Laman

April 11, 2013

alur chapter HUnter x Hunter 203 versi teks


sebelumnya
Tiba - tiba Knuckle melihat dua orang mendatanginya. Yang ternyata kedua orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah gon dan killua
“Nggak mungkin musuhku hanya anak kecil.” ucap Knuckle setelah melihat lawannya hanya anak kecil.
“Kalian?"
"Kelihatannya aku diremehkan.” ucap Knuckle dengan wajah menyeramkan.

Hunter x Hunter Chapter 203
JAIRO
====================
Mangaka : Yoshihiro Togashi

Knuckle merasa diremehkan karena dia harus melawan dua bocah kecil, jauh dari apa yang dia pikirkan.
Lalu dia berjalan mendatangi Gon dang Killua dengan aura yang menyeramkan.
“Mereka pikir aku sebanding dengan bocah ini. Apakah memang kekuatanku benar - benar begitu diremehkan?” ucap Knuckle sementara Gon dan Killua tak mampu bergerak.
“Tekanan yang menakutkan...! Walau aku mau bergerak, aku nggak bisa...!” pikir Killua.

“Duel bukanlah permainan anak - anak ! Ini adalah permainan dengan taruhan nyawamu, bocah sial ! Saat kau bertarung, sebaiknya kau mempersiapkan diri dengan baik dan istirahat yang cukup, oke !
Apa yang harus aku lakukan sekarang, ini hanya akan membuatku malu. Bahkan kalian telah kelelahan, apa kalian habis berlatih berenang, hah?
Apa kalian punya ide? Atau kalian hanya ingin bermain - main denganku?” ucap Knuckle meremehkan.

Diperlihatkan juga Leoria dan Kurapika yang iri karena tidak pernah muncul, xixixi
“Kapan giliran kami?” ucap Leoria dan Kurapika.

Kembali ke Knuckle.
“Kalian tidak akan bisa mengalahkanku. Tidak dalam kehidupan kali ini.” lanjut Knuckle, lalu Gon dan Killua mengeluarkan aura. Gon dan Killua nampak kesal.
“!” Gon dan Killua kaget melihat perubahan pada Knuckle yang awalnya marah - marah kini malah keluar air mata.
“Apa kau... menangis?” tanya Gon bingung.
“Di... diam, bodoh! Aku nggak pernah menangis walau ini memalukan, tidak akan !
Ini karena hal yang lain!! Kau tahu, seperti saat kau tertawa terbahak-bahak sampai menangis, seperti itu!!” ucap Knuckle sambil mengusap air matanya. “Jangan bilang ini pada siapa-siapa atau kubunuh kalian!!” lanjutnya, sementara Gon dan Killua keheranan melihat tingkah Knuckle.

“Serang aku!!” perintah Knuckle.
“Hah!?” Gon dan Killua masih kebingungan.

“Akan kutunjukkan kalau kita ada dalam kelas yang berbeda. Dengan kata lain, pukulanmu lemah sampai aku nggak perlu menghindar.” ucap Knuckle serius. “Jadi aku akan membiarkanmu memukulku sampai puas, tapi sebagai gantinya kalau aku nggak bergerak satu langkahpun
dari tempat ini, serahkan kepinganmu dan pulanglah!! Tawaran ini sudah lebih dari cukup untuk
kalian! Orang kerdil seperti kalian 100 tahun terlalu
cepat untuk menantangku!!” lanjutnya.
“Hah, kau yang menantang kami, tahu.” gerutu Killua.
“.........” Gon terlihat kesal.
“Jangan menganggap kami seperti orang bodoh!!” teriak Gon kesal. “Itu yang mau kukatakan sekarang...!!” lanjut Gon sambil menundukkan kepalanya.
“?”
“Tapi memang benar sekarang kami masih di bawah levelmu. Aku tak punya kata - kata lagi untuk kukatakan padamu.” ucap Gon.

[Tak semua hal dapat dilampaui hanya dengan keteguhan hati.... Dalam kenyataan....]
[Aku tak bisa menyangkalnya!!]

Gon pun melangkah dengan kebulatan tekad.

[Tapi]
[Aku tak akan pernah menyerah!!]

Gon bersiap menggunakan jurus andalannya.
“Aku nggak akan berhenti memukul sampai kau bergerak.” ucap Gon.
“Aku nggak perlu mendengar omong besarmu, cepatlah dan kita selesaikan ini...” ucap Knuckle kesal.
“Pertama. Batu!!” ucap Gon bersiap.
“!?”
“!! Hei, hei, hei. Aura macam apaa ini? Tak mungkin. Ini curang!!” batin Knuckle panik melihat aura yang dikumpulkan Gon di tangannya.
“"Gyou"... Tidak, kalau aku nggak menggunakan "Kou" untuk menahannya, ini bisa jadi gawat. Tapi di mana!? Kalau aku salah menebak, aku bisa
mati. Biasanya kau mengarahkannya pada organ vital 'kan? Maksudku, pasti kanan 'kan!? Oke teman, arahkan ke kanan! kanan, kanan, kanan ! Aku yakin itu, kau sialan !!” pikir Knuckle dengan wajah berkeringat.


“Jan !! Ken!!” Teriak Gon akan memukul tapi Knuckle malah ambruk lebih dulu. Gon dan Killua nampak kebingungan.
“Knuckle-san...!?”
“Kau nggak apa-apa?” tanya Gon dan Killua sambil mendekati Knuckle yang tengah rebah di tanah.
“Uh... Aku yakin, kalian pasti akan menolongku.” pikir Knuckle lalu pura - pura pingsan.

“Ada apa dengannya?” tanya Gon pada Killua.
“Nggak tahu. Pastinya dia itu benar - benar bodoh.” jawab Killua.

Lalu Gon dan Killua membawa Knuckle ke penginapannya.
“Oh. Kau sudah bangun?” tanya Gon saat Knuckle sadar, saat itu Gon sedang mengeluarkan aura di tubuhnya, sepertinya dia sedang berlatih.
“Hei, kau tidak selemah yang kubayangkan. Aku mungkin agak meremehkanmu.” ucap Knuckle.

“Kenapa kau nggak mengambilnya?” tanya Knuckle.
“Hah?” Gon tak mengerti.
“Kepingannya. Kau bisa mengambilnya dariku dan pergi
meninggalkanku.” ucap Kncukle sambil menunjukkan kepingan Warifu miliknya.
“Mengambil kepingan bukan tujuan utama kami. Kami ingin bisa mengalahkanmu dalam
pertarungan yang adil, Knuckle-san.” jelas Gon. “Boleh aku bertanya sesuatu?” lanjutnya.
“Silahkan, tanyakan apa saja.” jawab Knuckle.
“Kenapa kau menjadi Beast Hunter?” tanya Gon.
“Itu cerita yang panjang. Aku tak ingin mengingatnya.” jawab Knuckle menolak menjelaskan alasan dia menjadi Beast Hunter.
“Lalu kenapa kau ikut dalam tim penyerang/penindas?” Gon bertanya lagi.
“Mudahnya, karena aku nggak mau "menyerang/menindas".” jawab Knuckle. “Aku nggak suka pemikiran untuk
menghancurkan sesuatu yang tidak ku ketahui. Walau guruku bilang aku terlalu optimis.
Tapi, kau nggak bisa menghakimi sesuatu
yang belum pernah kalian lihat dengan mata kalian
sendiri 'kan?
Pertama, aku akan merasakannya dulu
dengan tanganku.” lanjut Knuckle menjelaskan.
“Kau mungkin sudah mati semalam.” sela Killua.
“Tapi kalian anak yang baik. Saat kau melawan seseorang, kau akan tahu karakter mereka.” ucap Knuckle.
“Kau juga orang baik, Knuckle-san.” ucap Gon sambil menunjuk bawah selimut Knuckle, lalu dari dalam selimut itu muncul anjing yang sebelumnya bersama Knuckle.
“Guk..” gongong angjing itu.

“Anjing itu menemanimu sepanjang waktu. Orang bilang, hunter yang baik itu disayangi binatang.” ucap Gon.
“Jangan bodoh, Aku nggak akan menangis!
Jangan bilang siapa-siapa, atau kubunuh kalian!” ucap Knuckle yang menangis lagi.

Setelah itu mereka makan malam bersama.
“Kau boleh datang kapan saja.” ucap Knuckle sambil makan. “Aku akan melawan kalian sebanyak yang
kalian mau. Mungkin kalian bisa
mengalahkanku dalam waktu kurang dari 20 hari.” lanjutnya.


Sementara itu di suatu jalan yang ramai, terlihat seseorang yang misterius tengah berjalan di tengah keramaian.

Dari sekian banyak prajurit yang lahir, hanya satu yang punya ambisi berkuasa, perintah ratu tak berpengaruh padanya, dan dia bertingkah sesuai keinginannya.
Saat dia masih manusia, namanya adalah Jairo, prajurit kegelapan dari NGL
Dipenuhi dengan dendam dan tujuan jahat...
Jairo ada di kota yang sama dengan Gon dan yang lain !


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.