Laman

April 04, 2013

alur bleach chapter 532 versi teks 533


Bleach chapter 532
Everything But The Rain Op. 5
====================


Pengkhianat itu menunjukkan wajahnya. Sang sumber petaka itu pada akhirnya mengayunkan bilah tajamnya sendiri. Shinigami berkacamata ini rela zanpakutounya berlumuran darah demi semua rencana yang telah dia perhitungkan. Mulutnya masih menyimpul, tersenyum tipis dengan sudut yang mengerikan. Matanya menyalak membara menyaksikan sang shinigami divisi sepuluh yang terjatuh menghantam atap gedung karena tebasannya.

Kakinya sang Gobantai Taichou ini masih berdiri, menapak reishi tak kasat mata yang dia ciptakan di bawah kakinya, terlihat seolah dirinya berdiri , melayang di udara kota Karakura itu. "Jubah yg menyembunyikan reiatsu nyaris dengan sempurna. Dan ditambah sedikit kidou. Bahkan tubuh penggunanya juga tak kelihatan. Kenang-kenangan yang indah sekali, Urahara Kisuke."

"Ugh...." Dia masih hidup, sang taichou divisi sepuluh itu masih bisa menolehkan wajahnya. Melihat ke arah dirinya mendapatkan tebasan secara tiba-tiba itu. "Tebasan barusan bukan serangan hollow. Barusan itu jelas zanpakutou! " Dia tidak bodoh, tentu saja. "Itu pasti shinigami, ada pengkhianat yang mengendalikan ini.."

"Siapa kau?!" Teriak Juubantai Taichou itu. "Jangan sembunyi!! Keluar!!"

Tak ada jawaban. Sudah pasti seorang Aizen tak akan kehilangan akan sehatnya untuk menunjukkan jati dirinya. Tubuhnya masih tetutup rapat dengan jubah hitam berbalut kidou itu. Mata dan mulutnya masih tidak berubah seperti tadi, sudut kepuasan masih terasa pekat di bibir tipisnya.

"Kayaknya dia sadar kalau barusan itu bukan hollow.." Sahut Gin.

"Benar." Ucap Aizen. "Aku mau pergi.."

"Gak apa-apa, tuh?."

"Bankai-nya akan melelahkan tubuhnya. Dia tak akan bisa pakai bankai dengan luka barusan. Kalau sekelas taichou bisa mengalahkannya cuma dengan shikai. Berarti sampelnya gagal."

"Dia bukan "sampel". Mohon panggil dia dengan sebutan "putih"." Protes Tousen. "Dia sangat berbeda dengan hollow lain yang sudah pernah kita buat. Dia yang pertama kali dibuat dari roh seorang shinigami."

"Kau benar. Maaf, Kaname. Tapi menyebutnya "putih" padahal zirahnya begitu hitam legam hanya karena "putih" yang ada dalam dirinya. Bagiku terasa ironis."

Bleach Indonesia
Di bawah sana, pertarungan masih berlanjut. Dentingan Engetsu yang menggeram masih terdengar begitu nyaring saat bertemu dengan bilah tajam milik hollow yang terbuat dari jiwa shinigami itu. Tak ada yang menyerah, keduanya masih menyerang satu sama lain disamping harus menghindar serangan yang mengarah pada diri mereka sendiri.

Namun. Keadaan tak seperti di awal tadi. Kali ini sang hollow itu lebih mendominasi serangan yang dia lancarkan. Juubantai Taichou itu harus lebih sigap mengahadapi setiap sabetan yang terayun mengarah padanya. Pun begitu, luka di punggungnya bukanlah lupa biasa, darahnya masih mengalir, lebih banyak keluar dari punggungnya ketika tubuhnya lebih banyak bergerak.

"Lukanya terlalu dalam, kalau aku tak bisa menstabilkan reiatsu, aku tak bisa pakai bankai." Putra Shiba ini sadar bila lukanya bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan lebih lagi walaupun dia tak bisa melihat langsung bila haori putihnya telah berubah merah karena banyaknnya cairan kental yang mengalir.

Bleach Indonesia
Sebuah ayunan keras kembali mengarah pada pemuda berambut hitam itu. Beruntunglah kakinya lebih cepat menapak lantai, melompat, menjauh jangkauan ayunan sang hollow. Bilah tajam hollow itu menghantam gedung, menghancurkan bangunan yang menjadi medan pertempuran itu. Namun, usaha makhluk hitam itu belum selesai. Kakinya juga menapak, melompat, melesat mengejar shinigami itu.

"Jangan remehkan aku, Bocah tengik!!." Ucap pemuda bernama Ishiin itu sembari menyentuh luka tebasan di pundak kanannya. Menyisakan darah segar yang menempel di telapan tangan kirinya itu. Mulutnya lalu menjilat darah yang menempel ditangannya. Dan meniup yaiba Engetsu yang masih dalam bentuk terlepasnya. Kobaran zanpakutou bersaya merah tua ini semakin membara, api yang sedari tadi mulai meredup itu kembali meluat-luap, berkali-kali lipat menutupi zanpakutounya.

"OOOOOH!!!."

Keduanya berlari menuju satu sama lain di udara, menapaki reishi tipis yang terbentuk di telapak kakinya. Sesaat kemudian, sebuah dentuman keras terdengar, ledakan Reiatsu yang begitu pekat terasa hingga di jalanan beraspal di kota sunyi itu. Hingga seorang perempuan berpakaian seragam sekolah itu juga bisa merasakan dahsyatnya pertempuran di atas sana. Iya, perempuan bernama Masaki itu telah sampai di sana. Berdiri dengan wajah yang terangkat, matanya terbuka lebar, membelalak menyaksikan sebuah pertarungan luar biasa itu.
Bleach Indonesia

Sesuatu tiba-tiba keluar dari asap akibat benturan kekuatan shinigami dan hollow di atas sana. Meluncur dengan cepat tepat ke arah perempuan berambut orange itu. Beruntung, sesuatu yang ternyata adalah lengan sang hollow --yang berbentuk pedang-- itu menghantam tanah beberapa centi dari tempat dirinya berdiri.

Belum berakhir. Kehilangan sebelah lengan --sebelah kiri-- masih belum cukup untuk menghentikan gerakan sang hollow itu. Bahkan, dirinya semakin mengamuk, kembali meluncurkan sebuah serangan pada Ishiin yang telah kelelahan itu.

"...Hah. Masih bisa juga kau walau tangannya buntung. Lumayan...." Ucapnya dengan nada seolah tak percaya. Kedua tangannya lalu menggenggam tsuka-maki Engetsu untuk menahan tebasan yang mengarah padanya. Tidak bodoh, hollow berwarna hitam ini tak seburuk penampilannya. Walaupun tak bisa bicara, cara bertarungnya benar-benar seperti seorang profesional yang memang terlahir untuk itu. Sebuah bulatan kecil perlahan memancar diantara tanduk-tanduknya yang mencuat ke depan. Pendarannya semakin terang seiring ukuran bulatan merah itu membesar. Cero, iya, teknik ledakan yang pernah dia gunakan untuk memusnahkan tubuh shinigami seperti tadi.

"Ghh...." Pemuda kelahiran bangsawan ini tak punya piliha lain selain menerima langsung hantaman ledakan itu. Namun...

"Ssssssst!"

Sebuah panah reiatsu tiba-tiba melesat melewati wajah sang pemuda, mencoba menuruk topeng putih milik sang hollow. Tapi, gerakan makhluk itu masih cukup cepat untuk menghindarinya.

" Siapa dia...?!." Ucap Ishiin terkejut saat melihat seorang perempuan yang sudah siap kembali menembakkan panah reiatsunya. Iya, Gadis bernama Masaki itu, dia yang menembakkan padah reiatsu itu.

Tak hanya Ishiin yang terkejut melihatnya. Bahkan Aizen yang masih berdiri di udara itu juga menunjukkan wajah cukup tercengang saat melihat perempuan itu. "Quincy...!." Matanya membelalak tak percaya, seolah kehadiran sosok quincy itu tak pernah ada dalam kamus kesuksesannya.
Bleach Indonesia

"Ini tak ada di rencana. Akan kulumatkan dia." Ucap Tousen, bersiap mlompat menghadapi sang gadis. Tapi, Aizen menghentikannya, seolah matanya masih belum puas untuk melihat aksi sang gadis pengganggu itu. "Tunggu. Mari lihat dulu apa yang akan terjadi."

Satu pemikiran dengan Aizen, hollow yang kini hanya punya satu lengan itu melesat tepat ke arah sang gadis berambut orange itu. Sang gadis tak tinggal diam, puluhan panah dia lesatkan tepat ke arah sang hollow. Bleach Indonesia. Tapi, tak ada satupun anak panah yang menancap pada tubuh hollow. Gerakannya sangat gesit.

"Cepat sekali! Aku tak bisa membidiknya!" Tak diluar dugaan, quincy ini melenyapkan panah reishinya, seolah dirinya telah siap untuk menerima terkaman sang hollow. " Kalau begitu..."

"Bodoh!! Apa yang..." Teriak Ishiin.

Namun, sang hollow berkespresi lain dengannya, menyeringai puas karena dirinya berpikir akan mendapatkan santapan malam kali ini...

Benar, perempuan itu tak bergeming sedikitpun, kakinya masih berdiri tak berpindah satu langkahpun. Pun begitu, mulut sang hollow itu telah berhasil melukai pundaknya. Tapi, itulah yang diinginkan oleh perempuan itu.

"Bagus. Sekarang kena kau!." Bisiknya pada sang hollow sambil tersenyum. Tangan kanannya telah siap meluncurkan sebuah panah reishi berukuran lebih kecil dari serangan-serangannya tadi. Tapi, siapa yang menyangka bila daya hancurnya sangat mengagumkan. Bahkan, kepa hollow itu hancur berkeping dalam dekapan sang gadis Quincy.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.