Laman

April 12, 2013

Alur chapter Hunter x Hunter 204 versi teks


sebelumnya :
terlihat seseorang yang misterius tengah berjalan di tengah keramaian.
orang misterius itu tidaklah lain adalah jairo prajurit kegelapan dari NGL
yang Dipenuhi dengan dendam dan tujuan jahat...
Hunter x Hunter Chapter 204
Tentang X Jairo
================
teks version edit by saepulmalik27
Mangaka : Yoshihiro Togashi
hunter x hunter 204
Sejak dia lahir, sampai umur 12, Jairo tumbuh besar dibawah garis kemiskinan . Sebelum dia diajari kata-kata, dia lebih dahulu diajari bagaimana cara menumpuk batu-bata dan membuat beton tanpa dibayar, sampai dia akhirnya membunuh ayahnya dan kabur.

Dia terus menahan diri. Sesudah satu pekerjaan selesai dilakukan dan Jairo kembali ke kamarnya yang juga kamar ayahnya yang sedang mabuk , ayahnya tidur dengan minuman keras murahan sedangkan  Jairo hanya duduk di atas tempat tidur dan termenung , hampir  tidak pernah mengobrol dengan ayahnya.
Kadangkala saat  Jairo kembali dari pekerjaannya, dia tidak diijinkan untuk meninggalkan tempat tidurnya kecuali pergi ke toilet umum. Dua kali sehari, dan tak boleh melebihi jam 9 malam, itu adalah peraturannya.

Tempat tidurnya dibuat oleh kayu yang sudah rapuh sehingga tempat tidur itu bisa roboh kapapun. Sedikit gerakan akan membuat suara yang dibenci ayahnya. Suatu ketika , dia dicambuk karena suara tempat tidurnya yang berdecit . Sejak saat itu, dia belajar untuk tidur tanpa bergerak sama sekali.

Saat malam di mana dia ingin ke toilet, dan dia sudah tidak bisa menahannya lagi, dia menyimpan air kencingnya dalam sebuah botol minuman keras kosong di sisinya.
==== Hunter X Hunter 204====
Saepulmalik27

"Jangan  menjadi beban bagi orang lain." Ini adalah satu-satunya nasehat  dari ayahnya dan beliau selalu mengulang - ulangnya, lagi dan lagi.
Dari semua rintangan yang Jairo hadapi dari saat dia masih kecil, dia selalu mengingat nasehat  ini, Jairo yang tidak pernah diberi mainan untuk bermain. Pesan ini adalah harta karun baginya.

Di dunia yang sempit ini, ayahnya bagaikan Tuhan. Tak peduli seberapa keras atau seberapa kejam ayahnya, dia selalu patuh dan  sangat menghormati ayahnya jairo percaya kalau ayahnya juga menyayanginya.
 Ada dua alasan dari kepercayaannya.
Saat Jairo berumur 5 tahun, dia pernah sakit demam tinggi dan hampir mati. Ayahnya merawatnya semalaman tanpa tidur, dan mengganti handuk di kepalanya.  Alasan lainnya adalah ayahnya tidak pernah memintanya untuk pergi sekalipun.
Kedua alasan ini adalah hal yang membuat jairo kecil percaya dan bangga terhadap ayahnya.

Suatu hari Jairo bertemu dengan pria yang memberitahunya sebuah kenyataan pahit tentang ayahnya.
“hei kau otak udang , alasan kenapa ayahmu tak menyuruhmu pergi adalah karena kau pembuat uang baginya!!” ucap pria itu.

Jauh di lubuk hati Jairo yang terdalam, dia tak pernah mengira sejauh ini. Dia membentak pria yang lebih tua darinya karena dia tak ingin mendengar orang itu membahas ini. Dengan rahasianya yang paling menyakitkan dikatakan begitu saja, rasa kebencian dan kemarahan meluap di dalam dirinya. Marah, dan rasa kebanggaannya telah dihancurkan, dia membuang dirinya dalam kemarahan. Di mata pria itu, anak laki-laki ini yang selalu dia ganggu (Jairo selalu mematuhi ajaran ayahnya, tak peduli apapun yang dikatakan orang-orang atau yang dilakukan orang-orang padanya, dia tidak pernah berkelahi). Tiba-tiba Jairo menyerangnya. Setelah dipukul sampai babak belurpun, pria itu masih belum puas. Dengan kakinya di atas wajah anak laki-laki itu, kata-kata terakhir untuk menghabisinya diucapkan dengan kejam bagaikan ludah yang dia buang juga dengan kata-katanya.

“Saat kau sakit, yang merawatmu adalah si tua dari rumah sebelah!! Walau begitu, ayahmu hanya duduk di ruangannya, dan minum-minum!!” ucap pria itu sambil menginjak kepala Jairo. “Kau masih di alam mimpi, jadi mungkin kau nggak ingat, tapi Si tua dan ayahmu itu bertengkar malam itu. "Apa yang akan kau lakukan kalau anak ini mati?", tanyanya.
Kuberitahu apa yang dikatakan ayahmu. "Nggak ada. Kalau dia mati, ya dia mati saja. Aku nggak peduli padanya.".” lanjutnya menceritakan kejadian yang sebenarnya, dimana ayah Jairo tak pernah peduli pada anaknya.

“Kau dengar itu? Bwahahahhaha !” ucap pria itu.

Saat dia mendengar apa yang dikatakan pria itu, Jairo melihat sesuatu yang dia tak bisa percaya.
Tiba - tiba ayahnya melintas di depan matanya, ayah Jairo sempat melihat Jairo tengah diinjak oleh pria tadi.
“.....” ayah Jairo melihat anaknya diinjak oleh orang lain tapi dia tak peduli, dia malah pergi.

Setelah melihatnya langsung dengan mata sendiri, sikap acuh dan tanpa empati sedikitpun, ayahnya pergi begitu saja.

Jairo...
Saat itu dia mengerti semuanya.
Dunia tidak tertarik padaku.
Bagi ayahnya, apakah dia hidup atau matipun tak masalah.
Apapun itu, dia menerimanya.
Kalau dia hidup, ia bisa mendapatkan sedikit uang. Kalau dia mati, kamarnya bisa jadi lebih leluasa.
Itulah yang dipikirkan ayahnya.
"Jangan jadi beban bagi orang lain." Alasan dia diajari ini adalah supaya orang-orang tidak mengetahui betapa buruk dia diperlakukan, dan menyebabkan masalah legal. Ajaran itu bukan untuk menolong anaknya. 100% demi dirinya sendiri.

Orang seperti ayah.
Tidak...
Orang... Berarti manusia.
Jangan jadi beban bagi "manusia".
Aku bukanlah manusia.

Setelah anak laki-laki itu dipukuli, dia bangun dan mengambil palu yang ada di dekatnya. Dia pergi ke tempat ayahnya yang sedang minum, dan memukul kepala bagian belakangnya, mengambil semua uangnya, dan meninggalkannya.

Sembilan tahun kemudian, Jairo mendirikan NGL.
Sembilan tahun setelah itu, NGL menjadi negara dan dia mengklaim kepemimpinannya.
Dan hari ini Jairo sudah menghilangkan semua sisi manusiawinya.
==== Hunter X Hunter 204====
Saepulmalik27

Keinginan Jairo adalah menyebarkan kejahatan di seluruh dunia. Penyelundupan narkoba hanyalah permulaan. Masih banyak yang harus dilakukan.
Kebulatan tekadnya untuk kejahatan berasal dari kenangan ketika dia masih utuh sebagai manusia. Artinya, dia dilahirkan sebagai Jairo.

Dia berhasil keluar dari kendali Ratu karena rasa kebanggaannya sendiri sebagai raja.
Jairo tidak terburu-buru.

“Aku akan mulai dari nol...” pikir Jairo.

Persiapan yang tepat harus dibuat demi mencapai keinginannya. Waktu yang dia habiskan di tempat konstruksi memberikannya kemampuan untuk berpikir secara logika dan konstruktif.

Pada akhirnya, Gon dan Jairo tidak bertemu dan Jairo meninggalkan kota ini dan menghilang.
Beruntung atau bukan, hal itu tidak akan diketahui sampai mereka bertemu.

Sementara itu di sarang semut Chimera, mereka menyadari ada bagian dari mereka yang hilang.
“Divisi Chona menghilang? Apa mirip seperti yang terjadi pada divisi Reikei?” tanya Koruto.
“Ya. Yang hilang pertama kali adalah ketuanya, diikuti oleh bawahannya.” jawab Peggy. “Mungkin para manusia mulai menyerang.”
“Ya, kelihatannya begitu. Pasukan kita sudah semakin berkurang karena "seleksi". Dan sumber makanan kita juga sudah mulai tercerai berai.” tanggap Koruto.

“Strategi mereka adalah menyerang divisi yang jauh dari sarang untuk mencari makanan. Benar-benar penganggu.” ucap Koruto.
“Apa kita harus menyarankan Ratu untuk memindahkan lokasi sarang?” saran Peggy.
“Jangan. Aku tidak ingin yang mulia mengkhawatirkan hal seperti itu.” tolak Koruto.
“Lalu, apa kita harus mengkonsultasikan ini pada Neferpitou?” tanya Peggy.
“Lebih baik jangan...” ucap Koruto.

Lalu mereka menemui Pitou.
“Habisi semua yang menganggu dari luar. Kami akan mempertahankan bagian dalam istana.” ucap Pitou yang tengah melakukan percobaan. “Hmm... apa aku harus meningkatkan konsentrasinya sedikit...?” lanjutnya.
“.........” Koruto dan Peggy hanya terdiam.

“Seperti dugaan.” bisik Peggy.
“Yah, setidaknya dia nggak memberi kita perintah yang aneh - aneh.” tanggap Koruto. “Pertama, kita harus menentukan kekuatan pasukan kita sendiri. Berapa banyak komandan divisi yang tersisa?” lanjutnya membuat strategi.
“28, tidak termasuk Chona.” ucap Peggy.
“Setiap komandan divisi memimpin 4 atau 5 kapten regu. Dan setiap kapten regu memimpin sekitar 10 sampai 15 prajurit. Ada divisi yang tersentralisasi di bawah kepemimpinan yang kuat dari komandan divisi. Ada juga divisi yang kurang kepaduannya dan bertingkah sesuka mereka.” jelas Koruto.
“Keempat divisi yang hilang sejauh ini ada di kategori terakhir.” Ujar Peggy.
“Hmm. Dari ke-32 divisi yang ada, sebagiannya ada di tipe yang tidak ketat.” ucap Koruto melihat papan yang berisi daftar divisi Chimera.
“Bahkan kalau kita memperingatkan mereka, aku ragu mereka akan mendengarkan.” ucap Peggy.
“Ya. Sejak mereka menyadari kemampuan Nen mereka, mereka jadi mulai sulit untuk dikendalikan. Kalau begitu masalahnya, kita bisa menggunakan mereka.” ucap Karuto. “Kita akan membuat perangkap.”

Beralih ke tempat Netero, dia sedang bersama Novu dan Morau di tengah hutan.
“.... Kemungkinan musuh akan bereaksi sekarang.” ucap Netero.
“Tak masalah. Kita masih bisa lanjut dengan rencana semula.” tanggap Novu.
“Dengan kombinasiku dan Novu, kita bisa dengan mudah memilih "umpan" dari "perangkap".” ucap Morau.
“Tapi kurasa kita juga harus menangkap beberapa dari mereka yang masuk ke dalam kategoti "perangkap" itu.” ucap Novu. “Kalau divisi dengan kepemimpinan kuat bisa mempersatukan pasukan yang terpencar-pencar, itu akan jadi masalah buat kita. Asumsiku adalah mulai dari sekarang, mereka mengerahkan dua divisi per kelompok, berisikan divisi yang tersentralisasi dan divisi yang terpencar - pencar. Kalau kita mulai menyerang kedua tipe divisi secara acak, kita bisa membuat mereka bingung. Saat musuh menyadari langkah selanjutnya yang harus mereka ambil, kita sudah mengeliminasi 3 atau 4 divisi lain.” lanjutnya membuat strategi.
“Hmm. Aku punya kesimpulan tentang langkah yang akan mereka ambil selanjutnya. Mungkin kita bisa menyelesaikannya sebelum bantuan datang.” ucap Netero.

Sementara itu Gon dan Killua masih meneruskan latihannya.
“Sudah 3 jam !
Oke!! Pergilah sekarang.” perintah Bisc.
Gon dan Killua pun mendatangi Knuckle untuk menantangnya.
Gon dan Killua bersama - sama menyerang Knuckle.
“Kekuatan mereka terus melebihi perkiraanku. Mereka sudah di ambang batas. Yang membuat mereka terus maju adalah keinginan mereka !!
Saat mereka berhasil menyelesaikan latihan kejam ini, kepercayaan diri mereka yang baru mungkin akan membuat mereka berkembang dengan pesat. Tapi, berhasil menyelesaikan latihan ini berarti adalah kekalahan buatku !!” batin Knuckle merasa Gon dan Killua semakin kuat, dan semangat mereka tak pernah padam.


“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!” teriak Knuckle mengenai Gon dan Killua sampai mereka terlempar. “Ayolah, hanya segitu kemampuanmu!?”


“Mengingat sifat Knuckle, dia melawan lawannya dengan tidak sungguh-sungguh. Aku ragu kalau dia akan mengizinkanku, tapi kemungkinan besar pasti ada sesuatu yang terlewat.” ucap Shoot yang mengawasi pertarungan mereka dari kejauhan.

“Sebelum itu terjadi, kalau aku mau mengambil inisiatif, saat yang tepat adalah saat mereka kembali...” pikir Shoot.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.