Laman

April 07, 2013

alur chapter hunter x hunter 199 versi teks


“Lihatlah... Bukankah itu...” ucap pemandu yang sebelumnya memandu Kaito di dalam NGL. Dia melihat seseorang dari kejauhan sedang berjalan ke arahnya. Ternyata itu adalah Killua yang sedang menggendong Gon yang pingsan. Dia lari dari pertempuran atas perintah Kaito setelah mereka menyadari betapa mengerikannya monster yang mereka lawan.

Hunter x Hunter Chapter 199
Cahaya X Dan X Kegelapan
====================
Mangaka : Yoshihiro Togashi

“Haa... Haa... Haa...Haa...” Killua nampak kelelahan.
Terlihat Spin dan teman - temannya sedang berada di dalam sebuah mobil.
“Kau meninggalkan Kaito sendirian di sana?! Kenapa kau melakukan itu...!?” tanya Spin pada Killua melalui Handphone.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan...Kenapa!” tanya Spin kesal, ditambah handphone yang dia pegang direbut Mon.
“ ...Baik. Tetaplah di sana untuk sekarang. Kami sedang dalam perjalanan ke sana.. Dan kami juga membawa bala bantuan.” ucap Mon melanjutkan percakapan Spin dan Killua. Di dalam mobil terlihat 3 sosok orang kuat, siapakah mereka?
Sementara Killua tengah duduk di bawah pohon di sampingnya Gon masih belum sadar dari pingsannya.Dari kejauhan tampak sebuah mobil sedang mendekatinya. Mobil itu berhenti lalu turun 3 orang yang membuat Killua terperangah.
“Ketua Netero !!” ucap Killua mengenali salah satu dari mereka.
Lalu ketiga orang tadi mendekati Killua.
“kusangka mereka hanya anak kecil. Ini yang terjadi kalau kau main api, bocah. Cepat pulang ke ibumu.” ejek pria yang sedang memikul benda panjang di pundaknya. Dia adalah Morau.
“Sopan sedikit, Morau. Apa kau nggak merasa kasihan padanya? Lagipula, Dia hanya anak kecil.” ucap teman Morou, pria berjas hitam.
Sementara Killua hanya tertunduk.
“Hohoho, kau terlihat ketakutan. Hmm? Apa mereka begitu menakutkan?” tanya Kakek tua Netero.
“........ Salah satu dari mereka tahu cara menggunakan nen. Itu adalah aura yang paling menakutkan yang pernah kutemui.” jawab Killua sambil mengingat pertarungan terakhirnya.
“Melebihi kakakku. Melebihi Hisoka.” lanjutnya dalam hati
“...Karena aku belajar nen sendiri, aku bisa bilang. Kalian sangat kuat. Tapi, aku nggak berpikir kalau kalian bisa menang darinya.” ucap Killua sambil mengingat wajah Neferpitou. (Chimera dengan bentuk seperti kucing)
“Hmm... Saat seseorang menjumpai sesuatu yang melebihi pemahamannya, mereka cenderung menaksirkan situasinya secara berlebihan. Dan kau sedang dalam kondisi panik, itu yang membuatnya lebih buruk lagi. Serahkan sisanya pada kami”
 Cepat cari tempat  tinggal dan beristirahat  ” ucap pria berjas hitam dengan gaya cool sambil membenarkan kacamatanya.
“Kakakaka! Kau mengatakan hal yang sama sepertiku.” ucap Morau.
“Hei, BOCAH ! . Dalam pertarungan antara pengguna nen, di saat kau memikirkanpeluang untuk menang", kau sudah membuat sebuah kesalahan. Tidak mengetahui kemampuan lawanmu itu biasa. Bahkan saat kau ragu atau lengah sedikit saja bisa membalikkan keadaan”
“Jumlah aura yang bisa dilihat, mau banyak ataupun sedikit, tidak bisa dijadikan  sebagai ukuran . Kau tidak bisa menebak apa yang akan terjadi . Itulah pertarungan nen”
“ Tapi walaupun begitu.... Kau bertarung dengan keyakinan 100% kalau kau akan menang! Itu adalah semangat sejati seorang pengguna nen.” ucap Morau pada Killua.
“Saat kau ciut di depan musuhmu dan kabur... Kau gagal... kau bahkan tidak  pantas disebut pecundang.” lanjut Morau.
“Morau ! Sudah cukup !” ucap pria berjas menghentikan ejekan Morau pada Killua.

“Gon... apakah  dia terluka ?” tanya Netero.
“dia mencoba menyerang musuh lalu aku menghentikanya.. aku tak punya uang sepeserpun entah apa yang akan terjadi saat dia terbangun nanti”  jawab Killua, tampak Killua sangat sedih, menyesal, merasa bersalah, semuanya bercampur karena dia tidak bisa melindungi temannya, karena dia lari dan menjadi seorang pengecut.
“Kakakaka ! Itu dia ! Tampaknya masih ada harapan untuk yang satu ini.” Morau masih saja mengejek Killua.
“Morau !” ucap pria berjas agar Morau berhenti mengejek Killua.
“Sangat sulit untuk percaya kalau ada semut chimera raksasa yang memakan manusia. Tapi kami sekarang sudah memastikan kalau itu benar, kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk menghentikan mereka sebelum ada lebih banyak korban berjatuhan. tak boleh ada yang lemah dari tim kita, atau kita akan mati, kalian mengerti ?” tegas ketua  Netero.
“Ya...” sahut Killua.
“Karenanya, ketiga orang ini... Sebuah kelompok kecil dari paara elit . Kami tak  termasuk...” pikir Killua.
“Di kota terdekat... Kami melepaskan dua hitmen. kau mau bertarung atau tidak itu  pilihanmu. Tapi.. Kalahkan mereka, dan temukan kami. Itu kalau kau mau melanjutkan hidup sebagai seorang hunter ! Kami tidak butuh orang lemah. Hanya yang kuat.” ucap Netero sambil melemparkan "Warifu" pada Killua, lalu mereka bertiga pergi meninggalkan Killua.


Warifu : Biasanya terbuat dari bambu atau kayu sedemikian rupa, lalu dipatahkan jadi dua. Ini digunakan untuk mengecek keaslian dokumen atau untuk mengenali identitas seseorang.
Apakah jawaban gon dan killua ? apakah mereka akan bertarung dengan hitmen yang dibicarakan ketua Netero.
Killua lalu menggendong Gon dan membawanya ke sebuah penginapan.
Lalu Killua meletakkan Gon di tempat tidur, sementara dia sendiri duduk di sampingnya dengan menunduk sedih.
“Killua Terima kasih.” ucap Gon yang sudah sadar dari pingsannya, membuat Killua sadar dari lamunannya.
“Untuk apa aku tidak  melakukan apa-apa.” ucap Killua kesal pada dirinya sendiri.
“Kau... yang menghentikanku 'kan? Kalau aku mengamuk di sana... aku hanya akan menganggu Kaito. Dan kalau itu terjadi, kita bertiga... akan dalam bahaya.” ucap Gon.
“...Tapi !! Aku meninggalkan Kaito untuk mati di sana !!” ucap Killua tanpa melihat ke arah Gon.
“Kaito masih hidup ! Tidak mungkin dia mati ! Tidak mungkin dia akan kalah dari sesuatu seperti itu !” ucap Gon penuh keyakinan.
“Tapi dengan lukanya, bahkan setelah dia mengalahkanya. Dia mungkin nggak bisa langsung bergerak, jadi dia bersembunyi dan menunggu ! Menunggu kita untuk kembali !!” lanjutnya membuat Killua berhenti menyalahkan dirinya.
“Jadi, ayo cepat kembali ! Setelah kita jadi lebih kuat ! Untuk menolong Kaito !” ucap Gon penuh semangat.
“Gon... Kau adalah cahaya.” batin Killua.
“Ah. Kau benar.” ucap Killua tertunduk. “Kadang, kau bersinar sangat terang sampai aku harus memalingkan mataku. Tapi apa aku masih bisa... Berada di sisimu?” lanjutnya dalam hati. By
“Ayo !” sahut Killua.
Kami akan terus bertarung!
“Untuk jadi lebih kuat !” ucap Killua.
Beralih ke tempat Neferpitou di tengah hutan. “Siapkan fasilitas kulkas di sarang. Pastikan fasilitas itu berkapasitas lebih dari ratusan tubuh Jadi koleksiku nggak akan membusuk.” perintah Neferpitou.
“Hmm. Mungkin aku sedikit kuat.” ucap Neferpitou yang tengah di duduk di bawah pohon dengan kepala Kaito di pangkuannya. Dia berhasil mengalahkan Kaito.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.