Laman

April 08, 2013

alur chapter hunter x hunter 201 versi teks

Terlihat Hyosoka dan Abengane mendatangi Kuroro, sepertinya penghapusan Nen akan dimulai.
Hunter x Hunter Chapter 201
Bertemu X Kembali
===============
Mangaka : Yoshihiro Togashi



Sementara itu di tempat lain, Knuckle sedang berjalan sambil membawa megaphone di keramaian. “Namaku Knuckle Bine! Aku adalah beast hunter! Aku menantang duel pada kedua kandidat kelompok penindas ! Malam ini, tepatnya tengah malam !
Ayo bertanding dengan jujur dan adil !
Aku tidak akan lari, aku tidak akan bersembunyi! Aku tidak akan membawa senjata, dan aku akan datang sendirian!” teriak Knuckle penuh emosi menggunakan megaphone ditengah keramaian.
“Lokasinya?”
“Di mana?”
“Kau nggak kasih tahu lokasinya.” sahut orang - orang yang ada di sana.
“Hanya aku, tak ada yang lain! Aku tidak akan menggunakan trik murahan!” lanjut Knuckle.

Versi Teks Hunter X Hunter Chapter 201 - Cerita hunter x hunter versi 2

“Yah, lagi pula kami juga nggak bisa datang kalau dia nggak kasih tahu tempatnya.” tanggap Killua yang saat itu sedang ada di sana namun Knuckle tidak tahu jika Killua yang akan jadi lawannya.

Killua dan Gon sekarang berada di sebuah restoran. Killua pun menceritakan apa yang barusan dilihatnya pada Gon.
“Dia menggunakan dirinya sebagai umpan. Mungkin yang satu lagi bersembunyi untuk melihat apa ada yang menangkap umpannya.
Itu adalah strategi di mana satu orang bersembunyi dan mengawasi untuk melihat kalau ada orang yang menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan atau reaksi abnormal pada umpan.
Berdasarkan apa yang dikatakan Palm, itu masuk akal karena mereka nggak tahu nama kita. Dia mencoba menjebak kita. Dia nggak mungkin sebodoh itu untuk menantang duel seperti ini.” jelas Killua pada Gon.
“Apa dia kelihatan kuat?” tanya Gon.
“......... Yah, lumayan kuat.” jawab Killua.
“Menurutmu, apa yang kita butuhkan untuk mengalahkannya?” tanya Gon.
“Aku nggak begitu yakin.” jawab Killua. “Orang yang bersama ketua itu mengatakan ini juga... Tapi dalam pertarungan nen, tidak ada kepastian. Dia juga bilang kalau aku salah dalam mentitik beratkan "peluang untuk menang". Tapi aku nggak setuju dengan itu. Meningkatkan peluang kemenanganmu adalah hal yang penting kalau kau mau bertahan hidup. Penting untuk mengukur dengan akurat dan mengetahui kemampuanmu dan lawanmu. Percuma bertarung kalau kau hanya bisa menang satu atau dua kali dari 100 pertarungan. Setidaknya, 50 persen peluang cukup, dan kalau bisa 70 persen ke atas akan lebih baik lagi. Karena itu, ada dua hal yang harus kita capai!! Setidaknya kita harus meningkatkan kemampuan dasar kita dan mencari tahu kemampuan lawan kita.” jelas Killua sambil menyantap makanan sementara Gon serius menyimak penjelasan Killua.
“Ya.” tanggap Gon.
“Kalau kita berhasil mengetahui kemampuan mereka, kita bisa memikirkan rencana seperti yang dulu kita lakukan saat melawan Gensuru.” ucap Killua.
“......... Hmm. Aku setengah setuju dan setengah tidak setuju.” ucap Gon.
“!?
Apa maksudmu?” tanya Killua.
“Aku setuju kalau kita harus meningkatkan kemampuan dasar kita, tapi kurasa kita nggak perlu mencari tahu kemampuan lawan.” jelas Gon kurang sependapat dengan Killua.
“Ha!? Kenapa?
Kalau begitu, itu hanya akan membahayakan kita saja! Apa bagusnya itu?” tanya Killua.
“Tapi itu normal. Seperti pertarungan di NGL.” jawab Gon.
“!” Killua kaget.
“Tujuan kita bukan untuk mengalahkan Knuckle... Tapi menjadi lebih kuat supaya kita bisa kembali ke NGL dan menyelamatkan Kaito!!” ucap Gon.

Mereka pun pulang ke rumah Palm sambil berbincang.
“Kita butuh kekuatan yang bisa mengatasi musuh dengan kemampuan yang tak diketahui. Sampai di poin ini, membuat rencana untuk menang itu percuma saja.” ucap Gon.
“Kau ada benarnya, tapi prioritas kita adalah untuk menyelesaikan tugas yang sudah ada di tangan kita...” tegas Killua. “Bagaimanapun juga, kita harus mendapatkan hasilnya dalam satu bulan ini.” lanjutnya.
“........ Itu akan sangat terlambat.” ucap Gon.
“Hah?” Killua tak mengerti.
“Satu minggu! Kita akan jadi kuat supaya bisa kembali ke NGL!!” ucap Gon percaya diri.
“Apa? Kau gi...” ucap Killua terpotong karena seseorang tiba - tiba memukul Gon sampai terlempar.
“Wow..” Killua kaget.
“Kau ini bodoh atau apa sih!?” ucap orang yang memukul Gon.
“Ah!”
“Ah!” Gon dan Killua kaget melihat orang tersebut.

“Bisc!?” ucap Killua dan Gon serempak.
“Hmph.” gumam Bisc.
“Kenapa kau di sini!?” tanya Gon.
“Aku yang memanggilnya ke sini.” jawab Palm yang muncul di belakang Bisc.
“Hah? Mana mungkin! Kalian berdua saling kenal ya?” tanya Gon penasaran.
“Bukan. Aku hanya mencari informasi tentang kalian berdua.” jawab Palm.
“Tapi gimana!? Dengan Bisc, kami hanya...” ucap Gon.
“Uhuhuhu, ini adalah hal yang biasa kalau aku menggunakan kemampuanku. Kita tak punya banyak waktu, jadi cepatlah.
Rencana pembunuhan murid-murid Morau!” ucap Palm dengan wajah menyeramkan.
“Kami nggak mau itu.” batin Killua dan Gon tak setuju.

Sekarang Gon dan Killua akan memulai latihannya.
“Baiklah, mari kita mulai.” ucap Bisc.
“Ya!” sahut Killua dan Gon.

“Aw!” tiba - tiba Bisc memukul kepala Gon.
“Kenapa memukulku?” tanya Gon sambil memegangi kepalanya.
“Itu untuk yang waktu itu. Dasar bodoh!!” jawab Bisc.

“Ketua Netero itu terkenal sebagai orang tua yang kejam, tahu. Kalau si tua itu memberi kalian waktu sebulan, sebenarnya kalian butuh waktu lebih dari setahun untuk mencapainya! Lupakan saja kalau kalian mau melakukannya dalam seminggu!!” ucap Bisc.
“Tapi kami harus kembali ke sana secepatnya untuk menyelamatkan Kaito!” sangkal Gon.
“Apa yang kau bicarakan?” tanya Bisc lalu Gon menjelaskannya.
“Aku mengerti.” ucap Bisc setelah mendengar alasan Gon.

“Dasar bodoh! Meski itu alasanmu tetaplah jangan ceroboh !” omel Bisc pada Gon.
“Err.” Gon sedih.
“Apa kau mau kembali dengan persiapan yang belum mantap dan mengulangi kesalahan yang sama lagi?” lanjut Bisc mengomel.

“Bla Bla Bla Bla Bla Bla” Bisc terus saja memarahi Gon.

“Si nenek itu. Dia langsung mengomel seperti wanita tua.” ucap Killua melihat temannya diomeli Bisc.

“Kau mengeri?” tanya Bisc, sepertinya dia sudah selesai memarahi Gon.
“I... iya!” jawab Gon ketakutan.

“Baiklah, kita mulai latihan khususnya. "Ren"!!” ucap Bisc memulai latihan, lalu Gon dan Killua mulai mengeluarkan Ren.
“Sekarang, tahan keadaan itu selama 3 jam!” perintah Bisc.
“!”

“Killua, berapa lama kau bisa menahannya?” Gon bertanya pada Killua.
“Kalau kondisiku bagus, sekitar 55 menit...” jawab Killua.
“Kalau kalian tidak bisa melakukan ini, kita tidak akan lanjut. Lakukan seperti hidup kalian tergantung padanya. Ho Ho Ho Ho” ucap Bisc sambil membaca majalah dewasa.

Gon dan Killua pun mengeluarkan Ren ditubuhnya dan mencoba bertahan dengan kondisi itu, namun belum 1 jam mereka berdua nampak kelelahan. Bahkan Gon ambruk lebih dulu sementara Killua masih bertahan.
“Uh...” Killua pun tak mampu bertahan.
“Oh, ayolah, belum sejam.
Ya, ya... tolong lanjutkan.
Biasanya, butuh waktu satu bulan untuk meningkatkan renmu dalam 10 menit. Kau mungkin tak akan punya waktu untuk tidur.” ucap Bisc masih membaca majalah.

[Judul Majalah : Laki - laki]

Hari pun berganti malam, Knuckle tengah berdiri di taman menunggu lawannya.
“......... Brengsek...” umpat Knuckle karena tak seorang pun datang.
“Apa kau takut, pengecut!? Kau baru saja menggali lubang kuburmu!!” ucap Knuckle kesal.

Lalu dilihatnya ada seekor anjing tengah B*B di bawah pohon, Knuckle menghampirinya.
“Kau punya rantai... mana pemilikmu?” tanya Knucle pada anjing itu. “Kau harus menjaga kebersihan taman, tahu.” lanjutnya.

Beralih ke tempat Gon, mereka masih melanjutkan latihan.
“Oke! Hari ini cukup. Kalian boleh istirahat! Kita mulai 30 menit lagi!” ucap Bisc menghentikan latihan, Killua dan Gon pun langsung tertidur di lantai.

“Magical Estee!! Piano Massage!!” Bisc mengeluarkan kemampuannya, lalu keluar gadis muda dan mulai memijat Killua dan Gon.

“Dengan ini, 30 menit akan sama seperti tidur 8 jam. Tidurlah dengan nyenyak.” ujar Bisc. “Tentu saja, ini nggak akan gratis... Muhuhuhuhu” lanjutnya, keluar deh sifat aslinya.

“Permisi...” sela Palm.
“Hmm?”
“Aku tahu kalau aku agak berlebihan mengatakan ini... Aku serahkan latihan mereka padamu... Karena kau adalah jawaban yang diberikan oleh kemampuanku. Tapi... kalau mereka gagal mengalahkan murid - murid Morau dalam waktu satu bulan... Aku... tidak yakin... kalau aku bisa menahan diriku. Aku mau ke NGL, apapun yang terjadi... Kalau bisa, aku mau pergi sekarang juga...!!” ucap Palm seolah - olah dia menahan sesuatu pada dirinya.
“.........” Bisc hanya diam.
“Tapi kalau aku terus mengatakan sabar, sabar, sabar, sabar pada diriku dan mereka gagal.. Aku mungkin akan membunuh kalian semua...” lanjut Palm dengan tatapan menyeramkan.
“Apa itu ancaman?” tanya Bisc polos.
“Bukan, aku hanya memperingatkanmu karena prihatin... Jadi kalau kau pikir mereka tidak akan berhasil, lebih baik kalian lari dari sini...
Pengalamanku mengatakan kalau kalian melakukan itu, kemarahanku berkurang dan mungkin hilang.” jawab Palm.
“Yah, kau bicara pada orang yang salah. Katakan itu pada anak-anak saat mereka bangun.” ucap Bisc.

“Jangan khawatir! Serahkan padaku!! Aku pasti akan membawamu ke NGL!” ucap Gon pada Palm saat dia bangun dari tidurnya. “Dan kalau kau punya saran buat kami, jangan ragu untuk memberitahu kami! Kami akan berjuang!” lanjutnya.

“Ha!!” Gon pun melanjutkan latihan.

“Dia memang seperti itu. Percayalah padanya.” ucap Bisc pada Palm.
“.........” Palm pun kaget saat melihat Gon.

“Ara... hentikan, hentikan itu.” Palm berbicara sendiri.
“?” Bisc keheranan.

“Tapi, aku lebih mengkhawatirkan mereka yang pergi ke NGL.
Apa yang ketua dan lainnya rencanakan di sana selama sebulan? Apa kau tahu?” tanya Bisc.
“Eh? Ah... Um... mereka bilang mereka akan "menyelidiki" dan "mengurangi".
Mereka pertama akan mencari kekuatan musuh, lalu mengurangi jumlah mereka.
Para ahli tidak tahu berapa lama waktunya sampai kelahiran raja... Jadi mereka bilang mereka akan bergerak menurut perkiraan terdekat, dua bulan.” jawab Palm.




Sementara itu Netero berada di suatu tempat yang luas dan dia sedang mengawasi seseorang.
“Hmmm. Ini tidak bagus... Mungkinkah dia Lebih kuat dariku...?” ucap Netero melihat Pitou duduk di atas tebing. Netero menggunakan telunjuk dan ibu jarinya yang dia lingkarkan sebagai teropong.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.