

"Sial ... bagaimana bisa!?" ucap kaget Zetsu putih. "Aku tahu semuanya dari eksperimenku terhadap sel Hashirama." jelas Orochimaru. "Dan juga tentang kemampuan merasakanmu. Enam dari kalian, Tobi benar-benar berhati-hati."

Kembali ke penjelasan, "Saat aku mendapat kembali chakraku dari Kabuto, aku juga mendapat informasi darinya. Dia telah mencaritahu tentang enam Zetsu yang ada di dalam Sasuke dan tahu tentang mereka. Lalu, aku memiliki DNA mereka berempat. Aku juga suka mengoleksi, kalian tahu ..."

Kembali ke kuil, "Suigetsu, Juugo, uruslah dua Zetsu yang tersisa." Empat zetsu putih telah ditangkap dan disiapkan untuk menjadi wadah Edo Tensei. Kemudian, "Edo Tensei no Jutsu!"

Orochimaru menggunakan jutsu itu. Dan sebelum ia benar-benar mati, ia keluar dari tubuhnya. Ya, bagaimanapun ia ular yang bisa berganti kulit. "Mereka datang ..." ucap Orochimaru, "Seseorang yang tahu segalanya."

Mereka telah bangkit, "Para Hokage sebelumnya."



Dengan bebasnya jiwa mereka dari shinigami, keempat legenda itupun berhasil dibangkitkan kembali. Apa yang sebenarnya mereka ketahui? Rahasia apa yang ingin Sasuke ketahui dari mereka?


Sumber : klik