Laman

April 24, 2013

Alur chapter Hunter X Hunter 208


Gon mengumpulkan aura di tangannya, dia bersiap menggunakan jurus andalannya "Jajanken". Sementara Knuckle juga mengeluarkan aura di seluruh tubuhnya untuk mengantisipasi Jajanken Gon.

“Terima ini ! Jan !!” teriak Gon.
Namun belum sempat Gon menyelesaikan jurusnya Knuckle memukul Gon namun meleset karena Gon dengan cepat menghilang dari pandangan Knuckle. “Ugh..”

“Sebelah sini.” ucap Gon yang tiba - tiba ada di belakang Knuckle.


Hunter x Hunter Chapter 208
Kelemahan part 2
=============


Secara refleks Knuckle memutar tangannya ke belakang untuk memukul Gon namun Gon berhasil menghindar dengan menunduk, lalu Gon menendang kaki Knuckle sehingga dia kehilangan keseimbangan.
Tak menyia - nyiakan kesempatan Gon memukul pipi Knuckle dengan tangan kirinya.

“Ha !” teriak Gon memukul pipi kanan Knuckle membuatnya akan terjatuh.
Tidak hanya sampai di situ, sekarang Gon sudah di dekat Knuckle yang belum siap.
“Yang pertama adalah... Batu !!!” Gon akan menggunakan jurus andaanya  Jajanken.
 “Jan !!!”
Namun Knuckle memanfaatkan tubuhnya yang akan terjatuh, dia mengayunkan kakinya ke depan sehingga dapat mengenai dagu Gon.
“Aargh !!” rintih Gon.
Mereka pun sama - sama terjatuh sehingga Gon tidak bisa menggunakan Jajankennya.

Hunter x Hunter Chapter 208

“Bocah sialan ini, dia gunakan Jajanken sebagai tipuan.” pikir Knuckle melihat kecerdikan Gon.

“Aku bisa dengan jelas melihat kalau kau akan mematahkan seranganku. Jadi aku dapat dengan mudah membaca kemana arah pukulanmu.” ucap Gon yang sudah berdiri lagi.

“Dia telah memanfaatkan kelemahan Jajanken yang membutuhkan waktu lama untuk digunakan sebagai keuntungan baginya. Dia memanfaatkan sifat dari lawannya !” pikir Killua senang.
 “Bagi Knuckle, Jajanken Gon seperti sedang bersiap - siap memukul bola kasti. "Aku tak akan meleset", dia sangat yakin bisa memukul lemparan bola tepat di tengah kepingan, dan itulah kenapa, dia terlalu tegang saat melihat lemparan bola.
Inilah saatnya !! Dia tak sadar memberi kekuatan terlalu besar dalam pukulannya. Karena itu, tongkat pemukul mudah sekali meleset, bahkan pemain softball profesional melakukan kesalahan ini.
Inilah pukulanku, kekuatan penuh. Orang terlalu menegangkan otot - otot sehingga mengganggu pukulannya.
Hal ini juga berlaku pada aura. Aura akan dikonsentrasikan sesuai dengan keinginan penggunanya, dan keinginan akan bertambah saat serangan dilancarkan.
Jika si pengguna tak berpengalaman atau tidak tenang, aliran aura mungkin akan tak karuan bahkan lurus. "Tangan kanan itu tipuan, dia menyerang dengan tangan kirinya." musuh bisa membaca arah dari aliran aura ini dan bersiap - siap saat penyerang datang.
Gon telah bisa mendeteksi ketegangan Knuckle dan memanfaatkannya untuk mengintimidasinya. Dan sebagai hasilnya tipuan darinya berjalan mulus. Taktik ini paling tepat digunakan pada orang yang belum pernah melihat Jajanken sebelumnya.
Ketika Gon bersiap - siap menggunakan tekhniknya, musuh yang melihat kekuatan penghancur dari tekhnik ini akan tegang dan kehilangan ketenangan.
Tekhnik ini akan semakin efektif, saat musuh mundur kebelakang, dia bisa melanjutkan dengan batu atau kertas !
Aku selalu mengira Jajanken tak berguna jika musuh mengetahui kedatangannya, ternyata ada banyak cara dengan menggunakan keuntungan ini.” lanjutnya menganalisa Jajanken Gon.

“Baik, akan ku mulai !!” ucap Gon mengeluarkan aura di seluruh tubuhnya.

“Meski dia telah diserang bertubi - tubi oleh Kncukle karena dia fokus pada tekhniknya. Yang harus dia lakukan adalah menambah kekuatan nen untuk memancing reaksi musuh agar kebingungan menentukan yang asli dan yang tipuan.
Apakah Gon telah mampu memanfaatkan kelemahan ini? Tidak, dia telah mampu sekarang !! Tepat di tengah - tengah pertempuran.
Dia telah tumbuh lebih kuat dalam situasi yang menegangkan, tepat di tengan pertarungan.” pikir Killua kaget melihat perkembangan Gon.

“.... Aku tak percaya akan kesulitan untuk mengendalikan "Ken", kita sudah bertarung hampir 20 menit lamanya. Gerakan tubuhku semakin lambat terserap oleh nen. Jika 1 jam latihan sama dengan 10 menit dalam pertempuran aku hanya bisa menggunakan "Ken" selama 10 menit lagi.
Jika kekuatan menyerang dan bertahan melemah aku pasti akan kalah. Aku harus mengakhiri ini sebelum itu terjadi. Dengan Jajanken.” pikir Gon.

Gon dan Knuckle pun kembali saling menyerang, mereka saling memukul dan menendang dengan sangat cepat.

“Knuckle sangat ahli dalam pertarungan jarak dekat, kontak fisik secara langsung. Tapi, Gon juga mulai sedikit demi sedikit bisa mengatasinya.
Dengan manambah luas daerah aura pertahanan, dia mengurangi besarnya cedera akibat salah perhitungan.
Dia juga bisa mengimbangi kecepatan Knuckle dan dia tak lagi terkena serangan mendadak lagi. Tapi, sudah tak ada waktu lagi daya tahan auranya telah mencapai batasnya. Knuckle masih menyimpan sisa energinya, dan dia hanya melakukan serangan dasar. Tapi untuk Gon yang menggunakan Jajanken. Dia harus mempersiapkan aura dengan jumlah besar.
Bahkan walau dia menggunakan Jajanken sebagai serangan tipuan, itu membutuhkan banyak aura. Dan Gon telah menggunakan tekhnik tersebut sebanyak 3 kali. Pertarungan ini telah berlansung 20 menit, dia mungkin akan menggunakan Jajanken satu kali lagi. Tapi itu harus dilakukan 1 atau 2 menit lagi. Itulah waktu yang dipunya Gon untuk bertarung dengan sekuat tenaga.” pikir Killua menganalisa pertarungan Gon dan Knuckle, dia mampu menyimpulkan kalau Gon hanya bisa menggunakan Jajanken sekali lagi.

Sementara itu pertarungan Gon dan Knuckle terus berlanjut, Knuckle memukul Gon dengan keras, meski Gon mampu menahannya dengan kedua tangannya, Gon masih terlempat ke belakang.

“Ha.. Ha.. Ha..” Gon nampak kelelahan.

“.... Gon. Kau bilang padaku untuk bertarung dengan sekuat tenaga, tapi kau masih bukan musuh yang layak. Kau itu....” ucap Knuckle meremehkan Gon namun terpotong karena Gon bersiap mengeluarkan Jajanken lagi.
“Yang pertama adalah...” ucap Gon bersiap.


“!?” Killua kaget.
“Batu !!!” keluar aura di kepalan tangan Gon.
“Ap... Apa??” tanya Killua bingung. “Apa yang akan kau lakukan?”

Bersambung

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.