Laman

April 13, 2013

Alur cerita Hunter x hunter 205 versi teks

Hunter x Hunter Chapter 205
WAKTU YANG TERSISA
=============
Gon dan Killua masih belum bisa mengalahkan Knuckle, bahkan sekarang mereka kabur dari Knuckle.
“Ha... Ha...” Gon dan Killua tampak keletihan, mereka tengah berjalan menggunakan tongkat dengan tubuh babak belur.

“Ini nggak berhasil... Kita nggak akan menang kalau tetap dalam kondisi seperti ini.” ujar Killua.
“Knuckle juga pasti nggak memakai setengah dari kekuatannya.” tanggap Gon. “Tapi, kita harus tetap mencoba...!”.
“Ya...” sahut Killua.

Sementara itu di balik pohon tampak Shoot sedang mengawasi mereka.
“Tidak ada orang lain di sekitar sini!! Ini waktunya untuk menyerang...!!” pikir Shoot akan menyerang mereka. Namun saat Gon dan Killua sudah dekat dengannya, Shoot tidak bergerak sama sekali, seluruh wajahnya berkeringat. “Baiklah ! Ini kesempatanku, Ayo ! Sekarang !” pikirnya namun dia tetap tak bergerak.
Killua dan Gon pun semakin menjauh dari Shoot, namun Shoot masih belum bergerak sedikitpun, bahkan bukan hanya wajahnya, sekujur tubuhnya berkeringat.
“........” Shoot menangis.

Shoot McMahon, Umur 28 tahun, Golongan darah AB, UMA (Unidentified Mysterious Animal*) Hunter.
Kelemahan : Terlalu takut dalam mengambil kesempatan
UMA : Hewan misterius belum teridentifikasi.

Gon dan Killua telah sampai di penginapan dan melanjutkan latihan.
“Apa Knuckle belum cukup kuat?” tanya Gon pada Killua.
“Hmm? Maksudnya?” tanya Killua.
“Untuk pergi ke NGL.” jelas Gon. “Dia kelihatan sangat kuat. Kalau dilihat dari kemampuan tempurnya, dia sekuat Kaito.”
“Mungkin faktor Psikologi?” tanggap Killua. “Prinsipnya nggak sesuai dengan tujuan misi ini. Dia terlalu menunjukkan empati pada binatang. Sebelum kita menyadarinya, dia bahkan sudah mau membantu. Dan anjing-anjing itu. mereka semakin banyak.” lanjut Killua mengingat kepedulian Knuckle pada hewan.
Hunter X Hunter
“........ Sekarang mereka bisa mempertahankan 'Ren' mereka selama dua jam dengan mudah tanpa berkonsentrasi. Ini perkembangan yang bagus. Kalau mereka bisa mempertahankannya selama tiga jam, aku akan membiarkan mereka bertarung dengan kondisi maksimal mereka. Knuckle mungkin juga akan bertarung dengan seluruh kekuatannya untuk melawan mereka. Kuharap mereka akan menyadari apa yang mereka yang perlukan dan apa kekurangan mereka.” pikir Bisc melihat Gon dan Killua mampu mempertahankan "Ren" nya tanpa konsentrasi. “Tapi... menyadari hanya akan membuat mereka lemah. Kalau begini, perlu 10 hari untuk mencapai titik itu. Yang artinya waktu yang tersisa hanyalah satu hari. Tampaknya kita tidak akan bisa tepat waktu...”

Lalu Bisc melihat Palm yang sedang memasak di dapur, tiba - tiba Palm juga melihat Bisc dengan tatapan yang menyeramkan sambil memegang pisau.
“Mungkin aku harus bersiap-siap untuk melarikan diri. Meski harus sendirian.” pikir Bisc ketakutan.

Saat makan pun tiba.
“Makanannya sudah siap...” Palm menghidangkan makanan.
“Mari makan!!” ucap Gon lalu dengan lahap dia menyantap makanan. “Nyam Nyam Hap Hap Hap.”

“...Jadi...?” Palm memulai pembicaraan.
“Ini sangat enak!” puji Gon tanpa tahu maksud perkataan Palm.
“Aku nggak membicarakan soal makanan. Waktu kalian tinggal 10 hari lagi 'kan...? Kelihatannya kau mencoba untuk meningkatkan kemampuan dasar kalian supaya bisa bertarung dengan Knuckle dengan kekuatan penuh. Tapi rasanya perkembangan kalian hanya 2/3 jalan saja.” ucap Palm.
“Gawat, dia bisa melihat semuanya ya...” batin Bisc kawatir sama halnya dengan Killua.

“Hah? Apakah itu benar, Bisc?” tanya Gon polos.
“Ehem ...”
Hunter X Hunter

“Jangan khawatir. Kami pasti bisa menang sebelum waktunya habis.” Ucap Gon mencoba meyakinkan Palm.
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Situasimu makin hari makin buruk. Karena kau bilang padaku aku bisa mengungkapkan apa yang ada pikiranku, kuberitahu satu hal. Tidak mungkin kau bisa mengalahkan Knuckle. Waktunya tidak cukup.” ucap Palm.

“Kalau saja dia nggak bersikap seperti ini...” pikir Killua ketakutan.
“Makanannya lezat - lezat juga.” batin Bisc.

“Akhir-akhir ini, aku mendapati kalau aku sering menatap pisau dapurku. Aku mencoba untuk menenangkan diriku tapi kesabaranku sudah habis. Larilah sebelum terlambat. Kurasa kalau sekarang aku tidak akan mengejar dan membunuhmu.” ancam Palm.
“Kami nggak akan lari. Aku 'kan sudah bilang padamu berkali-kali.” tegas Gon.
“Kalau kau tidak lari, apa yang akan kau lakukan? Mana mungkin kau bisa mengalahkannya kalau begini terus.” ucap Palm, tapi Gon malah mengacungkan jari kelingkingnya pada Palm.
“Kami pasti menang! Sini, janji jari kelingking.” ucap Gon sementara Palm diam tak mengerti. “Ayolah, cepat !” Gon dan Palm pun saling mengaitkan jari kelingking mereka. “Janji diterima.”

“Kami janji akan mengalahkan Knuckle dan Shoot dalam jangka waktu yang tersisa ini. Kalau aku bohong, aku akan menelan 1000 jarum.” Gon mengucapkan janjinya pada Palm diakhiri dengan ciuman ibu jari.

“Di pulau tempat aku tinggal, kami menyelesaikan perjanjiannya seperti ini Walau hanya dengan Bibi Mito dan Nouko. Kami mengakhiri perjanjiannya dengan melekatkan kedua ibu jari seperti ini. Perjanjiannya akan resmi... Dengan ciuman ibu jari!” jelas Gon. “Itulah janjiku.”
“......” Palm masih terdiam sementara Gon dan Killua masih melanjutkan makannya.

“Palm, kaldu apa yang kau gunakan?” tanya Gon mencairkan suasana.
“Hah? Ah... Ini dibuat dari tulang ayam. Aku merebus ayam dan didihkan dengan api kecil semalaman, lalu aku taruh di tempat terbuka selama satu hari dan...” Palm menjelasakan sampai dia lupa dengan masalah sebelumnya.

“Gon pintar membuat Palm - san menjadi baik hati.” ucap Killua pada Bisc.
“Ya~ Dia kelihatannya juga luluh pada Gon.” tanggap Bisc.

“.........” Bisc dan Killua melihat Gon dan Palm asyik mengobrol dan mereka terlihat akrab.

“Tinggal 10 hari lagi...” Bisc mengingatkan Killua.
“Jangan membuatnya seperti kami mau dieksekusi.” ucap Killua kesal.

Sementara itu di dalam hutan di sekitar sarang Chimera kabut semakin tebal, yah sebenarnya itu adalah asap milik Morau.
“Ini...!! Kabutnya menutupi seluruh hutan...!! Tebal sekali.” ucap Chimera berkepala gundul.

“Goran, laporkan situasimu! Goran, jawab! Goran!” mereka mencoba menghubungi rekan mereka.

“...Apa mereka sudah dihabisi!?” tanya chimera gundul pada rekannya.

“Divisi Goran!! Siapapun, laporkan situasinya sekarang!” mereka terus mencoba menghubungi divisi Goran namun tak ada jawaban.

“Sial Semua sinyalnya kacau... Seharusnya kita segera menstabilkan sistem komunikasi sementara komandan divisi absen.” umpat chimera gundul.

“Divisi Baital, maju!! Cari dan temukan keberadaan Divisi Goran !!”
“Divisi Zemu, Divisi Pokoro, ikuti divisi Baital dengan formasi burung bangau!!” perintah chimera gundul pada rekan - rekannya. Lalu rekan - rekannya pun menyebar.

“......... Sinyal dari divisi Goran mulai hilang satu per satu!! Apa... Sebenarnya apa yang terjadi!?” batin chimera gundul.


Semua chimera yang ada di sana menghilang dalam kabut.
“Sekarang ! 2 tertangkap” ucap Morau berhasil menjebak chimera yang kehilangan temannya karena kabut.

“Menurutmu ini tak apa-apa?” tanya Morau pada Novu. Mereka tengah bersantai di atas tebing sambil mengawasi chimera di bawah mereka.
“Apanya?” tanya Novu yang sedang membaca buku.
“Kita hanya mengirimkannya pada ketua supaya dia bisa menghabisinya. Ini terlalu mudah.” ucap Morau.
“Itulah dia. Dia hanya sedang rendah hati sekarang. Ketua masih jauh lebih kuat dari kita. Dan lagian, dia yang mau seperti ini.” tanggap Novu.
“Fufufufu.... Ah. Baru saja dibicarakan...” ucap Morau karena tiba - tiba Netero menghubunginya.

“Kau bisa menangkap beberapa lagi dan mengirimkannya ke sini. Kurasa aku sudah mulai terbiasa.” ucap Netero melalui telephone. Netero sendiri sedang berada di dalam ruangan yang dibuat oleh Novu, di sekitarnya terdapat banyak chimera yang mati. Nampaknya si kakek tua sedang bersenang - senang.

Kembali ke tempat Morau.
“Pak tua sudah mulai terbiasa ya. Apa kita perlu mengirimkannya divisi lain?” tanya Morau pada Novu.

Sementara itu di dalam sarang chimera, Koruto dan Peggy nampak cemas karena banyak dari mereka yang menghilang.
“Divisi Baital dan Kabutsu belum kembali.” Peggy melapor pada Koruto.
“...Itu artinya tinggal 14 divisi yang tersisa.” ucap Koruto.

Beralih ke tempat Gon.
“Tujuh hari lagi...” ucap Bisc mengingatkan mereka, Gon dan Killua pun melanjutkan latihan keras mereka.

Sementara itu di ruangan sang ratu, tampak perut sang ratu semakin besar.
“Huhuhuhu... Kau mau cepat-cepat keluar, bukan begitu...?” ucap ratu merasa sang raja akan segera lahir.
Mampukah Gon dan Killua mengalahkan Knuckle dan Shoot?
Mungkinkah sang raja akan segera lahir?

Bersambung ke Hunter X Hunter Chapter 206

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.