Notifikasi :

1. Blog ini adalah tempat saya menshare apa saja yang saya sukai kepada anda semua, mohon maaf jika konten-konten didalamnya ada yang tidak sesuai atau ada yang nyeleneh dan tidak enak untuk di baca.

2. konten-konten ini ada hasil dari kreatifitas saya tapi lebih banyak hasil copasnya sih hehe, tapi ada alamat sumbernmya kok.

3. oh nya jangan lufa follownya

Laman

Lapoaran pratikum Biologi Kapasitas pernapasan paru-paru

Lapoaran pratikum Biologi
Kapasitas pernapasan paru-paru

Disusun oleh        :
·        Aldi Sanjaya
·        Asep Saepul M
·        Candra Riswanto
·        Ilham Maulana
·        Lutfi Rizki S
·        Muhammad Resha G
·        Rafii Abdul Rafi
·        Saepul Malik
·        Sucipto Rizki S
·        Teten Muhammad Z

SMA NEGERI 1 SINGAPARNA

Jln. Pahlawan KHZ mustofatelp.(0265)545203, Singaparna 46416
TASIKMALAYA fax. (0265)541499 E-mail: smanspang@yahoo.co.id
website: Smanspa.sch.id

Kapasitas pernapasan paru-paru

A.   Tujuan
·         Mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru
·         Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pernapasan
B.   TEORI  DASAR
1.     Volume udara pernapaasan dalam paru-paru
Dalam keadaan normal udara inspirasi dan udara ekspresi ±500 mldan disebut volume udara pernapasan atau volume tidal.volume tidaldapat beubah, tergantung aktivitas tubuh.dari 500ml udara tersebut pada umumnya 350ml sampai di paru-paru,sedangkan 150ml hanya sampai ke saluran pernapasan.Dengan menarik nafas dalam-dalam olahragawan dapat menambahkan udara cadangan inspirasi (udara komplementer) menjadi 1500ml dan menambahakan cadangan ekspirasi (udara suplementer) menjadi ±1500ml.sementara itu ±1000ml udara sisa yang selalu ada di dalam paru-parutidak dapat di ekspirasikan disebut udara residu.
Jumlah udara pernapasan kita antara 500ml-3500ml,yaitu 500ml volume tidal+1500ml udara suplementer dan 1500ml udara koplementer.Jumlah udara pernapasan 3500ml inilah yang disebut kapasitas vital paru-paru.Kapasitas vital seseorang tidak sama, ada yang mencapai ± 4000 ml karena dapat menambah udara cadangan ekspirasi hingga 2000 ml tergantung dari kondisi tubuh dan latihan pernapasan
Kapsitas pital paru-paru ditambah udara residu disebut kapasitas total. Alat untuk mengukur kapasitas paru-paru disebut spiro meter. Kapsitas pital seorang lelaki sehat sekitar 3,5 liter jenis penyakit tertentu seperti gangguan jantung, TBC, dan penomia dapat menurunkan vital paru-paru.

2.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI PERNAPASAN
Proses inspirasi dan ekresi berlangsung sebanyak 15-18 kali setiap menit tetapi frekuensi ini pada setiap orang berbeda beda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

2.1  Umur
untuk mengetahui pengaruh umur terhadap frekuensi kita dapat membandingkan pernapasan antara orang tua dengan anak-anak. Anak-anak frekuensi pernapasannya yang lebih banyak karena anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga memerlukan banyak energy oleh sebab itu kebutuhannya akan oksigen juga lebih banyak dari pada orang tua 
2.2  Jenis kelamin
Frekuensi pernapasan laki-laki lebih cepat dari pada perempuan karena laki-laki membutuhkan banyak energi untuk beraktifitas, berarti semakin banyak pula oksigen yang diambil dari udara hal ini terjadi karna lelaki umumnya beraktifitas lebih banyak dari pada perempouan
2.3  Suhu tubuh
Kebutuhan energi dengan suhu tubuh berbanding lurus. Artinya semakin tinggi suhu tubuh maka kebutuhan energy semakin banyak pula sehiingga kebutuhan oksigen semakin banyak.
2.4  Posisi tubuh
Posisi tubuh seseorang akan berpengaruh terhadap kebutuhan energinya orang yang berdiri lebih banyak frekuensi pengambilan oksigen karena otot yang berkontraksi lebih banyak sehingga memerlukan energi yang lebih banyak pula
2.5  Kegiatan tubuh
Orang yang melakukakan aktifitas kerja membutuhkan energy berarti semakin berat kerja nya maka semakin banyak kebutuhan energinya sehingga frekuensi pernapasannya semakin cepat.

C.   Alat dan Bahan
·         Botol bervolume 1.5 liter
·         Selang plastic
·         Timbangan badan
·         Gelas ukur
·         Toples bening ukuran sedang
D.   Cara kerja
1.      Letakan botol bervolume 1.5 liter dan isilah dengan air secara bertahap hingga penuh, sambil dipasang skala ukur
2.      Baliklah botol berskala yang telah penuh air tersebut pada toples yang sudang di isi air sambil dipasang selang
3.      Hembuskan napas sekuat-kuatnya lewat mulut kedalam botol melalui selang
4.      Amati beberapa volume air yang turun (volume air yang turun berarti kapasitas udara pernapasan kita).
5.      Timbanglah berat badan siswa yang menghembuskan nafas tersebut
6.      Bandingkan dengan teman-teman yang memiliki berat badan berbeda
7.      Catatlah hasil pengamatan dalam tabel
8.      Kemudian lakukan pengukuran kapasitas paru-paru setelah  berlari-lari di tempat


E.   Hasil pengamatan
          Tabel pengamatan

No
Nama
Berat badan dan umur
Sebelum lari
Sesudah lari
Kapasitas pernapasan
Kapasitas pernapasan
1
Aldi sanjaya
56kg dan 16thn
±1500cc
±1500cc
2
Asep Saepul M
73kg dan 17thn
±1500cc
±1500cc
3
Chandra Riswanto
57kg dan 17thn
±1500cc
±1500cc
4
Ilham Maulana
55kg dan 16thn
±1500cc
±1500cc
5
Muhammad Resha
42kg dan 17thn
±1000cc
±1500cc
6
Lutfi Rizkii S
52kg dan 17thn
±1500cc
±1500cc
7
Rafii Abdul R
42kg dan 17thn
±800cc
±1500cc
8
Saepul Malik
55kg dan 17thn
±1500cc
±1500cc
9
Sucipto Rizki
47kg dan 17thn
±1000cc
±1500cc
10
M. Teten Z
56kg dan 17thn
±1200cc
±1500cc
Rata-rata
±1300cc
±1500cc
Rata-rata siswa berat badan < 50
±933.3cc
±1500cc
Rata-rata siswa berat badan > 50
±1457.14cc
±1500cc


F.    Analisis
Dari tabel di atas kapasitas pernapasan siswa yang berat badanya lebih rendah kapasitas paru–parunya juga lebih rendah dengan rata-rata kapasitas pernapasanya ±933.3cc dan yang berat badanya lebih tinggi kapasitasnya juga lebih tinggi ±1457.14cc,  juga kapasitas paru-paru sebelum beraktifitas lebih rendah dengan rata-rata ±1300cc dibangkan dengan sesudah beraktifitas dengan rata-rata ±1500cc
           
G.  Kesimpulan
Jadi banyak sedikitnya kapasitas pernapasan paru-paru tergantung oleh beberapa factor, diantaranya adalah :
1. Berat badan, semakin berat, semakin banyak pula udara yang dihisap maupun dikeluarkan. Otomatis semakin banyak udara yang tertampung.
2. Umur, semakin banyak umur semakin kuat dalam menampung udara, tetapi masih ditentukan lagi oleh berat badan.
3. Aktifitas, kita akan menghirup ydara lebih banyak jika kita melakukan suatu aktifitas, misalnya lari, karena dengan berlari kita membutuhkan banyak oksigen yang kita hisap.
4. Kesehatan tubuh, factor kesehatan juga berperan penting dalam kapasitas. Jika kita misalnya sudah pernah terkena penyakit paru-paru tentunya kapasitas udara di paru-paru juga berkurang.

Comments
2 Comments

2 komentar:

thanks..gue jd bsa ngerjain tgs... :)

Poskan Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.