Laman

Maret 29, 2013

Hikmah dibalik kejadian


Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan….., please….. Tolong dengarkan doa hambamu ini”. Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.

Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, “Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?”. maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Pesan Cerita

Rekan pembaca yang baik hatinya, sudah baca ceritanya bukan?

Dalam cerita kita bisa lihat seorang pemuda yang mengalami beberapa kejadian yang memang terlihat sederhana, simple tapi bisa memberi banyak arti. Pertama kita lihat si pemuda saat kehujanan pertama kali. Dia berdoa pada Tuhan, agar hujan berhenti.

Kemudian saat kejadian kehujanan yang kedua, dia berdoa pula tapi hujan justru tambah deras. Lalu pada kejadian ketiga, si pemuda pasrah saja ehh tiba-tiba datang bantuan.

Apa yang bisa kita pelajari? Yang bisa kita pelajari adalah bahwa Tuhan sudah punya maksud dan tujuan dalam kejadian-kejadian yang menimpa kita. Bukankah tidak ada tujuan lain dari Tuhan selain memuliakan kita? Barangkali hujan sengaja diturunkan saat kita mau bepergian, lalu kita berdoa. Mungkin saja tujuannya supaya kita ingat dengan Tuhan. Kemudian mungkin juga saat kita kehujanan, berdoa supaya hujan segera reda tapi justru hujan tambah deras. Barangkali Tuhan mau menyampaikan ehh usaha dong.. jangan cuma doa mulu. Akhirnya kita antisipasi dengan menyiapkan jas hujan.

Tanpa sadar, sebenarnya setiap kejadian yang datang atau menimpa kita itu justru bisa memberi petunjuk atas masalah-masalah dan keluhan kita selama ini. So mulai dari sekarang, jangan berfokus pada masalah atau kejadian yang menimpa Anda, tapi berfokus jugalah pada apa pesan atau sesuatu yang bisa Anda pelajari dari kejadian tersebut.

Barangkali kita sengaja digagalkan oleh Tuhan, supaya kita lebih serius dan tekun belajar. Barangkali kita dibuat jatuh supaya kita sadar bahwa jadi orang harus tetap rendah hati, dan banyak lagi kejadian-kejadian yang bisa menghantarkan pesan pada kita.

SUMBER : KLIK

Naruto Shippuden Episode 306 Subtitle Indonesia


=====================
Silahkan klik link dibawah ini
=====================


NOTE !!!
Blog ini hanya mengarahkan anda ke data yang ingin anda cari 
=====================

Zetsuen no Tempest Episode 24 Subtitle Indonesia


=====================
Silahkan klik link dibawah ini
=====================


NOTE !!!
Blog ini hanya mengarahkan anda ke data yang ingin anda cari 
=====================

Maret 10, 2013

laporan pratikum pembuatan tape


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur  Saccharomyces cerivisiae . Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbon dioksida . Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana(glukosa).
Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka melalui praktikum ini akan mengetahui lebih lanjut, tentang pembuatan tape khususnya tape dengan menggunakan bahan dari beras ketan merah (Oryza sativa L.).
1.2   Rumusan  Masalah
Praktikum pembuatan tape memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana cara membuat tape beras ketan merah (Oryza sativa L.) ?
1.3   Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini yaitu untuk mengetahui cara pembuatan tape beras ketan merah (Oryza sativa L.)
1.4   Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diperoleh setelah dilakukannya praktikum ini yaitu dapat mengetahui cara pembuatan tape beras ketan merah (Oryza sativa L.)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1    Landasan Teori
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri , fungi , virus , dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim , alkohol ) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi  semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia , komputer , biologi molekular , mikrobiologi , genetika , kimia , matematika , dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. (Anonim 1, 2011).
Peranan mikrobiologi akan memberi warna, wawasan dan cakrawala barnubagi kehidupan bioteknologi modem. Bahan baku biomassa yang ada merupakan "renwable frontier" dapat diolah oleh bioteknologi tradisional maupun modem sehingga menjadi produk baru yang sangat berharga. Produk-produk bioteknologi sangat erat dengan perkembangan bioteknologi pada jamannya (Campbell, 1987).
Menjelang akhir abad ke-20 sebagian besar masyarakat dunia menanti.bioteknologi dengan penuh harapan untuk memecahkan berbagai masalah umat manusia dibumi. Namun sebagian masyarakat memandang bahwa memasuki era bioteknologi sama saja memasuki hutan belantara ketidak pastian tentang dampakyang akan terjadi kemudian hari. Perkembangan bioteknologi sekarang ini akan menimbulkan dampak serius pada demensi etika dan budaya. Rekayasa genetika menimbulkan masalah-masalah etika serius yang berhubungan dengan pengubahan, manipulasi, penetapan paten dan pemilikan bentuk-bentuk kehidupan. Berbagai perkembangan dibidang kesehatan juga akan membawa implikasi mendalam pada nilai-nilai budaya. Infrastruktur teknologi dan desakan ekonomi akibat bioteknologi membawa dampak besar pada struktur sosial ekonomi serta pada nilai-nilai budaya, sementara masyarakat luas tidak mendapat informasi dan diasingkan dari pengambilan keputusan tentang ara, batas-batas tujuan dan dampak bioteknologi (Suharto, 1995).
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa) (Anonim , 2011).
Fermentasi yang baik dilakukan pada suhu 28-30ÛC dan membutuhkan waktu 45 jam. Fermentasi dapat diperlambat jika dingin. Fermentasi tapai paling baik dilakukan pada kondisi mikro aerob .Pada kondisi ini, kapang tidak mampu tumbuh sehingga tidak dapat menghidrolisis pati .Namun demikian, pada kondisi aerob yang merupakan kondisi paling baik bagi kapang dan kahamir, aroma tidak berkembang dengan baik karenatergantung dari fermentasi alkohol dan pada kondisi ini fermentasi alcohol menurun (Amin, 1985).
Suhu berpengaruh kepada kecepatan fermentasi, meskipun suhu yang lebih rendah dari 25 ÛC akan menghasilkan produk dengan kadar alcohol yang tinggi pada fermentasi144 jam. Tapai dapat bertahan 2 3 hari bila di fermentasi pada suhu kamar.  Apabila fermentasi dalam suhu kamar melebihi hasil yang didapatkan akan rusak. Bila dikemas dengan cangkir plastik dan disimpan dalam lemari es akan bertahan selama 2 bulan akan tetapi teksturnya akan rusak yaitu menjadi keras (Elan, 1994).  


BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1   Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaan yang diperlukan pada Praktikum Pembuatan Tape
No
Nama Alat
Kegunaan
1.
Tupper waerr
Sebagai wadah untuk melakukan fermentasi
2.
Periuk
Untuk memasak atau merebus beras ketan merah
3.
Baskom
Untuk tempat mencuci dan menampung beras ketan merah.
Bahan yang digunakan pada praktikum Pembuatan Tape dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum Pembuatan Tape.
No
Nama bahan
Kegunaan
1.
Ragi
Sebagai bahan fermentasi
2.
Beras Ketan Merah
Sebagai bahan yang akan diamati
3.
Daun pisang
Untuk melapisi beras ketan merah yang akan difermentasi
4.
Air
Untuk mencuci ubi/singkong

3.2   Prosedur Kerja
Prosedur kerja dalam praktikum Pembuatan Tape yaitu sebagai berikut :
1.       Menyiapkan seluruh peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
2.       Mencuci beras ketan merah dengan air bersih dan menghaluskan ragi yang akan digunakan.
3.       Merebus beras ketan merah hingga masak lalu diinginkan sebelum diberi ragi.
4.       Setelah dingin, lalu beras ketan merah dimasukkan kedalam tupper wear atau wadah yang telah diberi daun pisang dan  disusun rapi sambil diberi ragi yang telah dihaluskan tadi hingga rata.
5.       Menutup wadah yang telah berisi beras ketan merah yang siap difermentasi dengan rapat dan kuat.
6.       Meletakkan beras ketan merah yang siap difermentasi ditempat yang aman selama ± 2 hari.
7.       Setelah ± 2 hari dilakukan pengamatan untuk melihat hasil fermentasi berhasil atau tidak.
BAB IV
ANALISIS DATA

4.1   Pembahasan
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa).
Tapai merupakan makanan selingan yang cukup popular di Indonesia dan  Malaysia. Pada dasarnya ada dua tipe tapai, tapai ketan dan tapai singkong. Tapai memiliki rasa manis dan sedikit mengandung alkohol, memiliki aroma yang menyenangkan, bertekstur lunak dan berair. Tapai sebagai produk makanan cepat rusak karena adanya fermentasi lanjut setelah kondisi optimum fermentasi tercapai, sehinga harus segera dikonsumsi.  Namun demikian jika disimpan dalam tempat yang dingin maka akan dapat bertahan selama dua minggu. Hasil dari fermentasi lanjut adalah produk yang asam beralkohol, yang tidak enak lagi untuk dikonsumsi.
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Setelah melakukan pengamatan selama 2 hari tentang pembuatan tape ketan, kami dapat membahas bagaimana tape ketan dibuat, memaparkan faktor-faktor yang terlibat dalam pembuatan ataupun dalam proses fermentasi tape. Pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu konsentrasi garam, oksigen, dan suhu.
Konsentrasi garam yang dianjurkan adalah 5-15% (20-600S). Garam berfungsi untuk menghambat pertumbuhan jenis-jenis mikroorganisme pembusuk yang tidak diinginkan selama proses fermentasi berlangsung.
Prinsip kerja garam dalam proses fermentasi adalah untuk mengatur Aw (ketersediaan air untuk kebutuhan mikroorganisme). Mikroorganisme yang diinginkan untuk tumbuh adalah jenis-jenis bakteri penghasil asam. Selain mengatur Aw, garam juga berfungsi untuk menarik keluar cairan sel jaringan yang mengandung sakarida-sakarida, dimana sakarida tersebut merupakan nutrien untuk pertumbuhan mikroorganisme. Kadar garam selama fermentasi akan berubah karena cairan dalam sel-sel jaringan tertarik keluar sel, karena itu secara periodik harus diadakan penyesuaian kadar garam.
Suhu selama proses fermentasi sangat menentukan jenis mikroorganisme dominan yang akan tumbuh. Umumnya diperlukan suhu 300C untuk pertumbuhan mikroorganisme. Bila suhu kurang dari 300C pertumbuhan mikroorganisme penghasil asam akan lambat sehingga dapat terjadi pertumbuhan produk.
Ketersediaaan oksigen harus diatur selama proses fermentasi. Hal ini berhubungan dengan sifat mikroorganisme yang digunakan. Contoh khamir dalam pembuatan anggur dan roti biasanya membutuhkan oksigen selama proses fermentasi berlangsung, sedangkan untuk bakteri-bakteri penghasil asam tidak membutuhkan oksigen selama proses fermentasi berlangsung. Oleh karena itulah, proses fermentasi pada ketan yang tertutup rapat lebih cepat dibandingkan dengan ketan yang terbuka.


BAB V
PENUTUP
5.1   Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae dan setelah melakukan pengamatan selama 2 hari tentang pembuatan tape ketan, kami dapat membahas bagaimana tape ketan dibuat, memaparkan faktor-faktor yang terlibat dalam pembuatan ataupun dalam proses fermentasi tape. Pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu konsentrasi garam, oksigen, dan suhu.

5.2   Saran
Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini adalah sebaiknya teman praktikan lainmampu bekerja sama agar praktikum bisa berjalan dengan lebih lancar.



DAFTAR PUSTAKA
Amien Muhammad, 1985., Pegangan Umum Bioteknologi 3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.
Anonim¹. 2011.. Biotekhnologi. http://www.Wikipedia  Bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas Diakses pada tanggal 20 November 2012.
Anonim².2011.Pembuatan tape ketan. http://www.Wikipedia  Bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas diakses pada tanggal 20 November 2012.
Brown C.M, I Campbell, F.G Prest, 1987. Introduction to Biotechnology: Blackwell scientilic Publications, London.
Ign Suharto, 1995. Bioteknologi Dalam Dunia Industri : Andi Offset, Yokyakarta.    
Elan Suherlan, 1994.,  Bioteknologi Bahan Pangan.,  Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA, Bandung.

Maret 09, 2013

Laporan pratikum pembuatan tempe

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktivitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan pangan, sebagai akibat dari pemecahan kandungan-kandungan bahan pangan tersebut.
Jika cara-cara pengawetan pangan yang lain misalnya pemanasan, pendinginan, pengeringan, iradiasi dan lain-lainnya ditujukan untuk mengurangi jumlah mikroba, maka proses fermentasi adalah sebaliknya, yaitu memperbanyak jumlah mikroba dan menggiatkan metabolismenya di dalam makanan.  Tetapi jenis mikroba yang digunakan sangat terbatas yaitu disesuaikan dengan hasil akhir yang dikehendaki.
Beberapa contoh makanan hasil fermentasi adalah tempe, tauco, dan kecap yang dibuat dari kedelai, oncom dari bungkil kacang tanah, ikan peda, terasi, sayur asin, keju dan yoghurt dari susu, anggur minum, brem dan lain-lainnya.
Pada proses pembuatan tempe, fermentasi berlangsung secara aerobik dan   non alkoholik.  Mikroorganisme yang berperan adalah kapang (jamur), yaitu    Rhizopus oryzae,Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus arrhizus.
       
1.2  Tujuan Percobaan
Percobaan ini bertujuan agar pratikan mampu menganalisis dan memahami prinsip fermentasi yang terjadi pada kedelai hingga menjadi tempe.
1.3  Manfaat Percobaan
Dengan pengolahan kedelai menjadi tempe pastinya dapat meningkatkan sumber protein yang penting bagi pola makanan masyarakat di Indonesia khususnya.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1  Pengertian Fermentasi
Fermentasi bahan pangan adalah hasil kegiatan dari beberapa spesies mikroba seperti bakteri, khamir dan kapang.  Mikroba yang melakukan fermentasi dengan memberikan hasil yang dikehendaki dapat dibedakan dari mikroba-mikroba penyebab penyakit dan penyebab kerusakan.  Mikroba fermentasi mendatangkan hasil akhir yang dikehendaki, misalnya bakteri akan menghasilkan asam laktat, khamir menghasilkan alkohol, kapang menghasilkan tempe (Muchtadi; 1989).
Fermentasi biasanya dilakukan dengan menggunakan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium.  Kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan, misalnya kultur murni dari bakteri asam laktat untuk membuat keju.  Kadang-kadang tidak digunakan kultur murni untuk fermentasi sebagai laru (starter).  Misalnya pada pembuatan tempe atau oncom digunakan hancuran tempe dan oncom yang sudah jadi (Winarno, dkk; 1984).
2.2  Mikroorganisme pada Fermentasi
Jenis kapang digunakan dalam khususnya bagi beberapa jenis kayu dan fermentasi bahan pangan khususnya di Asia, seperti kecap, miso, tempe dan lain-lainnya.  Jenis kapang yang banyak memegang peranan penting dalam fermentasi bahan makanan tersebut adalahAspergillus, Rhizopus dan Penicillium (Setiadi; 2002).
Tempe adalah sumber protein yang penting bagi pola makanan di Indonesia, terbuat dari kedelai.  Pembuatan tempe dilakukan sebagai berikut : kedelai kering dicuci, direndam semalam pada suhu 250C esok paginya kulit dikeluarkan dan air rendam dibuang.  Kedelai lalu dimasak selama 30 menit.  Sesudah itu didinginkan, diinokulasikan dengan sporaRhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae, ditaruh dalam panci yang dangkal dan diinkubasikan pada suhu 300C selama 20 - 24 jam.  Dalam waktu itu kedelai terbungkus sempurna oleh mycelia putih dari jamur.  Sekarang tempe siap untuk dikosumsi.  Cara penyajiannya adalah tempe dipotong-potong, direndam sebentar dalam garam lalu digoreng dengan minyak nabati.  Hasilnya adalah tempe yang berwarna coklat dan kering.  Dapat juga dimakan dalam bentuk mempunyai kuah atau dengan kecap (Wirakartakusumah, dkk; 1992).


BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Alat dan Bahan
Bahan
Keterangan
Biji kedelai
1 kg
Bibit tempe
-

Alat
Keterangan
Panci
1 Buah
kompor gas
1 Buah
tampah
1 Buah
tapisan
1 Buah
sendok nasi
1 Buah
ember
1 Buah
pembungkus
1 Buah
jarum
1 Buah
serbet.
1 Buah

3.2  Langkah Kerja
1.      Biji kedelai yang telah dipilih, dibersihkan dan dicuci dengan air bersih.
2.      Lalu kedelai direbus sampai mendidih dan lanjutkan perebusan sampai kedelai benar-benar kelihatan empuk, kemudian direndam dengan air bersih selama satu hari satu malam.  Air rendaman diganti setiap 12 jam.
3.      Setelah direndam sehari semalam dalam air rendaman, lalu kulit ari kedelai dibuang dengan cara diremas-remas sampai biji terbelah.
4.      Kedelai yang telah dibuang kulitnya direbus lagi dengan air baru dan bersih selama ± 90 menit sampai titik didih tercapai.  Kemudian rebusan kedelai ditiriskan pada tampah yang beralaskan koran, lalu didinginkan.
5.      Setelah rebusan kedelai dingin, taburkan bibit tempe sebanyak 1 gram / 1 kg kedelai secara merata dengan alat pengaduk.
6.      Kedelai yang sudah dicampur bibit tempe, dibungkus dengan plastik yang sudah ditusuk-tusuk dengan jarum.  Setelah itu disimpan dalam rak bambu selama dua hari.
7.      Pengamatan dilakukan selama dua hari berturut-turut guna melihat proses berlangsungnya fermentasi.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan pratikan pada dua hari berturut-turut setelah pengolahan kedelai hingga menjadi tempe adalah sebagai berikut:
-    Pengamatan I (Selasa, 18 Oktober 2011/Pukul 12.00 WIB)
Kedelai yang terbungkus masih dalam keadaan panas dan mengembun.
-    Pengamatan II (Rabu, 19 Oktober 2011/Pukul 12.00 WIB)
Jamur merata, tekstur rata dan bau tempe.
4.2  Pembahasan
Pada  pengamatan I  keadaan bungkus kedelai dipenuhi uap air akibat panas yang masih ditimbulkan oleh proses fermentasi dan mycelia putih dari jamur belum merata (masih terlihat padatan/biji kedelai).
Pada  pengamatan II  masih ada biji kedelai yang terlihat akan tetapi keadaan kedelai telah terbungkus sempurna oleh mycelia putih dari jamur, karena padatan kedelai menempel pada pembungkusnya maka padatan kedelai tersebut terlihat membentuk tekstur yang rata sesuai bentuk pembungkusnya dan pastinya tercium bau yang khas dari bungkusan kedelai tersebut yaitu bau tempe.


BAB V
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa tempe sangat tergantung dari hasil fermentasi jenis bahan utama/substratnya yaitu kedelai, macam mikroba yang aktif dan kondisi di sekelilingnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme mikroba tersebut, dan hal ini dapat dikatakan bahwa pengolahan kedelai hingga menjadi tempe sesuai dengan hasil akhir yang dikehendaki.  
5.2  Saran
Pemberian keterangan/pengarahan yang dilakukan asisten/pembimbing sudah baik akan tetapi pratikan masih mengharapkan pada percobaan selanjutnya para asisten/pembimbing untuk dapat memberikan keterangan/pengarahan lebih spesifik lagi dalam hal pengolahan dan penyajian bahan yang dicoba. Dengan adanya keterangan/pengarahan yang lebih baik lagi yang diberikan asisten/pembimbing dapat menjadi pengetahuan dan bahan kuliah bagi pratikan nantinya.


DAFTAR PUSTAKA
Muchtadi,T.R. 1989. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB Bogor.
Setiadi. 2002. Kepekaan Terhadap Pengolahan Pangan. Pusat Dinamika Pembangunan UNPAD, Bandung.
Winarno,F.G, dkk. 1984. Pengantar Teknologi Pangan. PT Gramedia, Jakarta.
Wirakartakusumah, dkk. 1992. Peralatan dan Unit Proses Industri Pangan.   PAU Pangan dan Gizi, IPB Bogor.


Maret 07, 2013

Alur Cerita Naruto chapter 623 versi teks 624

Versi Teks Naruto Chapter 623
Sebelumnya : Naruto Chapter 622

Meski usianya masih begitu belia, Hashirama kecil sudah bisa berpikir mengenai merubah dunia tempatnya berada, dunia Shinobi yang menurutnya keliru. Selain Hashirama, ternyata ada lagi bocah lain yang berpikir tentang merubah dunia. Bocah itu tak lain adalah Madara. Tapi daripada terkejut atau semacamnya, Hashirama malah berpikir kalau Madara adalah teman yang hebat.

"Yah, aku bisa mengerti dirimu bahkan tanpa melihat bagian dalam dirimu." ucap Madara. "Maksudmu?" Hashirama tak mengerti, dan kemudian Madara berkata, "Lihat saja pakaian dan gaya rambutmu, kau payah."



Yah, mereka memang tidak memiliki pikiran yang sama dalam segala hal. Setelah kejadian itu, mereka terus mengadakan pertemuan-pertemuan, dan tetap tanpa mengungkap nama lengkap mereka.

Pada pertemuan itu, mereka saling bertarung, saling menunjukkan teknik shinobi mereka masing-masing, berlatih untuk menjadi lebih kuat sekaligus bersaing. Madara kecil memukul Hashirama, begitu juga sebaliknya. Mereka saling pukul dan terjatuh.

Naruto Chapter 623 - Sebuah Pemandangan
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Taijutsu dan kumitemu bagus juga. Kau bahkan bisa seri melawanku." ucap Madara. Tapi, Hashirama tak setuju, "Seri apanya? Aku masih berdiri." ucap anak itu. Dan memang benar, Hashirama masih berdiri setelah menerima pukulan tadi. Tapi kemudian, batu kecil mengenai kepalanya dan ia terjatuh. "Apa katamu barusan?" sindir Madara kecil.




Lelah bertarung, merekapun beristirahat, duduk sambil membicarakan masa depan. "Masalahnya, bagaimana bisa kita mengubah sesuatu? Aku bahkan tak bisa membayangkan pemandangan masa depan yang bagus itu." ucap Hashirama. "Pertama-tama. kau harus berpegang teguh pada idialismemu dan menjadi lebih kuat." ucap Madara, "Kalau kau lemah, tak akan ada yang mau mendengarmu." lanjutnya.



"Benar juga. Kalau kita bisa menguasai banyak jutsu dan menjadi lebih kuat, orang dewasa pasti tak akan menghiraukan kita lagi." ucap Hashirama. "Kau harus melampaui kelemahan dan jutsu yang tak kau kuasai." ucap Madara, "Yah, aku sendiri sudah lebih kuat dari pada rata-rata orang dewasamu tentang itu." lanjutnya.

Madara kemudian turun ke sungai, dan buang air kecil. Mula-mula, air yang keluar cukup lancar. Namun mendadak, ia gemetar dan airnya tak mau mengalir. "Jadi benar ya kau tak bisa ..."

"Sudah kubilang kan jangan berdiri di belakangku!!!!" bentak Madara.



"Aha, aku menemukan kelemahanmu." ucap Hashirama. "Akan kulempar kau ke tempat aku pipis!!" bentak Madara. Semakin sering mereka bertemu, mereka menjadi semakin dekat dan akrab.

Suatu ketika, Hashirama kecil datang dengan suatu berita, "Madara, aku punya jutsu baru yang luar biasa!! Ayo kita kuasai bersama-sama!!" ucap Hashirama. "Heh? Jutsu macam apa?" tanya Madara. Kemudian Hashirama menjelaskan, "Sebuah Taijutsu rahasia, teknik elemen api super genjutsu pemotong kunai besar tetes ganda."



"Uhm ... aku tidak mengerti." ucap Madara.
"Hmm, gimana ya cara menjelaskannya, oh ya, itu ..."

"Cukup!!" bentak Madara, "Hari ini kita akan bersaing lomba balap panjat tebing." ucapnya. Hashirama mendadak depresi. "Hei hei, jangan selalu depresi seperti itu, itu kelemahanmu." ucap Madara. Namun tiba-tiba, Hashirama bangun dan berlari naik bukit. "Ahaha, aku pertama!!" teriak Hashirama.

"Hei, curang!! Kau menipuku!!" teriak Madara dan kemudian mengejarnya. Pada akhirnya, Hashirama sampai di puncak terlebih dahulu. "Aku menang!!" ucapnya. "Tentu saja, kau mulai lebih dulu." ucap Madara.

Di atas bukit itu, mereka duduk, sambil melihat pemandangan hutan.



"Kau bisa melihat pemandangan seluruh hutan dari sini." ucap Hashirama. "Yah, kau bisa melihat kejauhan dari sini. Tapi, aku yakin kalau masalah melihat, kau pasti tak akan bisa mengalahkanku. Mau bersaing?" tantang Madara. "Eh? Kenapa tiba-tiba? Kelihatannya kau begitu bangga pada matamu?"

"Tentu saja! Aku memiliki sha ..." Mendadak Madara diam. "Ada apa?" tanya Hashirama. "Tidak. Pada akhirnya, aku tidak sehebat itu." ucap Madara. "Eh? Aneh sekali kau berbicara seperti itu." ucap Hashirama. Kemudian Madara kembali berkata, "Kalau saja aku hebat, pastinya saudaraku tidak akan mati. Aku bahkan tak mampu melindungi mereka ..."



Hashirama teringat akan Itama, dan kemudian mengerti bagaimana perasaan Madara. Hashirama lalu bertanya, "Apa kau masih punya saudara tersisa?" Madara menjawab, "Ya, aku masih memiliki seorang adik. Dan aku akan melindunginya apapun yang terjadi."

"Ya!!" Hashirama mendapat suatu ide, "Ayo kita buat perkampungan kita di sini! Ayo kita buat tempat dimana anak-anak tak akan perlu saling membunuh!! Lalu kita membangun sekolah dimana mereka akan diajari untuk menjadi lebih kuat!! Kemudian misi akan diberikan berdasarkan kemampuan. Para senior melakukan misi berbahaya, sementara anak-anak tak akan dikirim ke misi yang membahayakan nyawa mereka!!"



"Haha, kau satu-satunya yang punya ide bodoh seperti itu." ucap Madara. "Lalu, apa idemu?" tanya Hashirama. "Yah, itu, setelah kita membangun perkampungan itu, aku akan mengawasi adikku dari sini." jawab Madara. Kemudian, mereka saling tersenyum.
"Ya!!" Hashirama mendapat suatu ide, "Ayo kita buat perkampungan kita di sini! Ayo kita buat tempat dimana anak-anak tak akan perlu saling membunuh!! Lalu kita membangun sekolah dimana mereka akan diajari untuk menjadi lebih kuat!! Kemudian misi akan diberikan berdasarkan kemampuan. Para senior melakukan misi berbahaya, sementara anak-anak tak akan dikirim ke misi yang membahayakan nyawa mereka!!"



"Haha, kau satu-satunya yang punya ide bodoh seperti itu." ucap Madara. "Lalu, apa idemu?" tanya Hashirama. "Yah, itu, setelah kita membangun perkampungan itu, aku akan mengawasi adikku dari sini." jawab Madara. Kemudian, mereka saling tersenyum.




Setelahnya tempat itu menjadi desa Konoha. Waktu itu, Hashirama membuat keputusannya. Ia memilih untuk menentang segala peraturan yang menurutnya salah pada saat itu, untuk membuat idealismenya menjadi kenyataan.

----- Naruto Chapter 623 -----

Madara dan Hashirama berada di dua sisi sungai yang saling berlawanan, dan melempar batu pada masing-masing sebelum berpiah. "Kita berdua sama-sama bisa ampai di sisi lain." ucap Hashirama. "Batu itu batu yang bagus untuk dilempar, kau bisa terus memilikinya sampai pertemuan kita selanjutnya." ucap Madara, dan kemudian mereka benar-benar berpisah, kembali ke perkampungan klan masing-masing.



Baru saja Hashirama sampai, adiknya, Tobirama sudah langsung memanggilnya. "Kakak, aku ingin bicara denganmu." Tobirama mengajak kakaknya untuk bertemu dengan ayah mereka dan bicara.

"Belakangan ini, kau sering menemui seorang bocah, kan." ayah Hashirama tahu. "Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Hashirama. "Ayah menyuruhku untuk membuntutimu. Kemampuan melacakku lebih baik darimu. Belakangan ini, kau sering keluar, itu mencurigakan." ucap Tobirama.



"Aku sudah mencari informasi mengenai anak itu. Ia berasal dari klan Uchiha." ucap ayah Hashirama. "Dia bahkan membunuh beberapa shinobi berpengalaman dari klan kita. Kelihatannya dia adalah shinobi yang memang berbakat sejak lahir."

Hashirama terdiam. Dalam hati ia berpikir, "Jadi benar ya."

"Melihatmu tidak terkejut, aku rasa kalian sudah saling mengetahui klan masing-masing?" "Tidak, aku baru tahu. Dan sepertinya ia belum tahu tentangku." ucap Hashirama. Kmudian ayahnya kembali berbicara, "Kau tahu apa artinya itu, kan? Aku masih belum membicarakan ini dengan anggota lain klan kita. Kalau kau tak mau dianggap sebagai mata-mata, lain kali kalau kau bertemu dengan anak itu lagi, buntuti dia. Kemudian, bawa informasi mengenai klan Uchiha. Ini adalah misi. Kalau dia sampai menyadarinya, bunuh dia."

Hashirama tertegun. Kemudian bertanya dengan sedikit terbata-bata, "A-apa benar dia dari klan Uchiha?"



"Ya." jawab ayahnya. "Kalau dia sampai menyadari kalau kau dari klan Senju, mungkin dia hanya berpura-pura untuk tidak mencuri informasi kita darimu. Jangan percaya padanya."

"Tidak, dia tak pernah ..."

"Kau tak bisa mengetahui bagaimana perasaan asli seseorang." ucap ayahnya. "Kalau benar kau hanya ditipunya, berarti kau telah menempatkan klan Senju pada bahaya yang besar. Tobirama dan aku aku bersama denganmu untuk meyakinkan. Mengerti?"

Setelah percakapan itu, Hashirama mulai kepikiran. Siang malam ia terus memikirkan hal tersebut, sambil melihat batu pemberian Madara.



Akhirnya, mereka berdua kembali bertemu. Madara dan Hashirama telah sama-sama berada di sisi sungai yang berlawan. "Pertama-tama, ayo melempar batu sebagai ucapan salam." ucap Madara. "Ya." Hashirama mengambil batu dari bajunya, begitu juga dengan Madara. Mereka lalu saling melempar. Namun ketika menerimanya, mendadak raut wajah mereka berubah.



Mendadak, Madara ingin pulang. "Maaf ya, Hashirama, aku baru ingat kalau aku harus melakukan sesuatu." Hashirama mengerti, kemudian berkata, "Begitu ya, kalau begitu aku juga akan pulang."

Mereka membalikkan badan, dan tiba-tiba berlari sekuat tenaga. Ternyata, di batu yang mereka lempar tadi, sama-sama terdapat pesan yang berbunyi, "Larilah, ini jebakkan."

Dari balik pohon, ayah Hashirama dan Tobirama yang mengawasi menjadi kaget. "Kecepatan itu, apa ia berencana untuk kabur!? Hashirama pasti memberitahunya. Ayo kita maju, Tobirama!!" perintah yang ayah. "Ya!" jawab Tobirama. Mereka keluar dari persembunyian dan mulai bergerak.



Akan tetapi, yang punya rencana seperti itu memang bukan hanya dari pihak Senju, melainkan juga dari pihak Uchiha. Dari sisi Hashirama, ayahnya dan Tobirama muncul. Sementara dari sisi Madara, Uchiha dewasa (kemungkinan ayahnya), dan Izuna muncul. Mereka saling berhadapan.

"Jadi kita memiliki rencana yang sama ya, Butsuma Senju." ucap Uchiha dewasa itu. "Dan Tobirama." ucap Izuna.



"Kelihatannya memang begitu, Tajima Uchiha." ucap ayah Hashirama. "Dan Izuna." ucap Tobirama.

Senju dan Uchiha, pertarungan yang tak bisa dihindari akan dimulai. Berbeda dengan Hashirama dan Madara, orang dewasa dan adik mereka itu tak akrab sama sekali.