Laman

Desember 23, 2012

Cheat Dragon City Hack Gem Permanent Desember 2012


Cheat Dragon City Hack Gem Permanent NEW 23 Desember 2012

Magi Episode 11 - 12 Subtitle Indonesia

Magi Episode 11 Subtitle Indonesia

Cheat perjuangan semut gold permanen

Cheat perjuangan semut gold permanen
tool
cheat engine

Hunter X Hunter episode 60 subtitle Indonesia

Hunter X Hunter episode 60 subtitle Indonesia

DOWNLOAD [Indo]


SUMBER : Naruto Bleach Lover & Qiura49

Desember 19, 2012

alur chapter naruto 614 versi teks 615


Sebelumnya : Naruto Chapter 613

"Shikamaru ..." Chouji khawatir akan keadaan Shikamaru. Akan tetapi, pemuda itu tetap tegar dan hanya berkata, "Kita sedang berada dalam pertempuran! Tak perlu ada komentar yang tidak perlu. Kau juga, Ino. Kita semua akan melakukan apa yang ayahku katakan."

Kelihatannya, strategi yang hendak Shikaku beritahukan telah sampai pada mereka.

"A-apa maksud semua ini?" Naruto bertanya-tanya. Kemudian Neji datang padanya dan berkata, "Maksudnya kaulah kunci dari strategi ini."

"Bukan itu! Maksudku, apa yang terjadi pada Shikaku dan Inoichi!?"

Neji terdiam.

Naruto Chapter 614
Untukmu

Sebelum Neji sempat menjawab pertanyaan Naruto, Juubi kembali menyerang. Dengan ekornya, ia menghempaskan shinobi-shinobi yang ada di belakang Naruto. "Gyaaaahhh!!!" Teriak mereka.

"Neji!!" Ayah Hinata berlari, "Putar kanan!"
"Ya!!" Ia dan Neji kemudian menggunakan jurus mereka untuk menghalau serangan Juubi. "Hakkeshou Kaiten!!" Putaran mereka berdua berhasil menahan ekor Juubi.

"W-wow, Hyuuga benar-benar kuat!! Neji sungguh jenius ..." Naruto terpaku melihat serangan itu.

"Apa mereka berhasil mementalkannya!?"
"Itu adalah teknik klan Hyuuga dari Konoha!" ucap seorang shinobi aliansi yang kelihatannya berasal dari luar Konoha. "Dulu saat masih perang kami susah payah menghadapinya."

"Jangan lengah, Naruto!!"
"Kita sedang berada dalam medan perang, dan kita sedang bertarung!!" ucap Neji dan pamannya, "Beberapa orang mungkin mati ... Tapi, kalau kita kalah dalam perang ini, semua orang akan mati!"

"Ya, aku tahu itu!" ucap Naruto.

"Aku yakin kalau ayah Shikamaru dan Ino akan senang, sebagau seorang shinobi, mereka pergi sebelum anak-anak mereka, seperti ayahku." ucap Neji. "Untuk strateginya, kita butuh kekuatanmu, Naruto!! Dan untuk membuatya berhasil ..."
"Kami akan melindungi Naruto-kun sampai akhir!!" Seorang gadis Hyuuga juga telah bersiap di sebelah Neji.

"Hinata!?"

"Berhati-hatilah!! Klan Hyuuga adalah yang terkuat dari desa Konoha!!" ucap ayah Hinata.

----- Naruto Chapter 614 -----

Di sisi Obito dan Madara, "Aku ingin segera menyerang sebelum mereka memulai kembali pembicaraan yang tanpa akhir itu, tapi aku tak mampu mengendalikan Juubi sepenenuhnya."

"Ayo kita lakukan dengan ini sebelum perubahan selanjutnya. Ini akan bekerja." ucap Madara. "Kelihatannya kau belum bisa mengendalikan Juubi sepenuhnya sebelum menjadi jinchirikinya." ucap Obito.

Sejenak Madara terdiam, kemudian menjelaskan, "Untuk menjadi jinchurikinya, aku butuh tubuh hidup sungguhan, bukan sekedar mayat bergerak yang diciptakan oleh Edo Tensei."

"Alasan kenapa kau tidak memusnahkan pasukan aliansi di depan kita dengan Bijuudama, adalah karena kalau kau melakukannya, aku juga akan mati, begitu kan? dan kau tak ingin hal itu terjadi." ucap Obito. "Karena untuk menjadi jinchuriki, kau butuh benar-benar dibangkitkan. Dan untuk melakukan itu, aku harus mengorbankan nyawaku sendiri untuk meggunakan jutsu Rinne Tensei padamu. Dengan kata lain, pada posisimu sekarang, terpaksa kau harus menuruti segala perintahku, jangan lupakan itu."

"Kau tumbuh menjadi sedikit lebih sulit untuk diajak bersepakat ya." ucap Madara.

"Sejak awal aku memang tidak berniat untuk menjadi temanmu." ucap Obito.
"Hmm, ya sudah, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

"Kita akan melanjutkannya, mengajarkan rasa keputusasaan yang lebih dalam pada mereka."

Dari ekor-ekornya yang menyerupai telapak tangan, Juubi menembakkan jarum-jarum dari kayu tajam, besar, dan sangat amat banyak. "Mokuton : Sashiki no Jutsu!!"

"Gyaaaahh!!!" Beberapa shinobi tertusuk oleh duri-duri raksasa tersebut, tertusuk menembus tubuh mereka.

"Terlalu banyak, tahan serangannya!!" Neji dan keluarganya kembali menggunakan jutsu mereka untuk menepis hujan duri tersebut. Karena bagaimanapun, jumlah sebanyak itu mustahil untuk bisa dihindari, sama seperti air hujan yang jatuh.

"Aku bisa saja menghentikannya untuk beberapa waktu menggunakan jutsu elemen tanahku sampai kekuatan Kyuubi kembali, tapi aku butuh waktu untuk mengumpulkan chakra." Pikir Kitsuchi, komandan divisi kedua.

"Ukhhh!!!" Banyaknya serangan bahkan sampai membuat Neji terkena. "Terlalu banyak, kecepatan putaranku masih belum cukup." Pikirnya.

Namun begitu, apa yang tadi Neji dan yang lainnya lakukan sudah cukup untuk memberi Naruto waktu. "Terimakasih, Neji! Berkat kalian aku mampu ke saga mode!"

Naruto telah bersiap dengan Rasenshuriken di tangannya, dan kemudian ia melempar serangan itu. Menerobos hujan duri, kemudian meledak dan menghalau sebagian besar tembakan yang menuju ke arah mereka.

Akan tetapi, setelahnya serangan terus saja berlanjut. Naruto kembali lagi menggunakan rasenshuriken untuk menghalau serangan. Namun pada akhirnya, ia kelelahan dan rebah, "Haah, haah ..."

Sebuah duri hampir saja mengenai tubuh Naruto, namun untuk Hinata melindunginya.

Tak berhenti dengan serangan itu saja, Juubi kembali menggunakan ekornya yang berbentuk tangan itu untuk menyapu para shinobi aliansi.

"Hakke Kuuhekishou!!" Ayah Hinata menghalau ekor Juubi dengan serangan yang kuat. Namun meski ditahan, Juubi kembali mampu menembak dari ujung jari telunjuknya, dan kali ini menuju tepat ke arah Naruto.

"Sial! Serangan terarah? Jumlah serangannya terlalu banyak!" Pikir ayah Hinata, "Kuushou Hinata dan Neji tidak akan tepat waktu!!"

Namun dengan beraninya, Hinata menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindungi Naruto dari tembakan duri-duri tajam itu.

"!!?"

"Doton : Sand no Jutsu!!!" Kitsuchi dengan elemen tanahnya menciptakan balok batu raksasa yang menjepit tubuh Juubi. "Sekarang!!!"

Juubi tertahan, dan para shinobipun kembali menyerang.

Sementara itu, di sisi Naruto, "Tim Medis!!!" Ia berteriak, karena keadaan seseorang di depannya benar-benar sangat parah. Dan ternyata itu bukanlah Hinata, melainkan Neji. Tak mau Hinata mengorbankan dirinya, Neji sendiri yang langsung melindungi Naruto dengan tubuhnya. "Tim Medis!!"

"Tidak ... Aku ... Sudah siap ..." ucap Neji, yang punggungnya telah tertembus oleh duri-duri kayu.

"Neji!!"
"Neesan ..."

"Naruto ...
Hinata-sama ...
Aku real, mati demi kalian ...
Hidupku, adalah milik kalian ..."

"Ke-kenapa? Kau adalah Hyuuga ..."

"Di masa lalu, kau telah membebaskanku dari nasib terkutukku ..." Neji teringat masa lalu. Ketika Ujian Chuunin, saat ia berhadapan dengan Naruto, saat itu Neji berkata padanya : "Kau hanyalah kegagalan, dan itu tak akan pernah berubah. Beritahu aku, kenapa kau begitu keras kepala merubah takdirmu!?"

"Karena kau berkata kalau aku adalah kegagalaan ..." Balas Naruto saat itu.

Flashback berakhir, kembali ke Neji yang telah benar-benar sekarat, dan Naruto bertanya, "kenapa kau real ... untuk mengorbankan hidupmu demi aku?"

"Karena ... kau berkata kalau aku seorang jenius ..." Untuk terakhir kalinya, Neji tersenyum, dan tanda di dahinya perlahan mulai memudar. "Ayah ... akhirnya aku mengerti ... Kebebasan yang ayah rasakan saat memilih untuk mati demi melindungi rekanmu ..."

Seekor burung terbang ke udara, membawa perasaan Neji yang telah terbebas dari segalanya. Tapi tak lama burung itu mengepakan sayapnya, duri Juubi menusuk dan membunuhnya.

"Oarghhh!!!!" Juubi melepaskan diri dari belenggu batu Kitsuchi. dan dari atas sana, Obito berteriak pada Naruto, "Bukankah kau bilang kalau kau tak akan membiarkan temanmu mati, Naruto!?"

Hinata meneteskan air mata, sementara Neji telah wafat sebagai pahlawan.

Bersambung ke Naruto Chapter 615

Desember 18, 2012

alur bleach chapter 521 versi teks 522

Bleach chapter 520
Kenpachi generasi pertama, tak ada yang menyangka bila Yonbantai taichou inilah adalah seorang Yachiru yang begitu dikagumi oleh Zaraki. Tak ada yang menyangka bila shinigami terkuat pada masanya ini masih hidup, masih berdiri di tengah-tengan Soul Society.
Bleach chapter 521

Chapter 521 Piggy Party [Text Version]
..........

Sesuatu yang dikatakan oleh Royal Guard skarang memang sudah terjadi. Kini, kekosongan Soutaichou telah terisi. Kyouraku, salah satu shinigami senior yang pernah menjabat sebagai taichou menggantikannya. Tak ada yang lebih cocok dari sosok sang flamboyan yang satu ini. Walaupun belum ada yang tahu bagaimana dengan kekuatan yang dimilikinya, tak ada, kecuali Ukitake, mungkin.

Kenyataan lain yang selama ini terpendam kini mulai muncul ke permukaan, secara perlahan. Unohana Retsu, Yonbantai Taichou yang selalu mengumbar senyum, ternyata mempunyai masa lalu yang begitu mengejutkan. Tak ada yang mengira bila shinigami yang ahli dalam pengobatan ini adalah Kenpachi Generasi pertama, Unohana Yachiru.

Di saat di Soul Society terjadi pergeseran kekuasaan, Ichigo dan Renji masih terlempar di udara menuju tempat selanjutnya. "UWAAAAAH" Keduanya berteriak sekeras yang dia bisa. Sama sekali tak mengerti apa yang harus dia lakukan selanjutnya, setidaknya bagaimana cara mereka mendarat dengan selamat.

"Sana jatuh duluan, biar bisa jadi bantalan!!!" Teriak Ichigo sembari mencoba menendang Renji.

"Sialan! Itu bagianmu!! Aku masih sekarat!! Bisa-bisanya kau bilang begitu?! Sekali-kali jangan jadi pengecut dong!" Balas Renji membalas tendangan Ichigo.

"Coba ulang lagi barusan kau bilang apa?!"

Kemudian perhatian keduanya teralih pada sosok yang mereka kenal sebelumnya. Boneka singa berwarna kuning, yang terselip dibalik shikakushou milik Ichigo.

"Kebetulan! Sana jadi bantalan!!" Ucap Renji.

Sesaat Kon yang tadi hanya seukuran seperti boneka kecil lainnya tiba-tiba membesar, entah bagaimana terjadi, mungkin karena Renji tak sengaja menekan tombol di perutnya. Tapi, hal ini merupakan kabar baik bagi mereka karena Ichigo dan Renji berhasil mendarat dengan sempurna di tubuh besar Kon.

"Cih... Hampir saja. Bisa-bisa aku luka parah jatuh dari ketinggian macam tadi." Ucap Renji.

"Itu sih kau saja yang payah... Kalau aku sih bisa mendarat dengan gampang tanpa terluka." Singgung Ichigo.

"Apa katamu?" Sanggah Renji. "Ngomong-ngomong kenapa dia bisa ada di sini?"

"Paling dia menyelip masuk shihakusho-ku waktu keributan tadi. Kurasa dia sudah berharap macam-macam begitu mendengar akan berendam di pemandian air panas. Tapi begitu dia tahu pemandiannya cuma berisi laki-laki tua berotot, dia cuma sembunyi."

"Masuk akal..."

Lalu, tiba-tiba datang sosok besar yang berdiri di belakang mereka berdua. Tangan besarnya langsung menghantam kepala kedua shinigami itu. "Selamat datang!!!" Teriaknya seolah dia tak pernah melakukan satupun kesalahan. Renji dan Ichigo, telah terlempar cukup jauh dari dirinya berdirinya tadi. Bergelantung di pinggiran piringan yang menjadi wadah kota melayang itu.

"Syukurlah kalian sampai dengan selamat, Ichigo-chan, Renji-chan!! Selamat datang di Istana Gaton!*" Ucap sosok besar yang ternyata adalah Kirio Hikifune. Masih seperti nadanya yang selalu bahagia, kali ini wajahnya juga masih memancarkan keceriaan. "Kalian adalah tamuku yang istimewa!!"
*) Istana Babi yang Tidur

"Kenapa orang-orang di sini semuanya berbuat berlebihan?!" Keluh Ichigo.

Akhirnya keduanya di bawa ke dalam istana milik mantan Taichou divisi dua belas ini. Tak ada lagi onsen di sana. Namun, kali ini mereka berdua dihadapkan oleh sesuatu yang luar biasa. Di sana tersusun makanan yang berukuran raksasa. Seolah perlu ribuan gigitan untuk menghabiskan satu porsi makanan yang ada di sana.

"Rasakan ini!! Kelihatannya enak! Coba yang ini!!" Ucap Kirio dengan nadanya yang masih terdengar riang. Tangan-tangannya lihai memilah-milah makanan yang ada di depannya. Ichigo dan Renji sama sekali tak mengerti dengan apa yang ada di depan mereka, keduanya masih bengong...

"Apaan... Ini... Kukira maksudnya tadi bilang "tamu istimewa" karena kita akan dilatih dengan keras, tapi kenapa dia justru menyiapkan makanan..." Ucap Ichigo pelan.

"Mana kutahu..." Sambung Renji menyetujui.

Tapi, Kon yang bersama mereka telah menyantap makanan terlebih dahulu, mulunya langsung penuh dengan makanan yang tersedia sangat banyak di depan mereka. " Ini benar-benar... mantap!! Ayo makan, ayo makan! Aku benar-benar lapar!!"

"Bodoh!!" Teriak Ichigo sambil menarik Kon menjauh dari makanan di depannya. "Mana ada makanan gratis!! Pasti ada sesuatu di balik ini! Jangan lengah!!"

"Ya ampun... Terlalu lama berteman dengan Urahara Kisuke kelihatannya membuatmu jadi terlalu curiga." Ucap Kirio sambil tersenyum. "Jangan terlalu khawatir! Istana Gaton adalah istana makanan! Tugasku adalah mengisi perut kalian!! Dan tugas kalian adalah makan sampai kenyang! Sekarang, Ayo makan! Kalian pasti sangat lapar sekali, 'kan?"

Ichigo dan Renji hanya kembali terdiam, lalu perut mereka berbunyi dengan tiba-tiba. "Oh... Ooh?!Berhubung sudah dibilang begitu, kalau begitu aku akan makan sampai mual!" Ucap Ichigo sambil mengambil makanan yang ada di dekatnya. Memasukkan kemulutnya dan menelannya dengan begitu lahap.

"Ayo makan, Ichigo!" Perintah Renji telat.

"Jelas! Terima kasiiiih!!!"

Kirio yang berada di samping mereka hanya tersenyum melihat tingkah kedua shinigami itu. " Benar-benar semangat! Ayo, makan sampai kenyang! Akan kusiapkan pencuci mulutnya." Ucapnya sebelum pergi dan masuk ke dalam suatu ruangan.

"Ini benar-benar surga!! Aku tak bisa berhenti makan, Renji!!" Ucap Ichigo dengan makanan yang masih penuh di dalam mulutnya.

"Kadang aku bisa berhenti sih, kalau menemukan makanan aneh.." Jawab Renji. Namun, mulutnya berhenti mengunyah setelah matanya melihat sesuatu yang aneh di depannya. bentknya seperti ulat, namun dengan ukuran yang lebih besar. "Ini apaan...?" Namun tangannya langsung mengambil makanan ber bentuk aneh itu dan langsung mengunyahnya. "Aku tak percaya makanan yang berbentuk menjijikan seperti ini bisa terasa sangat lezat!! Teksturnya juga sangat lembut, dan rasanya... meleleh di lidahku, seakan-akan ada letupan kembang api di seluruh mulut!!"

"Berisik. Penjelasan bodohmu malah membuat makanannya jadi terasa tidak enak." Teriak Ichigo.

"Ha? Kau sudah selesai? Aku masih bisa makan."

"Apaan, aku juga masih bisa! Aku cuma istirahat sebentar!" Sanggah Ichigo. Namun, wajahnya tiba-tiba meredup seolah mengingat sesuatu. "Oi, Renji."

"Apa..."

"Tidak apa-apa kita berbuat begini...?" Tanya Ichigo dengan suara yang tidak semangat seperti tadi. "Semua orang di Soul Society bersiap-siap kalau ada serangan berikutnya. Sementara kita di sini... tidak peduli dengan keadaan di luar... cuma mandi dan makan sepuasnya. Apa semua yang kita lakukan di sini bisa membuat kita jadi lebih kuat...?"

"Kau benar-benar tolol ya? Coba pikir. Kita terluka parah karena bertempur. Jadi kita mandi untuk menyembuhkan lukanya. Sementara lukanya sembuh, kita kelaparan. Jadi sekarang kita makan di sini. Ini semua wajar saja. Kalau kau cuma latihan tanpa menyembuhkan diri atau makan, kau bakal mati. Kau cuma bisa bertahan dari latihan keras kalau tubuhmu sanggup."

"Tahu tidak... Ternyata kadang-kadang kau bisa jadi pintar juga..." Ucapan Ichigo sekarang kembali seperti semula.

"Sialan!! Kalau sudah mengerti, sana makan lagi!"

" Tak perlu disuruh! Aku akan makan lebih banyak darimu!!"

"Haha~" Terdengar suara lain yang menganggu percakapan mereka. "Seperti yang dibilang Renji-chan! Ternyata lencana fukutaichou itu memang bukan cuma pajangan!"

Dari Suaranya, memang sangat jelas itu adalah Kirio Hikifune. Tapi, kali ini benar-benar seperti orang berbeda yang berdiri di hadapan Ichigo dan Renji, hingga membuat mereka memuntahkan makanan yang ada dimulutnya karena melihat sosok perempuan itu. Ichigo, Kon, dan Renji sama sekali tak mengeluarkan sepatah katapun.

"Kurasa kalian sudah paham apa yang mau kukatakan!" Ucap perempuan berparas cantik itu lebih lanjut. "Kalian benar! Apa yang kita lakukan sekarang adalah persiapan sebelum latihan, seperti yang biasa kita lakukan kalau berlatih biasa. Bedanya, kita melakukan ini dalam skala yang lebih besar: skalanya Reiou. Cara kita melakukan hal ini melingkupi kekuatan Reiou dan jutaan tahun sejarah Soul Society. Bahkan hal-hal sederhana seperti perawatan dan makanan saja tingkatnya sudah beda dibandingkan Seireitei."

Ichigo dan Renji hanya terdiam, terbengong tak mengerti dengan siapa mereka sedang bicara.

"Jadi diamlah dan persiapkan tubuh kalian. Supaya tidak mati di tempat berikutnya." Ucap perempuan yang sedang memegang centong raksasa itu. " Sekarang...bKalau sudah paham, silakan makan pencuci mulutnya!"

"KAU SIAPA?!?" Teriak ketiganya hampir bersamaan.

Perempuan muda itu hanya tertawa melihat reaksi mereka. "Aku belum bilang? Kalau memasak, aku menggunakan seluruh reiatsu-ku. Jadi begitu selesai masak, biasanya berat badanku turun! Aku selalu mencoba menambah berat badan, kalau tidak bisa-bisa tubuhku tak sanggup menahannya. Ichigo-chan, Renji-chan. Hati-hatilah. Tadi kubilang cara kita melakukan hal ini melingkupi sejarah jutaan tahun Soul Society, 'kan? Setiap anggota Zerobantai, Adalah orang-orang yang menciptakan sesuatu di Soul Society. Dan kita diakui oleh Reiou sebagia orang penting yang membentuk sejarah Soul Society."

Ichigo dan Renji sudah terdiam, sepertinya mereka sudah tahu bahwa saat ini adalah waktu bagi mereka untuk mendengarkan penjelasan Kirio.

"Ciptaanku adalah Gikon. Dan cara memasukkannya ke dalam tubuh. Sebelum kuciptakan, gagasan tentang Gikon sama sekali asing di Soul Society. Akulah yang menciptakan ide Gikon itu dan yang menciptakan Gikongan. Konsep utama dari Gikon adalah mengambil sesuatu yang memiliki reiatsu berbeda dengan kita dan memasukannya ke dalam tubuh kita untuk meningkatkan kekuatan kita. Kalian baru saja memakan makanan yang dibuat dengan cara seperti itu. Tubuh kalian sekarang seharusnya dipenuhi dengan tingkat reiatsu yang belum pernah kalian rasakan sebelumnya. Kalau kalian bisa merasakannya, berarti tugasku selesai."

Benar, Ichigo dan Renji merasakan reiatsu yang meluap dari dalam tubuhnya. Seolah reiatsu yang terbuang kini telah terisi kembali.

" Tapi tetap hati-hatilah. Di istana berikutnya aku tak bisa tahu apa yang akan dia lakukan." Ucapan Kirio sekarang terdengar sangat serius. "Berikutnya adalah Istana Houou yang didiami Nimaiya Ouetsu. Dia adalah pria... yang menciptakan zanpakutou."

bersambung bleach chapter 521

Desember 17, 2012

alur cerita bleach chapter 520 versi teks 521

Bleach Chapter 520. 
Killers Not Dead


Keadaan sudah kembali tenang. Soul Society sudah mulai kembali memapahkan kakinya, mencoba berdiri setelah kepalanya terpotong oleh lawan. Tiada waktu untuk menoleh ke belakang saat ini. Masih banyak halangan yang harus dilawan di depan sana. Tak ada waktu untuk menangisi sesuatu yang telah pergi. Namun, masih ada waktu untuk membalaskan kepergian mereka.

Titah Sang Reiou untuk membawa Ichigo, Renji, Byakuya dan Rukia ke istana sang raja roh telah terlaksana. Di sana, putra Kurosaki ini mulai menyembuhkan dirinya dari luka bersama Tenjirou, salah satu anggota Royal Guard. Di Soul Society, keadaan mulai tenang, terlihat semuanya sudah bisa mengendalikan emosi mereka.

Di Kantor Hachibantai Taichou/ Ruang Komandan Divisi 8
Suaraketukan pintu kayu terdengar cukup keras. Namun, tak terdengar suara balasan dari dalam ruangan. Nanao telah berulang kali mengetuk daun pintu kayu sambil memanggil sang taichou di dalam. Nihil, teriakannyapun tak dijawab seolah di dalam memang tak ada seorang lain. Namun, Nanao yakin taichounya masih berada di sana, tapi dia tak yakin apa alasan sang taichou hingga tak menjawab panggilannya.

"Aku masuk, taichou. Permisi." Akhirnya dia menyerah, tersirat sesaat guratan kesal di wajahnya. Dia mendorong pintu di depannya dengan cukup pelan, hingga tak terdengar suara riukan pintu kayu itu. Pintunya tak dikunci hingga dengan dorongan pelanpun sudah cukup bagi perempuan ini untuk melihat sosok taichou yang berada di depan sana. "Kenapa anda tak men--"

Ucapannya terhenti disaat sang taichou, Kyoraku Shunsui menjawab sapaannya tadi. "Nanao-chan." Ucapan Kyouraku begitu pelan, tersirat nada kesedihan di balik ucapannya. "Mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu." Nanao yang berada dibelakangnya tersentak, langsung menghentikan langkah kakinya. Dia tak mengerti, mengapa tiba-tiba taichounya berkata seperti itu. Tak seperti seorang Kyouraku yang dia kenal, seorang Kyouraku yang ceria, yang selalu mengguratkan senyum disetiap dirinya berhadapan dengan sosok perempuan ini.

Nanao hanya termenung, terdiam dengan ketidakmengertiannya. Mulutnya hanya berucap sebatas kata "eh" saat mendengar ucapn aneh Taichounya. Namun, Kyouraku punya alasan tersendiri dengan ucapannya. Tangannya masih menggenggam sebuah lemparan surat. Sebuah surat yang tertulis untuk seorang Kyouraku Jirou Souzousa Shunsui. Iya, nama panjang seorang taichou senior itu tertulis lengkap di sana. Sebuah pesan singkat tertulis disamping nama cukup panjang tersebut "Nama yang ditulis pada lembar di samping ditunjuk sebagai soutaichou Gotei 13 dan taichou Divisi 1"

"Maaf!" Ucap sang calon Soutaichou itu di tengah keheningan diantara dua orang ini.
.
..
...
Suasana kembali ke dimensi lain, dimensi di atas Soul Society tempat sang raja roh mulai membuka kedua kelopam matanya. Tempat Ichigo dan yang lain dibawa. Tempat kediaman kelima Royal Guard, sang pendamping Reiou.

Onsen Kirin / Pemandian Air Panas Kirin
"Sembilan satuuuu, Sembilan duaaaa, Sembilan tigaaaa!" Teriak dua orang anak buah Tenjirou mencoba menenggelamkan Ichigo ke dalam air panas pemulih itu. Ichigo yang kehabisan nafas mencoba berontak sekuat tenaga untuk mengeluarkan kepalanya dari dalam air. " Sembilan- AGH" Sebuah tendangan berhasil menghantam salah satu wajah dari kedua pemuda itu. Ichigo tersengal-sengal kehabisan nafas.

"Gagal, dasar tolol!! Padahal anak kecil juga bisa!!" Ucap Tenjirou yang duduk santai tak jauh dari mereka, mencoba untuk menyindir pemuda kepala orange itu, sepertinya. "Gak pernah dibilangin waktu masih bocah ya?! Kalau berendam, harus diam di air dan menghitung sampai 100!! Itu saja gak bisa?!"

"Berendamnya cuma sampai dagu!!" Balas ichigo kesal. Dadanya masih kembang kempis mencoba mengatur nafanya yang hilang. "Mana ada orang tua yang menyuruh anaknya tenggelam dan menghitung sampai 100?!"

"Berisik!" Ucapan Tenjirou menimpal. "Kazuo! Kazuhiro!! Tenggelamkan dia lagi!" Perintahnya kejam. Tangan Tenjirou masih memegang pipa yang sesalu berada dalam gigitannya. Kedua pemuda yang berpakaian aneh itu kembali mencoba menenggelamkan Ichigo setelah mengiyakan perintah aniki-nya. Ichigo kembali melawan, mencoba berontak. Namun, tenaganya masih kurang kuat untuk melawan dua orang sekaligus hingga tubuhnya perlahan kembali menyentuh air panas itu.

"Sebentar." Perintah kembali sang Tenjirou. Kedua kakinya melangkah pelan ke arah ketiga orang yang berdiri heran di dekatnya. Lalu, tiba-tiba sebuah pukulan keras melayang tepat mengenai dada Ichigo, membuat shinigami pengganti itu terlempar cukup jauh hingga keluar kolam pemandian.

"Apa-apaan barusan?!" Marah, tentu saja. Menerima pukulan tiba-tiba seperti itu, membuat dirinya begitu emosi. Namun, Tenjirou di depannya hanya menatap dengan sedikit senyuman yang samar, sambil menunjukkan perban milik Ichigo yang sekarang sudah berada di genggamannya.

"Kau sudah sembuh." Ucapnya santai sambil menunjuk pada dada Ichigo. "Kalau belum, harusnya kau mati barusan. Lihat. Lukamu juga sudah hilang." Ichigo hanya terheran mendapati tubuhnya yang sudah kembali bersih. Tak ada lagi bekas luka sayat, memar, ataupun lainnya yang tertinggal di tubuhnya. Kulitnya terlihat begitu bersih, mengkilat. "Tujuanmu sudah selesai di sini. Kau akan kukirim ke tempat berikutnya."

"Tempat berikutnya?" Tanya Ichigo masih tidak mengerti.

" Tunggu!" Sebuah teriakan berhasil membuah kedua kepala itu menoleh. Sesosok tubuh penuh dengan perban telah berdiri di dekat mereka. tak akan ada yang bisa mengenali identitasnya, bila saja dia tak mempunyai rambut merah panjang sebagai ciri khasnya. Iya, Abarai Renji, sosok inilah yang berteriak, seolah mencegah kepergian Ichigo. "Aku juga ikut!"

" Renji! Kau masih... " Tolak Ichigo, namun ucapannya langsung terpotong setelah melihat apa yang dilakukan oleh Tenjirou. Sang Royal Guard ini langsung memukul tubuh Renji, sama seperti apa yang telah dia lakukan pada ichigo sebelumnya. Pukulannya begitu keras hingga membuat air panas di pemandian itu berhamburan karena hempasa tenaganya. Tapi, Renji masih di sana, berdiri dalam diamnya. Tenjirou begitu terkejut, walaupun matanya sempat melihat tubuh Renji yang gemetar menerima pukulannya secara langsung seperti itu. Namun, sebuah rasa kagum sedikit dia rasakan seraya menunjukkan senyumannya yang tidak utuh.

"Bagaimana? Aku tidak terlempar." Ucap renji bangga, dengan sekuat tenaga menahan kakinya yang gemetar untuk tetap kuat menahan tubuh lemahnya.

".Boleh juga, kalau kau bisa menahan pukulanku, berarti kau tak apa-apa. Sana pergi!" Ucap Tenjirou setelah cukup lama terdiam, sepertinya masih berpikir akan keputusannya ini.

"Ah... Baik!" Bibirnya menyimpul menciptakan semuah senyuman lebar. Terlalu senang, agaknya begitu.

..

Setelah semua persiapan selesai. Akhirnya keduanya akan beranjak ke tempat selanjutnya. Masih belum tentu kemana tujuan mereka, mungkin ke kota milik Hikifune, mungkin ke tempat Shuutara, atau ke tempat Bonze... mungkin ke yang satu lagi. Tak ada yang tahu, yang pasti mereka berdua sekarang berdiri di sebuah lingkarang, sama seperti saat Ichigo dilempar ke tempat ini.

"Apa cuma ini caranya berpergian di sini?!" Belum sempat dia protes, Kazuo sudah memukul dengan palu dam membuat keduanya terlempar bersama denga teriakan histeris mereka. "WAAAAAAAAH"

"Mereka sudah pergi..." Ucap Tenjioru memastikan sambil menatap tempat mereka melempar Ichigo. "Kazuo! Kazuhiro! Barusan pasti menyulitkan bagi kalian. Kalian boleh melepas kimono yang basah itu!"

Setelah mengiyakan, keduanya langsung melempas baju aneh yang dipakai mereka. Mereka terlihat begitu senang setelah melewati semua ini, saat baju mereka dilempar ke arah air panas, kain itu langsung terbakar, hangus tak bersisa. Begitu juga dengan tubuh keduanya, terlihat luka bakar yang cukup serius dipunggung mereka.

"Ya ampun...Kalau kita tak pakai pakaian pelindung spesial itu pasti kita meledak gara-gara air "penyembuh super" ini... Mereka benar-benar luar biasa bisa telanjang begitu berendam di dalam Neraka Tengkorak dan Kolam Neraka Berdarah milik Tenjirou-sama..." Ucap Kazuo heran.

"Mereka benar-benar luar biasa..." Timpal Kazuhirou

"Ya..." Ucap tenjirou menyetujui. "Mereka sebenarnya melebihi dugaanku. Terutama si Ichigo." Terlihat tangan Tenjirou yang berada di dalam air panas, terluka cukup serius, akibat setelah memukul Ichigo, agaknya. "Bocah itu waktu dia kuhajar, Dia melawan dan meretakkan jariku."

Kedua orang di depannya hanya terkaget melihat tangan tuannya yang terluka.

"Padahal dulu aku disebut "Shunsoku Tenjirou" karena kecepatanku. Dan menurutku kemampuanku belum tumpul. Artinya, bocah itu hebat juga. Aku bisa mengerti kenapa Reiou tertarik padanya."
Shunsoku Tenjirou = Tenjirou si Kecepatan Kilat
...
..
.
Kembali lagi ke dimensi yang lain. Dimensi yang berada di bawah istana raja roh. Dimensi yang ketuai oleh para orang tua, Central 46.

Chamber 46
Chamber 46 adalah tempat para Central 46 yang selalu membuat keputusan. Terdiri dari 40 orang bijak, dan 6 orang hakim. Keadaan di dalam sama memang seperti ini, atmosfir yang selalu mencekam di setiap keputusan yang mereka buat. Seolah, tiada shinigami yang ingin berhadapan langsung dengan mereka. Walaupun anggota mereka telah berubah karena insiden yang dilakukan Aizen, namun, mereka tak pernah mengendorkan peraturan mereka, sedikitpun.

Sang calon Soutaichou telah berada di dalam sana, di bawah, dikelilingi oleh para tetua dengan wajah yang terhalangi oleh papan di depan wajah mereka. Namun yakinlah bila mereka telah memasang wajah paling menakutkan dibalik semua itu. Kyouraku, masih terlihat begitu santai di sana. Tak terlihat sama sekali ketakutan di wajahnya, bahkan setelah mengajukan permintaan yang membuat para tetua ini berteriak cukup kencang.

"Dua fukutaichou?!"

Wajah Kyouraku menunduk, mencoba untuk menghormati 46 orang terhormat ini. "Okikiba-daisanzeki yang akan bertanggung jawab masalah Seireitei, dan Ise-fukutaichou yang mengikutiku. Mereka tahu cara kerja masing-masing. Mereka berdua akan jadi asistenku."

"Kau tak bisa berbuat semaumu...!" protes salah satu tetua.

"Setiap taichou punya hak untuk mengangkat dan menurunkan jabatan fukutaichou divisinya" Jawab Kyouraku santai. "Kalian yang menentukan itu, 'kan?"

Para tetua itu tak ada yang menjawab. Tak satupun dari mereka yang angkat bicara. Seolah mereka tak bisa melawan hukum yang mereka buat sendiri. Bila tak ada papan tipis yang menghalangi wajah mereka, pasti terlihat bagaimana mereka menggertakkan gigi mereka saat itu.

"Kalau begitu, boleh aku menjalankan tugasku? Sebagai seorang soutaichou." Ucap kyouraku kembali. Mata Kyouraku begitu dalam menghadapi orang-orang adil ini. "Aku akan mengajari Zaraki Kenpachi Zanjutsu, seni membunuh." Tak ada nada bercanda dalam perkataannya. Kyouraku benar-benar serius dengan ucapannya. Dia tahu, seharusnya, dimana dirinya menempatkan dirinya. Dia tahu bila yang dihadapinya adalah para tetua yang menjadi ayah bagi Soul Society.

"Apa...?!" Teriak salah satu dari 46 orang itu secara langsung. Tak terima, sepertinya begitu. Sebuah pukulan pada meja tiba-tiba terdengar. Tak ada dari mereka yang setuju dengan ide gila sang Soutaichou yang baru beberapa menit menjabat itu.

Kyouraku sendiri tak ambil pusing dengan semua itu. Dia tahu apa yang ada dipikirannya. Dia telah kehilangan mata kanannya, dia tak ingin kehilangan hal lain yang lebih berharga untuknya. " Kuchiki-taichou dan yang lainnya pergi ke Reioukyuu, tapi kita tak tahu apa mereka akan kembali hidup-hidup. Kekuatan tempur Zaraki-taichou sangatlah penting. Bukan hal bagus kalau dia dibiarkan seperti sekarang."

" Tidak!" Para tetua masih tetap pada pendirian mereka. "Bila dia dibiarkan lebih kuat dari sekarang, mustahil menghentikannya andai dia memberontak!! Apa kau lupa kalau Genryuusai berhenti mengajarinya setelah satu hari?!"

Kyouraku menghela nafas, terlihat cukup kesal dengan semua ini. "Kalau begitu bagaimana?Soul Society yang sekarang tak akan bisa bertahan dari serangan lain." Tak ada yang berubah dengan nada bicaranya. "Atau mungkin... Kalian bisa melindungi Soul Society?"

Hening....

Tak ada jawaban yang terlempar, tak ada teriak yang begitu keras, tak ada ketukan meja yang memecah ruangan. Tak ada... Mulut mereka bungkam, seolah para tetua ini sudah kehilangan pita suara untuk berbunyi. Mereka... tak tahu harus menjawab apa...

Hening....

"Sepertinya aku sudah memperoleh persetujuan kalian." Sedikit kelegaan tersirat dibalik Ucapan Kyouraku. Senyum tipis tercipta walau tak tampak. Dia masih sadar dengan siapa dia berhadapan, dengan para tetua yang menggerakkan Soul Society, pemegang penuh pemerintahan Soul Society. " Masuklah. Zaraki-taichou kuserahkan pada anda, Unohana-taichou."

Yonbantai taichou ini menapakkan kakinya memasuki ruangan yang begitu mencekam. Tak terlihat seperti biasanya, wajah sang Yonbantai Taichou ini terlihat tak kalah mencema dengan suasana di sana. Tak ada senyuman yang biasanya tercipta diantara dua bibirnya. Sebuah tatapan tajam, tersorot dari kedua matanya.

"Bukan, "Kenpachi" generasi pertama, Unohana Yachiru." Ucap Kyoraku membenarkan.

Kenpachi generasi pertama, tak ada yang menyangka bila Yonbantai taichou inilah adalah seorang Yachiru yang begitu dikagumi oleh Zaraki. Tak ada yang menyangka bila shinigami terkuat pada masanya ini masih hidup, masih berdiri di tengah-tengan Soul Society.

Bleach Chapter 521. 

Magi Episode 10 - 11 subtitle Indonesia

Magi Episode 10

DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.net

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link
sumber : Samehadaku

Desember 11, 2012

Alur chapter Naruto 613 versi teks 614

Alur chapter Naruto 613

Sebelumnya : Naruto Chapter 612

Naruto melempar rasenshurikennya ke arah Madara dan Obito, karena bagaimanapun, merekalah otak di balik aksi Juubi.

"Jadi, kali ini mereka menjadikan kami sebagai target? bukan Juubi?
Oh yah, menyerang otak musuh memang merupakan dasar dalam perang." Pikir Madara, yang meski hendak diserang oleh begitu banyak shinobi, ia masih tampak tenang-tenang saja.

Terlihat Darui menyiapkan tembakan, begitu pula dengan yang lain yang sudah benar-benar siap untuk menyerang. "Daigo Tomon ... Buka!!" Lee dan gurunya juga telah bersiap.

"Tapi untuk menyerang kami ..."

"Oarghhhh!!!!!!!!" Juubi memblok serangan mereka. Ia mampu keluar dari lubang yang menahannya itu, dan bahkan kini wujudnya semakin sempurna.

"Kalian harus menghentikan Juubi terlebih dahulu."

Naruto Chapter 613
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Bagaimana bisa!? Bukankah kita telah menahan Juubi!?" Pikir heran para shinobi aliansi. Mereka memang sudah berusaha. Namun mau bagaimana lagi, Juubi terlalu kuat untuk bisa ditahan hanya dengan serangan kombinasi seperti tadi.

Ekor-ekor Juubi yang ujungnya membentuk jari mengibas dan menghempaskan beberapa shinobi, "Aaaarghhh!!!!!!"

"Apa kau baik-baik saja!?"
"Sial!!!" Para shinobi terdesak.

Juubi muncul dengan wujud yang semakin sempurna. Ekor-ekornya seperti yang telah dijelaskan tadi memiliki ujung yang menyerupai tangan. Muncul tanduk-tanduk dari kepalanya, dan kaki serta tangan yang semakin jelas. Namun meski begitu, wujudnya masih terlihat terlalu kurus.



Dan bersamaan dengan berevolusinya wujud Juubi ini, ketidakseimbangan bola yang ada di markas menjadi semakin tidak stabil. "Ini mustahil!! Bola sensornya ..."
"Terlihat seperti bintang kecil!"

"Jadi pada dasarnya kita tak bisa menghentikan Juubi ..." ucap ayah Shikamaru, Shikaku.
"Dia hanya mempertahankan kekuatannya untuk berubah."

"Bagaimana bisa kita menghentikan mahluk itu!? Kita bahkan tak punya waktu untuk menyerang mereka berdua!!" ucap ayah Ino.

Kembali ke medan perang, beberapa shinobi sudah tampak terbaring kesakitan. "Tim medis, cepat!!" Perintah salah seorang shinobi.
"Ma-mahluk itu menyeramkan ..." ucap Kiba.

"Ukhh ..."
"Kalau kita tak bisa menghentikannya, kita semua berakhir." ucap Kakashi.
"Daripada membuang waktu untuk takut, lebih baik gunakan waktumu untuk mengumpulkan chakra. Kita harus selalu siap menerima perintah dari markas pusat."

"Kita harus menghentikan Juubi, apapun alasannya. Atau tidak, kita tak akan mampu untuk menyerang mereka berdua yang merupakan otak di balik ini semua. Tapi, bagaimana bisa kita melakukannya?" Shikaku berpikir keras. "Bloking adalah spesialisasi dari kita tiga klan, tapi tetap saja melawan monster itu, pada akhirnya kita hanya akan membuang-buang chakra ..."

"!!!" Shikaku terpikir akan sesuatu, kemudian dengan cepat ia meminta ke ayah Ino, "Inoichi, hubungkan aku ke Kakashi!!"

"Ya!!" Inoichipun menghubungkan mereka.

"Kakashi, ini aku! Ada satu hal yang ingin aku pastikan mengenai rangkaian pertarungan yang aku katakan ..."

"Gwooohhh!!!!!" Juubi berteriak, semakin sempurna meski masih tampak cacat.

"Huh ..." Madara mulai merasakan Juubi yang dipijaknya bergetar.
"Setelah ini, akan semakin sulit untuk mengendalikan Juubi. Gunakan sel Hashirama untuk memperkuat ikatannya!" Perintah Madara ke Obito. Kemudian, mereka berduapun mengeluarkan suatu batangan kayu dari tubuh mereka dan menempelkannya ke tubuh Juubi.



"Bukankah kau ingin melihat ...
Betapa kuatnya Juubi dalam bentuk ini ..."
"Yah, kita akan menunjukannya pada mereka ... Bagaimana keputusasaan itu." ucap Obito.

"Rooarrrr!!!!" Juubi berdiri tegak bagai seorang manusia, dengan tubuh yang masih terlihat kurus. Dan, baru hanya tangan kanannya saja yang tumbuh.

"I-Ini ... mustahil!!!" ucap Shinobi di ruangan pengawas itu. Keadaan bola tadi menjadi semakin tak stabil, begitu tidak terkendali. "Shikaku-dono, Inoichi-dono!!"

"Sial, kamuinya tak mau bekerja tepat waktu." Pikir Kakashi.
"Gunakan doton di bawah kakinya."
"Ya!!"

Jutsu elemen tanah menyerang kaki Juubi, membuatnya terguling dan terjatuh. Akibatnya, bijuudama yang hendak ia tembakan menjadi melesat ke arah yang tidak karuan, melesat di kejauhan sebelum akhirnya meledak. Booomm!!!

"Serangannya sampai di jarak sejauh itu!?" Kakashi kaget.
"Benar-benar berada di level yang jauh berbeda dengan bijuudama lainnya, kekuatan macam apa itu!?"
"Kalau dengan kontrolnya yang tidak sempurna saja seperti itu, maka tembakan selanjutnya ..."

Bammmm!!!!!!! Juubi kembali menembak ke kejauhan, begitu jauh, dan bahkan tembakannya sampai di sebuah desa, membuat desa itu hancur berantakan. "Astaga ... Kota di jarak sejauh itu dihancurkannya dengan mudah!!" ucap seorang shinobi pendeteksi.

Juubi terus mengamuk, dan menembak ke tempat-tempat yang jauh. "Oarghhh!!!!!!"

"Ini aneh! Kenapa dia hanya mengincar tempat yang jauh!?" ucap Ao, salah satu shinobi pendeteksi yang bertugas di markas.
"Ini artinya, semua kota, siapapun ada dalam jangkauan serangannya ..."

"Apa ini artinya, para Daimyou, penduduk desa dari berbagai negara tidak aman!?"
"Para shinobi yang ada di medan tempur bertarung untuk melindungi semuanya." ucap Shikaku, "Arah yang diincarnya adalah ..."

Juubi kembali menembak ke kekejauhan.

"I-Itu ..."
"Ada apa, Ao-dono!?" Inoichi bertanya.
"Kumohon jangan panik dan dengar perkataanku ..." Ao hendak mengatakan kenyataannya. Namun sebelum itu, Shikaku sudah tahu dan mengatakan, "Serangannya kali ini datang ke arah kita."

"!!?" Orang-orang di markas kaget.
"Kalau begitu, kita harus segera kabur!!"
"Heh, dengan daya hancur Bijuudama yang sebesar itu, sudah terlambat!! Apa sejak awa; kau pikir kau aman hanya karena kau bertugas di markas pusat?"
"Tidak! Aku juga seorang shinobi! Aku sudah siap untuk mati di dalam misi kapanpun! Tapi, aku belum mau mati sebelum melakukan sesuatu yang membantu ..."

Bijuudama terus bergerak menuju ke arah mereka.

"Apa yang harus kita lakukan, Shikaku!?"
"Kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan sampai akhir." ucap Shikaku. "Aku memiliki strategi untuk menghentikan Juubi. Ini akan menjadi pekerjaan terakhir kita, hubungkan aku dengan orang-orang yang ada di medan tempur."

Iapun dihubungkan ke orang-orang, sementara Bijuudama sudah semakin mendekat.
"Semuanya, dengarkan aku!!"

Terlihat Shikamaru mendengar dengan seksama. Namun tiba-tiba, raut wajahnya berubah. Perlahan, dari sigap menjadi raut kehilangan. Sepertinya, bijuudama sudah menghancurkan tempat itu tepat sebelum Shikaku memberitahukan rencananya.

Ino menangis. Tentu saa, bagaimanapun ayahnya juga ada di tempat itu.

"Akhirnya, kita berhasil memusnahkan mereka." ucap Madara, "Dengan ini, kita telah menghancurkan otak di balik aliansi shinobi. Yah, itulah dasar dalam perang kan ..."

Bersambung ke Naruto Chapter 614

Desember 09, 2012

contoh resensi novel


Hidupku Di Putaran Roda Becak

A.    Identitas buku
Judul buku                  : Kukayuh Becakku Kurentang Nasibku
Penyunting                  : Lia Chulyana
Desain sampul             : Muhamad Gumilar
Pengarang                   : Drs. Zainab Marsahn
Penerbit                       : CV. SAHALA ADIDAYATAMA
Tahun terbit                 : 24 Juli 2006
Tebal buku                  : 135 halaman
Harga buku                 : Rp. 58.000


B.     Sinopsis
Buku ini menceritakan sebuah kisah nyata seorang tukang becak bernama Sukarman bersama istri dan kelima anaknya. Dimana salah satu anaknya menderita penyakit yang ganas. Tukang becak ini berbeda dengan tukang becak lainnya karena dia memiliki cita-cita yang luar biasa yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang yang tinggi dan menyembuhkan penyakit anaknya. Tentu hal itu tidak mudah bagi Sukarman yang penghasilannya tidak seberapa. Sukarman tetap memutar roda becaknya melintasi liku-liku kehidupan menuju masa depan yang gemilang.
Dalam perjalanan hidupnya, Sukarman bertemu dengan seorang turis Australia bernama Bill Morrow. Perbincangan singkat telah menjadikan mereka sepasang saudara yang saling berbagi kehidupan satu sama lain. Satu persatu cita-cita dan keinginan Sukarman mulai terwujud oleh bantuan Bill mulai dari kesembuhan penyakit anaknya hingga memperoleh tempat hidup yang baru. Semua itu dilakukan Bill tanpa pamrih dan dengan senang hati. Sukarman pun masih tidak mengetahui alasan kuat apa yang mendorong Bill untuk membantunya.



Tidak sedikit juga masalah yang dihadapi Sukarman dalam buku ini mulai dari biduk kecil yang diguncang badai hingga krisis moneter yang berkepanjangan. Pernah sesekali Sukarman berputus asa namun dengan kesabaran dan semangat hidup yang tinggi dia berhasil bangkit menerobos segala rintanan yang ada. Semua perjuangan itu berhasil dikemas oleh si pengarang dengan alur cerita yang menarik dan latar tempat kota yogyakarta.

C.    Kelebihan dan kekurangan
Dalam Buku ”Kukayuh Becakku Kurentang Nasibku “ ini terdapat daftar istilah sulit beserta pengertiannya di setiap akhir babnya. Daftar istilah ini bisa membantu pembaca untuk lebih paham terhadap bahasa-bahasa yang kurang dimengerti dalam buku ini. Selain itu, dengan membaca buku ini kita mendapatkan pengetahuan lebih tentang kota yogyakarta khususnya garebeg yogyakarta. Semuanya akan dijelaskan secara mendetail dalam sebuah percakapan mulai dari gunungannya, prajuritnya, hingga arti simbolis dari setiap unsur-unsur tersebut.
Sayangnya gambar-gambar dalam buku ini kurang berwarna dan menarik sehingga kadang-kadang membuat orang mudah bosan saat membacanya. Gambar yang disajikan berwarna hitam putih namun tetap relevan dengan cerita yang diangkat dan cukup memberikan informasi yang jelas.

D.    Penutup
Buku ini sangat mendidik dan memberikan nilai-nilai kehidupan untuk tidak mudah berputus asa dalam menjalani hidup karena dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jadi , buku ini sangat cocok untuk semua kalangan dari muda sampai tua yang ingin lebih mengetahui tentang yang sejati dan arti pentingnya hidup.

Desember 07, 2012

alur cerita Bleach Chapter 519 versi teks 520

Chapter 519. 
Hot, Hot, Heat 

Desember 06, 2012

Alur chapter Naruto 612 versi teks 613

Naruto Chapter 612
Sebelumnya : Naruto Chapter 611

"Aliansi Shinobi no Jutsu, huh? Sesuatu yang benar-benar dipaksakan." ucap Madara.
"Kami akan menggunakan jutsu itu untuk menghentikanmu!" ucap Naruto.
"Kau salah. kenapa kau tak bisa mengerti kalau menghentikan kami adalah sesuatu yang percuma?" ucap Obito. "Sesuatu yang kau anggap jutsu itu akan bubar tak lama setelah perang ini berakhir. Dan kemudian, seseorang akan melakukan lagi yang seperti kami lakukan. Kau tak akan bisa menang di dunia ini, tak peduli betapa besarpun kau berusaha. Mulai sekarang kau harus tahu, tak ada harapan di dunia ini."

"Aku tak peduli!!" Naruto membantah habis semua kalimat Obito, "Menurut pendapatku, itu masih ada!!" Bersama dengan seluruh bala bantuan dari aliansi shinobi yang ada di belakangnya, Naruto benar-benar terlihat mengagumkan.


Naruto Chapter 612
 Aliansi Shinobi no Jutsu


"Sepertinya memang percuma kita berdebat mengenai itu selama medan perang, ayo segera selesaikan semua ini." ucap Madara. Kemudian Naruto berpendapat, "Saat orang-orang memiliki pendapat yang berbeda, kau harus menerapkan pendapat yang paling banyak kan? Apa yang kami lakukan?"

Naruto Chapter 612 - Beelzeta.com

"Huh, usul yang menarik." ucap Obito, "Kalau begitu kita akan memutuskannya setelah kami membasmi kalian semua. Dan lalu ..."

"Jadi itu keputusanmu ya? Tapi ..."

"Dunia ini ..." Naruto dan Obito mengucapkan kalimat dunia ini secara bersama-sama. Akan tetapi, masing-masing dari mereka memiliki lanjutan yang berbeda.

"Akan segera berakhir!"
"Tak akan berakhir!"

Setelahnya, para shinobi memulai serangan. "Ayo maju, semuanya!!!!" Para ninja dari berbagai negara yang bergabung menjadi satu itu melesat ke posisi masing-masing. "Ini adalah perang yang menentukan, maju!!"

Naruto Chapter 612 - Beelzeta.com

"Bagus, kau mampu mengulur waktu, Naruto!" ucap Shikaku lewat penghubung telepati.
"Apa kau memiliki waktu untuk sebuah strategi?"
"Tidak hanya itu, berkatmu aku juga dapat menginformasikan pada semuanya tentang itu. Aku bahkan tak punya waktu untuk terkejut saat Kakashi mengatakan padaku kalau lelaki bertopeng itu adalah Uchiha Obito. Untuk memenangkan pertarungan ini, kita harus tetap melakukan langkah awal dan menjaga agar mereka tidak melancarkan serangan balasan. Dari informasi yang aku dapatkan, kelihatannya musuh memiliki mata yang bagus."

Para shinobi itu menyerang bukan tanpa pola, melainkan dengan strategi yang telah dipikirkan sebelumnya, "Pertama, gunakan distraksi untuk memperlambat gerakan mereka, dan kurangi kemampuan melihat mereka, untuk itu, Shinobi Kumogakure!"

"Raiton : Raikouchuu!!" Mereka menggunakan cahaya untuk merusak penglihatan lawan, yang kemudian disusul oleh ninjutsu tembakan laser, "Ranton : Reiza Sakasu!!!"

"Begitu ..." Madara mencoba bertahan dari serangan-serangan itu. "Mereka mencoba untuk membuatnya seolah mengincar kita, tapi sebenarnya yang menjadi target mereka adalah mata Juubi."

Serangan berlanjut, "Kemudian gunakan kabut dari shinobi Kirigakure, dan serangga sebagai teknik pengganggu. Selanjutnya, pasir dalam jumlah yang sangat besar yang terbentuk akibat ranton tadi, gunakan angin kemudian ambil dan kendalikan mereka! Orang-orang dari Sunagakure, sekarang!!"

Naruto Chapter 612 - Beelzeta.com

"Fuuton : Kiryuu Ranbu!!" Serangan angin yang bercampur dengan berbagai material itupun dilancarkan.

"Dengan itu kalian akan mampu benar-benar memblok penglihatan mereka, dan sekaligus membuat kalian mustahil untuk dirasakan. Karena mahluk itu sangat besar, ia tak akan bisa bersembunyi. Kita akan mendapat keuntungan dari ini."

"Tiap desa hanya memberitahunya jutsu-jutsu mereka padanya di awal, dan sekarang ia mampu menerapkannya dalam pertempuran. Bukan kebetulan kalau ia adalah ayah dari Shikamaru." pikir Temari.

Tak diam begitu saja, Obito mengambil tindakan. Dengan kemampuan mata sharingannya, ia menghilangkan serangga-serangga itu. Namun tetap saja, ada banyak hal yang menghalangi pandangan mereka.

"Dengan ini kita tak bisa merasakan keberadaan mereka." ucap Madara.
"Kita harus membiarkan Juubi memangkas mereka." ucap Obito.

"Shinobi dari Iwagakure, sekarang!!"

"Ya, kami tahu!" Merekapun melancarkan jutsunya, "Doton : Daichi Doukaku!!"
Tercipta suatu jurang raksasa di bawah Juubi, yang dengan ini membuat tubuh monster itu terkurung.

"Setelah menekan penglihatan, selanjutnya menjerat tubuhnya."

"Ukh!!"

Serangan dilanjutkan oleh tembakan elemen Lava, "Youton : Sekkaigyou no Jutsu!!"

"Segera setelah Juubi terjatuh, tuangkan lavanya dengan cepat. selanjutnya shinobi Kirigakure! Tuangkan bersama dengan air!"

"Ya, Suiton : Suidan no Jutsu!!!!"

"Shinobi dari Konoha, lakukan serangan penutup!"

Puluhan Shinobi dari klan Sarutobi mengatur barisan dan bersiap untuk menembak, "ANggota klan Sarutobi, ayo!!!!"

Naruto Chapter 612 - Beelzeta.com

"Katon : Gouen no Jutsu!!!!" Merekapun menyemburkan api.

"Setalah larva dan air tercampur, kemudian keringkan menggunakan kekuatan api. Jadi, campurannya akan mengeras dan membuat tubuh Juubi terblok."

Bagai terperangkap dalam lubang semen, Juubi terjebak dan terkunci di sana.

"Aku tak bisa mempercayai ini." ucap Madara.
"Hm?"

"Mengejutkan para shinobi dari kelima negara yang berbeda itu dapat menciptakan kombinasi sesempurna ini." Bahkan Madara mengakuinya.

"Kalau kita tak menghentikan Juubi pertama, kita tak akan mampu untuk menyerang Obito dan Madara. Juubi adalah alat mereka untuk mengaktifkan jutsunya. Merekalah otak di balik itu, jadi kalau kita menghentikan mereka, kemungkinan Mugen Tsukuyomi juga akan terhenti. Akan tetapi, kita tak bisa menahan kekuatan Juubi terlalu lama. Hanya kekuatan fisik yang berpengaruh pada Madara, siapapun yang memiliki kemampuan dalam Taijutsu harus segera menyerangnya. Obito memiliki kemampuan untuk menembus berbagai serangan. Namun berdasarkan informasi yang ku dapat, itu hanya untuk lima menit. Kerja sama dengan tim medis dan buat serangan yang dapat bertahan terus menerus lebih dari lima menit. Dan Naruto ... Sekarang adalah saatnya untuk apa yang kau katakan ... Aliansi Shinobi no Jutsu!!!!!"

Naruto Chapter 612 - Beelzeta.com

SHinobi-shinobi dengan jutsu mereka masing-masing telah bersiap untuk menyerang, dengan dipimpin oleh Naruto yang berada di depan dan telah siap dengan Rasenshuriken.

"Menyedihkan sekali." ucap Madara dengan tampang meremehkan.
"Ya, harapan yang mereka pegang teguh tidaklah ada. Dan perlahan keberadaan mereka juga tak ada. Juubi juga akan mencapai titik sempurnanya."

Bersambung ke Naruto Chapter 613

Desember 04, 2012

Magi Episode 9 - 10 Subtitle Indonesia

Magi Episode 9

DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.net

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link
sumber : Samehadaku

Desember 02, 2012

Magi : The Labyrinth of Magic episode

 Magi : The Labyrinth of Magic

Magi Episode 6 - 7 Subtitle Indonesia

Magi Episode 6


DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.net

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link

sumber : Samehadaku

Hunter X Hunter 57 - 58 subtitle Indonesia


DOWNLOAD ]

Desember 01, 2012

Magi Episode 8 - 9 Subtitle Indonesia

Magi Episode 8 


DOWNLOAD [1]
DOWNLOAD [2]
Passwod : samehadaku.net

CATATAN :
jangan rubah apapun dilink ini karna ini hanya find link

sumber : Samehadaku