Laman

November 28, 2012

Alur cerita Bleach chapter 518 veri teks 519

sebelumnya Bleach chapter 517
Sebuah suara yang keluar dari Denreishenki, mungkin. Sebuah suara dari dimensi lain, Hueco Munco. Adakah sesuatu yang lebih penting di sana. Atau, mungkinkan terjadi sesuatu yang membahayakan Urahara di sana? Siapa yang berbicara dengan mereka sekarang. Semua hanya memasang wajah terkejut.

Bleach chapter 518
Shooting Star Project (Zero Mix)

=====================

"Ooh! Sudah lama sekali!! Senang bisa bertemu kalian lagi!"

Sebuah suara menyambut dari seberang sana; dari layar proyektor yang terbentang di hadapan para taichou Gotei 13, Zerobantai, dan Kurosaki Ichigo, tampak wajah yang sudah sangat akrab: Urahara Kisuke!

"Maaf aku baru bisa mengabari," lanjutnya lagi, "Kalian khawatir ya? Maaf..."

Dugaan Urahara sayangnya melenceng; alih-alih kelihatan khawatir, Kurosaki Ichigo dan Kurotsuchi Mayuri yang melihat Urahara dari proyektor tersebut jutru dibuat bengong. Terbengong-bengong... karena yang memancarkan layar proyektor adalah Kon.

"....Apa yang kau lakukan?"

"Aku juga tidak tahu..."

Ada jeda sesaat antara Mayuri dengan Kon ketika keduanya menyadari hal yang aneh sedang terjadi pada si boneka itu.

"...Tangkap dia."

Tapi bukan perkara repot bagi Mayuri, karena dia segera memerintahkan anak buahnya--yang dari tadi memang sedang mengejar-ngejar Kon yang melarikan diri--untuk segera menangkap boneka itu. Kon, tentu saja, dengan dramatisnya harus kembali bergerak cepat sekuat tenaga untuk memperoleh kembali kebebasan yang baru ia raih.

"Tidaaaaak!!!"

... :|

...Namun pada akhirnya tampaknya Mayuri membiarkan boneka itu memancarkan proyektor dari Urahara, karena agaknya ada pesan penting yang harus laki-laki getaboshi itu sampaikan--

"...Bagaimana caranya ini berfungsi?"

--meski memang saat ini Kon sudah berada dalam genggaman Mayuri...

"SAKITTT!!! Kau merusak mataku!!!"

...dan dengan teganya--seperti biasa--Mayuri menekan-nekan mata Kon sampai boneka itu berteriak penuh derita.

"Oh," Urahara berujar, menyadari boneka modifikasinya sedang dalam penderitaan, "Kau sadar kalau matanya itu tombolnya. Sudah kubuat supaya tak bisa dimatikan meskipun kau tekan," meski cuma menjawab Mayuri dengan informasi pendek.

"Eh?" Suara lain menghampiri Urahara dari seberang sana, "Sedang apa, Urahara-san?"

Dan tampaklah gadis berambut oranye yang ceria dan sehat walafiat seperti biasa.

"Waah! Kurosaki-kun!! Aku senang sekali! Kau tak apa-apa!!"

"Inoue!" Ichigo membalas sapaan gadis teman sekolahnya itu, "Syukurlah kau juga tak apa-apa!" Harus diakui wajah Ichigo tampak lebih lega ketika melihat temannya, ketimbang tadi yang dibuat bengong oleh modifikasi aneh Urahara pada Kon.

"Iya! Aku tak apa-apa!! Sado-kun, ayo sini!"

Inoue, selalu ramai dan ceria seperti biasa, mengajak Chad pula untuk hadir di depan proyektor. Dan tampaklah wajah pria besar itu. Sama sekali tidak kelihatan terluka.

"Ehm... Oh, Ichigo..."

Chad menjeda sejenak, tampak canggung di depan monitor.

"Baguslah," lanjutnya, "Kau tak apa-apa."

Ichigo mendengus. "Apa-apaan... Kau mengkhawatirkanku?" Senyumnya tampak lebih lebar, "Aku yang khawatir pada kalian tahu..."

"Yah, sebenarnya aku ingin menghubungi kalian lebih cepat..." Urahara buru-buru menjawab, "Tapi Kon-san ditahan, jadi sistem komunikasinya tak berfungsi dengan benar..."

"Eh? Kalian ngapain?"

Ada satu lagi suara yang kedengaran dari seberang monitor. Suara yang begitu akrab di telinga Ichigo, tapi sampai membuatnya terkejut--tak menyangka bahwa ia masih bisa mendengar suara itu di Hueco Mundo!

"Suara ini... Jangan-jangan..."

"Suara ini! Kurosaki?! Kurosaki, sialan, kau di situ!?"

"Waaaah!!"

Panik, Urahara buru-buru mennghalang-halangi orang yang baru datang itu agar tak berjalan lebih dekat ke arah layar...

"Tidak, dia tak ada di sana!!"

...Dan berbohong dengan sangat jelas sekali...

"Inoue-san! Sado-san! Singkirkan dia dari tenda!!"

...Juga meminta Chad dan Inoue untuk menyingkirkannya dengan alat aneh...

"GWAH! H-hentikan!!"

...Serta membuat Chad dan Inoue menutup tenda dengan lakban raksasa supaya orang itu--entah siapa dia--tidak masuk lagi dengan cara-cara yang menyebalkan.

"Hei!" Ichigo menyahut dari Soul Society, tampak khawatir, "Kau bersama orang itu, Urahara-san?!"

"Kurosaki-san."

Namun Urahara mengalihkan topik. Dari proyektor terlihat Chad dan Inoue yang masih berusaha menutup tenda, sementara Urahara menoleh ke arah Ichgo.

"Waktu kau bilang ada yang mau kau lakukan, sebelum aku mengontak kalian... Apa maksudmu mau menyelamatkan kami di Hueco Mundo?"

Ichigo terdiam sejenak. Begitu pun Urahara yang menjeda.

"Kalau iya," lanjut Urahara, "Tidak perlu. Lakukan yang terbaik untukmu. Pikirkanlah... dan tentukan apa yang benar-benar ingin kau lakukan."

Ichigo terdiam. Sekilas wajahnya nampak diisi penyesalan, seakan tak bisa meraih teman-temannya yang masih juga ada di Hueco Mundo. Bibirnya tertekuk ke bawah dan dahinya mengernyit.

"Ah," Namun bukan Urahara bila tak bisa mengubah suasana hatinya dalam hitungan per sekian ratus detik, "Jangan khawatir soal dia! Dia tak membahayakan kami!!' Urahara tersenyum lebar, menanggapi kekhawatiran Ichigo tentang orang misterius yang tadi dihalang-halangi Urahara agar tak kelihatan di proyektor.

"Aku sudah..." lanjutnya, "Membuat 'kontrak' dengannya."

Jeda sejenak.

"Sampai nanti!"

Dan layar proyektor pun dimatikan; memutuskan komunikasi dari Hueco Mundo ke Soul Society. Membiarkan Ichigo yang masih termenung akan ucapan Urahara tadi--mengenai 'apa yang benar-benar ingin Ichigo lakukan'.

"Apa tak apa-apa bilang begitu?" Chad, mengampiri Urahara setelah layar komunikasinya dimatikan, "Urahara-san..."

"Apanya?"

"Kalau Ichigo memutuskan cuma memikirkan dirinya sendiri," lanjut Chad lagi, "Dia bisa berpikir untuk melarikan diri dari perang ini."

"Jangan sembarangan bicara."

Uraha menukas ucapan Chad, membuat laki-laki besar itu terdiam sejenak.

"Kalau dia melakukan apa yang ingin dilakukan dari dasar hatinya," lanjut Urahara, "Maka pasti... dia akan melindungi semuanya."

Chad kembali terdiam.

"Kalian sudah dekat dengannya lebih lama dariku. Aku yakin kalian pasti lebih tahu."

Orihime yang ada di samping Chad, juga ikut mendengarkan ucapan Urahara tentang temanya.

"Dan juga... yang lebih tahu apa yang ingin dia lakukan..."

Urahara menjeda kalimatnya.

"Cuma Kurosaki-san sendiri."

...

Sementara di Soul Society, Ichigo tampaknya sudah membuat keputusannya beberapa waktu setelah Urahara memutuskan komunikasi dari Hueco Mundo

"Pria botak!" ujar Ichigo pada si botak dari Zerobantai...

"Oh! Aku?"

...yang membuat si pria Zerobantai bergaya yakuza--berdiri di samping si botak--mengernyit kenapa mau-maunya saja temannya itu dipanggil 'pria botak' oleh Ichigo...

"Kalau kita pergi ke Reioukyuu (Istana Reiou)" ujar Ichigo lagi, "Apakah Tensa Zangetsu-ku bisa dibetulkan?"

"Mustahil. Kami tak bisa membetulkannya."

"Tapi..." si pria botak menambahkan, "Di istana itu ada reijutsu super yang cuma bisa kau temukan di sana. Menggunakan teknik itu bisa membentuk ulang zanpakutou-mu, supaya bisa mirip kembali seperti semula."

Ichigo terdiam. Tampaknya dia memikirkan apa yang benar-benar ingin dia lakukan, seperti apa yang diucapkan Urahara tadi.

"...Baik," ujarnya akhirnya setelah berpikir beberapa saat, "Bawa aku ke tempat itu!"

Dengan penuh kebulatan tekad, akhirnya Ichigo memutuskan untuk berangkat ke Reioukyuu!

...

Tapi apa yang berikutnya Ichigo lihat tidak sesuai dengan dugaan--'Selamat datang di istana Shiba Kuukaku' adalah spanduk raksasa yang menyambutnya ketika ia dibawa bersama anggota Zerobantai.

"...Kenapa aku di sini?"

"'Kenapa aku di sini?' katamu?" Kurang ajar!"

Shiba Kuukaku sendiri yang pertama menyambut Ichigo ketika dia sampai di sudut Rukongai tempat Kuukaku tinggal.

"Begitu caramu menyapaku setelah sekian lama?!" lanjut Kuukaku lagi, masih dengan penuh emosi, jelas, "Aku tak akan meluncurkan ini untukmu!!"

"Meluncurkan... apaan?"

"Meluncurkan ini!" Si botak dari Zerobantai menjawab Ichigo, sambil menunjuk ke arah Tenchuuren yang tadi mengirim para Zerobantai ke Seireitei. "Tenchuuren tak bisa kembali ke Reioukyuu dengan sendirinya."

"Kenapa?! Masa tak ada reijutsu super buat mengembalikannya?!"

"Benar! Di istana itu ada reijutsu super yang cuma bisa kau temukan di sana!"

"Jangan diulang-ulang!! Jadi kedengaran seperti bohongan!!"

"Ngomong-ngomong Kuukaku-san," Ichigo beralih lagi pada Kuukaku, "Di mana Ganjuu? Dia tak kelihatan..."

"Oh. Ganjuu..." Kuukaku membalas dengan cuek, "Dia membesar dan berubah jadi batu, jadi kugunakan dia untuk memegang spanduknya."

"Mana mungkin!!"

...Walaupun memang benar ada patung raksasa yang berbentuk seperti Ganjuu yang memegang spanduk di atas rumah Kuukaku...

...

Setelah beberapa waktu, persiapan peluncuran pun akhirnya selesai (ternyata Kuukaku mau juga meluncurkannya). Kuukaku memastikan beberapa waktu lagi, sebelum memanggil para orang-orang itu untuk segera naik ke Tenchuuren.

"Ooke, aku akan meluncurkannya! Cepat naik!"

Bum!

Ledakan besar terjadi dari peluncur kembang api Kuukaku--seperti saat Ichigo diluncurkan untuk menembus Seireitei--dan meluncurlah pilar besar Tenchuuren ke atas angkasa!

"WAAOORGGGHHH!"

...meskipun muntah-muntah setelah turun dari perjalanan nanti tak akan ditanggung, berhubung Tenchuuren meluncur berputar seperti roket rusak yang kehabisan bahan bakar...

"...Jadi dia sudah pergi," sebuah suara menghampiri Kuukaku, "Apa ini tak apa-apa, kak?"

Perempuan itu tak langsung menjawab.

"...Ya," terdengar sedikit keraguan darinya, "Kalau dia tak pergi sekarang... Serangan berikutnya akan mengakhiri Soul Society."

"Harus kita biarkan dia pergi," lanjut Kuukaku lagi, "Walau ini berarti... Si paman itu akan kecewa."

Kuukaku terdiam. Mungkin dia masih meragu, apakah ini memang keputusan tepat--terlepas dari ucapannya yang sudah seperti itu. Terlebih, karena keputusan ini akan membuat 'si paman' itu kecewa. Namun dia sadar bahwa bukan hal bagus untuk bersendu-sendu di hadapan adiknya.

"Ayo!" Kuukaku menoleh ke arah Ganjuu, berteriak, "Cepat kembali ke ke tempat latihan! Kalian harus latihan! Jangan lupa aku yang menyelamatkan kalian dari Rukongai!"

...Bukan cuma Ganjuu, tapi juga tiga orang temannya yang lain...

"Yang semangat, Ganjuu. Di pertempuran berikutnya kau harus terlibat!"

Ganjuu berhenti sejenak. Dengan senyum lebar dia menatap wajah kakaknya. Rambutnya gondrong, pakaiannya baru, dan tubuhnya terlihat jauh lebih kekar ketimbang saat terakhir kali bertemu Ichigo. Bersama Ganjuu, tampak tiga orang teman barunya: sesorang berkemeja dengan pedang panjang, seorang dengan tubuh besar mengenakan vest, dan seorang dengan jaket hitam. Sosok-sosok yang menyerupai... para fullbringer.

"Iya!"

Ganjuu menjawab penuh percaya diri--tampaknya yakin bahwa dirinya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya!

...

Blar!

Tenchuuren mendarat dengan sangat tidak mulus dari atas langit Reioukyuu. Entah siapa pun yang membuatnya, mungkin tak memikirkan keselamatan orang-orang di dalamnya--atau mungkin karena anggota Zerobantai terlalu kuat untuk perlu diperhatikan keselamatannya dari guncangan kecil macam pendaratan Tenchuuren).

"Cepat keluar, Kurosaki Ichigo!"

Tapi Ichigo jelas nampak belum terbiasa.

"Kita sudah sampai!" ujar si botak, "Inilah Reioukyuu!"

Dari balik Tenchuuren, tampaklah langit luas; di sisi-sisinya menjulang tinggi pilar-pilar raksasa, sebuah tangga raksasa menuju sebuah lapangan besar yang melayang, dan sebuah piringan raksasa yang terapung diatasnya. Inilah Reioukyuu--tempat di mana sang Reiou tinggal!

bersambung Bleach chapter 519

Comments
0 Comments