Laman

Mei 11, 2012

Alur chapter Bleach 491

Bleach 491 Toden Engel
"Quincy: Vollstandig" di Hueco Mundo!! Kekuatan apa yang mengancam di balik wujud mengerikan itu?!
===========================

Kirgie Opie akhirnya menunjukkan kekuatannya, kekuatan yang pernah ditunjukkan oleh Uryuu saat melawan Mayuri dulu. Namun, kekuatan miliknya yang sekarang ini sedikit berbeda dengan milik Uryuu, sepertinya.

Orihime, tak mau diam saja di saat menyaksikan Ichigo sedang bertarung dengan Quincy itu. Dia menggunakan Santen Kesshun-nya untuk menyembuhkan Loly, Menoly, dan Arrancar lainnya yang terluka. Tapi, sesuatu menarik perhatiannya dari pertarungan temannya dengan musuh barunya itu.

"...Aneh, Tidak ada ledakan gelombang reishi..." Gumamnya dalam hati, pandangannya masih terkonsentrasi ke arah pertarungan itu. "Aku juga...Tidak merasakan ada reiatsu..."

"Kau bisa merasakannya?" Ucap Opie tenang, mulutnya masih menyimpulkan sebuah senyum tipis, "Denyutan kekuatanku."

Tiba-tiba dalam sekejap tubuhnya berpindah, tepat berada dibelakang Ichigo. Ichigo terlihat begitu kaget, seolah tak percaya musuhnya dapat melakukan sesuatu dengan kecepatan yang luar biasa seperti itu.

"Kekuatan dari orang yang akan menghukummu!" Ucap Opie dengan wajah masih datar seperti biasa. Tangannya terayun tepat ke arah Ichigo, dengan genggaman pedangnya, tentunya.

Untunglah reflek Ichigo begitu baik, pengalaman bertarungannya telah memberikan suatu dampak yang baik baginya. Tangannya langsung mengayunkan pedang di tangannya, mencoba menghalau pedang yang mengarah padanya. Di saat yang bersamaan, pikirannya mengingatkan dirinya pada Urahara yang pernah menceritakan tentang kekuatan quincy ini padanya.

""Quincy: Letzt Stil" Aku diberitahu Urahara-san seperti biasa, dia tak memberitahu dari mana dia tahu hal itu.Aku ingat bagaimana dia mengawali ucapannya."Aku yakin lebih baik kau tahu, Kurosaki-san."" Ingat Ichigo.

"Kau mungkin ingat Ishida-san pernah kehilangan kekuatan Quincy. Ini adalah penyebabnya. Sarung tangan untuk memecah kepadatan partikel reishi, "Sanrei Shutou", ibarat borgol bagi Quincy.... Karena biasanya mereka bertarung dengan memadatkan reishi di sekeliling mereka." Ichigo kembali mengingat-ingat perkataan Urahara yang sempat bercerita padanya. "Setelah mereka berlatih dengan menggunakan sarung tangan itu. Kekuatan penuh yang bisa mereka peroleh dengan melepas sarung tangan itu adalah "Quincy: Letzt Stil". Kekuatan itu bukan hanya kekuatan penuh mereka, tapi juga kekuatan terakhir. Mereka akan menguras kekuatan Quincy dalam diri mereka dan akhirnya kehilangan kekuatan Quincy."

Di saat yang bersamaan, tubuh Ichigo terhempas ke atas karena ayunan pedang Opie, kepulan asap tercipta diantara mereka. "Apakah sama?" Gumam Ichigo pelan. "Apa kekuatan yang digunakan orang itu adalah kekuatan yang sama dengan yang kudengar?"

Opie tak tinggal diam. Dengan kepakan sayapnya dia terbang, meluncur ke arah Ichigo yang terlempar ke atas, pedangnya masih belum merubah arah targetnya, masih menngincar Ichigo.

"Kau kelihatan bingung." Ucap Opie tenang, ekspresi wajahnya masih tidak berubah. " Aku akan membaca pikiranmu dan akan kujawab." Tatapan matanya kini berubah, menatap tajam ke arah sang musuh. "Berbeda."

Serangan yang diluncurkan Opie-pun semakin menjadi-jadi. Dengan lihai tangannya mengayun-ayunkan pedangnya ke arah Ichigo. Ichigopun tak mau kalah, shinigami berambut orange ini mencoba menghalang serangan-serangan Opie dengan zanpakutounya. Tapi, Opie rasanya berada di atas angin sekarang, sebuah sayatan kecil berhasil menghancurkan pertahanan Ichigo. Pipinya berhasil tergores dipipinya.

""Quincy: Letzt Stil" yang kau tahu adalah kekuatan yang lemah.Itu konsep yang sudah mati lebih dari 200 tahun lalu, cuma peninggalan masa lalu." Ucapannya Opie sedikit lebih nyaring. "Orang yang masih menggunakan teknik itu cuma Ishida Souken, orang yang menolak perkembangan yang kami lakukan selama penelitian bertahun-tahun. Bedanya kekuatan "Quincy: Vollstandig" dengan kekuatan itu Ibarat bedanya langit dengan bumi!!"

Ayunan pedang Opie semakin kencang seraya dengan teriakannya yang semakin menjadi-jadi. Ichigopun terdorong ke bawah sampai kedua kakinya menabrak padang pasir, membuat ledakan kecil dengan hamburan-hamburan pasir dari tempat itu.

"Jadi begitu." Ucap Ichigo mencoba tenang. Kedua tangannya masih menggenggam zanpakutonya, mencoba menahan pedang Quincy di depannya. "Aku tak begitu peduli dengan ceritamu. Tapi aku mengerti kalau ini berbeda dengan kekuatan Ishida."

"Aku lega. Kalau Ishida berubah jadi bentuk yang menjijikan begitu. Aku bisa tidak sengaja membunuhnya." Ucap Ichigo kembali, sekilas bibirnya tersenyum. "Genggamanmu terlalu longgar."

"Getsuga Tenshou!!!"

Sebuah teriakan keras keluar dari mulut Ichigo. Zanpakutounya terayun cepat, tepat ke arah leher sang Quincy. Sebuah ledakan reiatsu cukup dahsyat terdengar begitu keras. Pasirpun berterbangan menghalangi pandangan. Namun....

"Jangan begitu." Sebuah suara terdengar dari balik paris-pasir itu. "Kau seharusnya membidik dengan benar sebelum menebas."

Mata Ichigo membelalak, begitu melihat serangannya tak berpengaruh sedikitpun ada sang quincy itu. Zanpakutounya memang menempel pada leher Opie. Namun, tak setetes darahpun keluar dari sana. Spontan Ichigo memilih untuk melompat muncur.

"Tetap tidak berguna, berhubung aku tidak punya titik kelemahan!" Ucap Opie dengan senyum liciknya. "Kau bilang wujudku menyeramkan. Itu tanggapan yang tepat.Dari mata seorang shinigami pembangkang."

Opie kemudian mengangkat pedangnya. Sedikit demi sedikit cahaya berpendar dari ujung pedangnya. Dan tak butuh waktu lama bagi Opie untuk memperbesar cahaya itu. Mata tajamnya masih menatap Ichigo dari bali kacamatanya. "Penampilan kami, para penjagal yang suci harus tampak sangat mengerikan dan mengancam!!"

Di tempat yang tidak begitu jauh, Orihime begitu kaget begitu menyadari apa yang terjadi pada Santen Kesshun-nya.

"Tidak mungkin!! Dia mengelupas Santen Kesshun-ku...!" Teriak Orihime panik. Cahaya Ovale berwarna orange yang digunakan untuk menyembuhkan para arrancar itu perlahan pudar, dan musnah hingga tak bersisa.

"Bukan." Teriak Chad. "Bukan cuma Santen Kesshun. Lantai, pasir, batuan, bangunan. Semua yang terbuat dari reishi di Hueco Mundo berkumpul di sekelilingnya...!!"

Apa yang dikatakan Chad benar, semua benda yang terbuat dari reishi berkumpul menuju ke suatu tempat, tepat di ujung pedang sang Opie. Sentak Orihime teringat sesuatu, teringat akan kekuatan Ishida yang dia kenal selama ini.

"Jadi begitu. Itulah kenapa aku tak bisa merasakan gelombang reishi.." Gumamnya pelan. "Quincy tidak memancarkan reishi, mereka menyerapnya, apalagi ketika kekuatan mereka sudah sempurna..."

Cahaya itu sudah berpendar itu sudah besar, sudah siap untuk dia lepaskan. "Majulah!" Teriak Opie begitu keras, senyum kepuasan masih terlihat jelas di mulutnya. "Bersiaplah untuk menerima kekuatan dari Vollstandig-ku, "Biskiel"!!*"
*) Biskiel: Tidak jelas artinya apa, namun dalam kanji (bahasa Jepang), artinya adalah Justice of God/Keadilan Tuhan.

Namun, sesuatu yang tak diduga terjadi di sana. Sebuah tangan raksasa tiba-tiba meninju cahaya itu hingga pecah berkeping-keping. Tak hanya itu, wajah Opie pun tak lepas dari tinju sang monster. Quincy bersayap ini terlempar, begitu jauh. Wajahnya kini penuh dengan cairan merah. Yah, pemandangan yang sepertinya tidak akan pernah dilakukan oleh Ichigo kepadanya.

"Monster...Apa itu?" Tanya Opie keheranan.

Namun, wajah tenang Opie masih terlihat jelas. Walau di depannya kini berdiri sebuah hollow raksasa. Hollow yang pernah muncul satu kali saat pertempuran di Kota Karakura palsu, hollow yang pernah membuah Matsumoto dan Hinamouri sekarat, hollow yang pernah dikalahkan oleh Yamamoto Genryusai dengan mudahnya waktu. Iya, hollow ciptaan ketiga fraccion Harribel ini kini berdiri gagah di depan Opie. Penampilannya masih tak berubah seperti saat terakhir dia pernah dibangkitkan.

"Kau pikir kami tak bisa bertarung lagi?" Suara Mila-Rose memecah keheningan dibalik keheranan sang Opie.

"Kupikir aku sudah bilang jangan remehkan kami" Timbal Sung-sun tenang, seperti biasa, mulutnya dia tutupi dibalik lengan bajunya.

"Tunjukkan apa yang bisa kau lakukan pada monyet mata-empat itu!!" Teriak Apachi begitu keras, salah satu fraccion ini terlihat begitu emosi dengan apa yang telah dilakukan oleh Opie padanya. " Ayon!!!"
===========================
BERSAMBUNG >>> 492
===========================

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.