Laman

Juni 21, 2012

Alur Bleach Chapter 497. Kill The Shadow2

Chapter 497. Kill The Shadow2

Wajah para Taichou senior itu masih penuh dengan ketidakpercayaan. Sungguh, mulut mereka begitu berat untuk bergerak, untuk berucap satu kalimatpun. Di pihak lain, para Quincy yang berhasil merebut bankai para taichou itu terlihat puas. Wajahnya penuh dengan rona kemenangan. Bibir mereka menyimpul menyiptakan senyum masih yang tak enak dipandang mata.

"Apa... yang terjadi!!?" Pertanyaan yang serentak keluar dari pengucapan sang fukutaichou yang berada di sisi belakang taichou mereka.

Wajah mereka, masih tak berubah untuk sekian lamanya. Sampai kembali sadar dengan yang mereka hadapi adalah sebuah kenyataan. Kenyataan yang akan sulit untuk diterima bagi mereka.

"Dia mencuri..Bankaiku!!!" Ucapannya tak selancar waktu dia muncul pertama kali. Nanabantai Taichou ini masih tak bisa mengedipkan matanya. Perempuan kecil yang awalnya dia anggap remeh kini akan menjadi musuh terberat baginya. Setelah bankainya tiada, tentunya.

"Aku tak bisa merasakan apa pun..." Sang Juubantai Taichou menyadari sesuatu yang aneh pada Zanpakutounya. "Katakan sesuatu.."

"Tolong katakan sesuatu...!"Taichou berambut menggenggam erat zanpakutonya. "Hyourinmaru...!!"

Namun, tak terjadi apapun dengan zanpakutounya. Tak ada jawaban yang bisa didengar oleh Hitsugaya. Sungguh ironis. Taichou termuda ini telah menghabiskan banyak waktu untuk melatih Bankainya. Tapi, hanya dalam hitungan detik bankai itu direbut, dengan begitu mudahnya.

"Taichou..." Ucap Matsumoto dengan suara pelan.

"Kenapa diam saja, Matsumoto?" Jawab sang taichou dengan teriakan. Emosinya sudah benar-benar tak terbendung. " Gunakan Tenteikuura, Cepat!!

"Beritahu semua taichou. Bilang supaya tidak menggunakan bankai!!" Nada yang Juubantai Taichou masih tidak berubah. "Atau mereka akan mencurinya!!"

Sang Fukutaichou langsung melakukan apa yang diperintahkan padanya. Dengan segera dia menggunakan Bakudou untuk menginformasikan apa yang diperintahkan padanya itu. Para Taichou yang lain begitu terkejut dengan apa yang mereka dengar. Seolah rasa percaya diri mereka memudar begitu saja.

"Pesan ini datang dari Divisi 10" Ucap Unohana pelan. Seperti yang lain, wajahnya dirundung dengan kekhawatiran. "Tapi melihat dari reiatsu-nya, Divisi 2, 6, dan 7 juga sudah dicuri bankai-nya"

"Tolol!!" Teriak Juunibantai Taichou. Tangan yang mengepal memukul tembok yang ada disampingnya dengan begitu keras. Nemu, fukutaichounya, tak bisa berbuat banyak, dirinya hanya mengikuti kemana kaki sang taichounya melangkah. "Kenapa mereka tidak menunggu sampai kita selesai menganalisis? Aku tak percaya mereka setolol itu!!"

Sang Soutaichou tak mau berakhir dengan kekalahan begitu saja. Pemimpin para taichou ini mulai bergerak menuju medan pertempuran.

"Mungkin...Kami perlu berterima kasih..." Ucapannya tenang seperti biasa. Mata sayu-nya menatap waspada Quincy yang ada di depannya. "Biasanya Kurotsuchi-taichou bisa menyimpulkan analisisnya hanya dalam satu hari, selama dia punya informasi yang cukup."

" Tapi kali ini kami jelas tidak punya cukup informasi. Jadi sulit mengetahui kapan kami bisa memahami kemampuan kalian." Lanjutnya, masih dengan nada santai. " Tapi kalian bukan musuh yang bisa dikalahkan tanpa bankai kami. Cepat atau lambat ada yang harus berkorban. Kejadian ini tak bisa dihindari."

Seolah tak mau mendengar lebih lama ucapan sang Shicibantai Taichou ini, sang Quincy langsung menyerang. Namun, statusnya sebagai Taichou Senior, Kyouraku dapat menghindar dengan mudah. Topi Jeraminya hancur, terkena tembakan reishi yang meluncur dari lubang pistol sang Quincy. Kaki Kyoraku berhasil membalas, tendangan telak berhasil melewati pertahanan sang Quincy berkacamata itu. Terlempar, sayang sekali, Quincy itu menghilang dari pandangan sang Taichou yang suka minum sake ini.

"Grimaniel*" Upacan pelan keluar dari mulut sang Quincy yang memegang buku itu. Spontan sebuah tembakan meluncur ke arah Kyoraku. Tak bisa dihindari, sayang sekali. Darah mengucur dari mata kanan yang terluka. Mata kanannya menjadi korban pertama bagi Kyouraku.
*) Grimaniel: God's Step

"Aku mencoba tenang. Tapi ternyata aku masih gugup juga." Mulutnya tersenyum, namun matanya masih waspada pada musuh yang sudah dalam bentuk Vostandig itu. " Kabar buruk ya. Buruk sekali."

Keadaan beralih ketempat Ryuusuke, Kajoumaru, korban pertama sang Quincy berambut pirang itu sudah tidak tergelatak begitu saja. Walau begitu, tak ada dari shinigami lain yang mecoba menyerang sang Quincy. Rasa takut mereka sudah menelan keberaniannya. Semangat perang mereka telah pergi seiring dengan nyawa teman-teman mereka.

"Kajoumaru-senpai!!" Teriak Ryuusuke histeris, masih terlalu muda bagi dirinya untuk menyaksikan kematian atasannya.

"Apa yang harus kita lakukan?" Ucap sang Steinritter berambut pirang itu pada sang pemimpin yang berdiri, melayang di atasnya. "Kelompok ini sudah kehilangan semangat bertarungnya."

"Terserah."

"Kalau menurutmu mereka bisa lebih bahagia kalau hidup, biarkan saja mereka begitu."

"Baiklah"

Keadaan kembali ke tempat Byakuya dan Renji yang sedang berhadapan dengan As Nodt, Steinritter F. Kedua shinigami itu masih tidak menyerang, bahkan untuk bergerak sekalipun. Mereka masih waspada pada kekuatan yang dimiliki oleh sang Quincy di depannya.

"Sialan..." Geram Renji. "Bankai!!"

"Berhenti!!" Teriak sang Rakubantai Taichou. "Jangan biarkan mereka juga mencuri bankai-mu...!!"

"Tapi taichou...!!" Teriak Renji kearah taichounya. "Tanpa bankai bagaimana kita melawan mereka...?!!"

Beralih ke Juunibantai, tempat Akon dan yang lainnya berada. Walau mereka tidak ikut bertarung, kepanikan juga melanda mereka. Keringat dingin mengucur dari dahinya mereka saat menyaksikan reiatsu-reiatsu yang menghilang dari monitor kerja mereka.

"Sambungkan aku ke Kurosaki Ichigo...!" Perintah Akon.

"Tapi Izin dari taichou..." ucap salah seorang ragu.

" Cepat!!" Nadanya meningkat drastis. "Taichou sudah ke medan pertempuran. Sulit menghubunginya...!!"

"Aku yang akan bertanggung jawab." Imbuhnya.

sumber: Bleachindonesia.com
Brsambung >>> 498

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.