Laman

November 20, 2012

Alur cerita Bleach chapter 517 veri teks 518

Bleach chapter 517
sebelumnya 
sebuah pintu terbuka dari pilar raksasa itu, menampakkan lima sosok taichou yang adalah para Zerobantai. Wajah mereka, masih begitu asing. Bahkan, inilah pertama kali ichigo melihat mereka. Sosok terkuat yang jauh melampaui Gotei 13, para pelindung Reiou, sang Royal Guard.

Bleach chapter 517

The Stairway to Heaven


Akhirnya, para tamu agung itu menapakkan kakinya di tanah Seireite. Entah, berapa lama para penjaga raja ini tidak menghirup udara segar Seireite, seratus tahun, dua ratus tahu
n, atau, mungkin seribu tahun, tiada yang tahu, kecuali mereka sendiri. Sambutan yang tak mewah dari pihak sang shinigami penggaja seireite. Mereka hanya berdiri, menatap para penjaga raja dengan balutan tubuh yang terluka. Tercengang dengan kedatangan yang tak biasa ini.

Namun, ada yang aneh di sini, seharusnya begitu bagi mereka yang belum pernah melihat para penjaga ini. Tak ada yang mengira penampilan kelima penjaga raja ini seperti ini. Aneh, bisalah mereka menyebutkan dengan kata seperti itu. Tingkah mereka, juga tak melambangkan seorang penjaga raja agung penguasa Soul Society. Salah seorang dari mereka membawa sebuah bendera dengan sebuah tulisan yang sama seperti di Haori mereka. Wajah mereka terlihat begitu... konyol. Iya, terlalu konyol untuk mereka yang adalah zerobantai.

Namun, tiadalah kira kekuatan mereka. Tentu lah diatas semua shinigami yang selalu menapakkan kakinya di tanah Seireite. Bahkan, mungkin mereka bisa mengalahkan para taichou yang berada di hadapan mereka sekarang hanya dengan sekali kibas.

Tak ada atmosfir mencekam sejak kedatangan mereka. Para Taichou junior terdiam, menatap hening wajah para Royal Guard yang jauh dari bayangan mereka. Mereka semua sepertinya tak percaya dengan penampilan mereka.

"Yaaaaaaaah!!! Kami datang, kami datang! Zerobantai sudah datang!!" Teriak salah satu anggota Royal Guard yang sedang membawa bendera. " Lama tak bertemu, teman-teman Gotei 13!! Apa kalian makan dan tidur dengan cukup?!"

"................." Shinji terdiam menatap mereka. " Agak berbeda dengan yang kubayangkan..." Ucapnya lirih.

Namun tiba-tiba sebuah tangan besar menampar kepalanya. "Ya ampun!!" Ucap salah seorang anggota yang lain, seorang perempuan dengan tubuh yang besar dan penampilannya yang menor.

"Apa-apaan?!" Teriak Shinji.

"Sudah lama sekali, Shinji!! Hiyori-chan tak bersamamu? Aneh!"

"Sudah lama? Apanya?! Siapa kau?!" Ucap Shinji pelan sambil berpikir. "...Tunggu... ...Hiyori-chan...?"

"Kenapa, kau lupa denganku? Ini aku! Kirio!" Ucap sang anggota Royal Guard penuh percaya diri.

"...Ah!! Kau... Kirio-san?! Kau berubah ba-- Eh bukan, kau berubah sangat jauh!! Kau siapa?!" Tib-tiba begitu banyak pertanyaan yang menjalar di kepala Shinji. Entah dirinya sepertinya sedikit bingung mendengar nama Kirio Hikifune dengan penampilannya yang sekarang. Sepertinya telah banyak berubah sejak pertemuannya dengan Shinji pada ratusan tahun lalu.

"Aduh, Shinji!! Aku begini-begini saja kok! Ahh, aku lapar!" Jawabnya mengelak.

...

"Oh... Lama tak bertemu, Unohana." Sapa anggota yang lain pada Unohana, anggota yang tadi sempat membawa bendera berlambangkan simbol Royal Guard. Royal Guard dengan penampilan bak seorang pendekar pedang dengan rambut yang panjang ke depan ini sepertinya telah mengenal betul salah seorang taichou senior itu. "Apa kabar? Kau menggunakan teknik penyembuhan yang kuajarkan dengan benar?"

"Sudah Sepantasnya" Jawab Unohana pelan, ekpresi wajahnya masih seperti biasa, tak ada yang berubah walaupun berbicara dengan seorang Royal Guard.

"Masa?! Kelihatannya banyak orang yang mati begini! Bagaimana mungkin?!" Ucapnya pedas, hingga membuat mata Unohana terbuka, menatap tajam padanya.

"Ya ampun! Memang benar-benar sudah lama sekali! Kalian pasti mau mengobrol panjang lebar, tapi nanti saja ya!" Timpal seorang angoota Royal Guard yang lain, dengan penampilan seperti biksu, mengganggu pembicaraan Unohana yang sedang memanas.

"Wah, wah~ Anggota Zerobantai tidak berubah sama sekali, Bonze!*" Kali ini Shunsui yang dari tadi terdiam angkat bicara. Ucapannya begitu santai seolah telah lama mengenal mereka. "Jadi? Kenapa kalian datang kali ini?"
*) Bonze = Bisa juga dilafalkan sebagai "Bonzo". Panggilan untuk pendeta Buddha, tapi juga bisa diartikan sebagai boss/ketua.

Sang Bonze, Royal guard dengan kepala tak berambut dan berjanggut panjang menoleh pada Ichigo. "...Kau Kurosaki Ichigo?"

Ucapannya membuat Ichigo tercengang, bahkan membuat keadaan di sana hening sesaat, sebelum sang Bonze melanjutkan pembicaraannya.

" Kali ini, Menuruti perintah Reiou, kami akan membentuk ulang Gotei 13." Ucap Royal Guard yang menggunakan kalung tasbih raksasa itu dengan semangat, memamerkan gigi-gigi putih sembari mengangkat jempol kanannya. "Pertama-tama, Kurosaki Ichigo, kami akan membawamu ke istana."

"JANGAN BERCANDA!!!" Teriak Sui Feng seketika. Membuat semua orang yang berada di sana menoleh ke arahnya.

"Aku tak peduli apa kalian orang penting... Tapi setelah kalian cuma diam saja di atas sana dan menunggu Seireitei hancur. Tiba-tiba kalian datang ke sini dan mau membangun ulang?! Yang benar saja!!" Teriaknya lanjut.

"Abaikan dia!" Ucap Bonze santai. "Jadi yang tadi kubilang..."

"HEI!" Bentak Sui Feng lebih keras. Namun, tiba-tiba seorang anggota Royal Guard yang tadi berada di depannya telah memegang lengannya.

"Kau menyebalkan." Ucap sang Royal Guard dengan nada tajam.

"Kapan dia...?" Wajah kebingungan terlihat jelas di wajah Sui Feng. Bahkan, shinigami yang mempunyai shunko ini tak bisa menyadari pergerakan seorang Royal Guard.

"Harusnya aku yang bilang "jangan bercanda". Memangnya kau siapa? Ha? Gotei 13, 'kan?" Ucap sang Royal Guard yang mempunyai rambut aneh itu lanjut, tangannya masih tak melepaskan genggamannya pada lengan Sui Feng. "Tugas kami melindungi istana raja. Tugas kalianlah melindungi Seireitei. Tahu arti nama "Gotei"? "Pasukan pelindung"...Kalau kalian butuh bantuan kami karena kalian tak bisa melindungi Seireitei. Kalian cuma mencemari nama kami!!"

Sui Feng hanya bisa menggertakkan gigi. Tiba-tiba ada sebuah tangan besar memukul kepala sang Royal Guard yang sedang menggenggam lengannya. Bonze, dia yang melakukan, memukul kepala temannya hingga membuatnya tersungkur ke tanah. "Sudah kubilang nanti saja. Ada yang harus kita kerjakan."

"Tidak perlu." Terdengar suara lembut yang tiba-tiba mencuri perhatian mereka semua. Tak ada yang aneh dengan penampilannya bila dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Hanya saja, perempuan berparas cantik ini mempunyai banyak lengan yang bersumber dari punggungnya. Empat tangannya kali ini membawa sebuah bola besar yang masing-masing berisi para shinigami yang terluka. Rukia, Renji, dan Byakuya. Entah dari mana dia mendapatkannya, tak ada yang tahu, kecuali dirinya.

"Semua nama yang ada dalam daftar sudah ada di sini." Ucapnya pelan sembari memamerkan bola-bola itu pada shinigami yang lain. "Cuma Kurosaki Ichigo yang tersisa."

"Hentikan." Ucap Unohana dingin. "Yang ada dalam tabung itu, Kuchiki Byakuya, Abarai Renji, dan Kuchiki Rukia. Berbahaya bila mereka meninggalkan Seireitei saat ini. Kau tak bisa membawa mereka."

"Hah! Justru karena itu mereka akan kami bawa!" Ucap anggota Royal Guard yang lain menimpal, anggota yang sepertinya kenal betul dengan seorang Unohana Retsu. "Kau pasti paham. Kau tak bisa menyembuhkan mereka dengan kekuatanmu. Dan Kuchiki Byakuya pasti mati kalau dibiarkan di sini!. Kau tak bisa, biar aku yang menyembuhkan. Kau mengerti kan?Retsu. Yang harus kau lakukan sekarang bukan menyembuhkan."

" ...Itu Tensa Zangetsu, 'kan?" Tanya Mayuri sedikit terheran dengan isi salah satu tabung tangan sang perempuan banyak tangan itu. " Kau membobol laboratoriumku? Kau selalu meremehkanku."

"Oh. Mayuri." Jawab perempuan cantik itu pelan. "Kenapa kau bilang begitu? Aku cuma menyentuh pintunya Lalu terbuka sendiri. Tidak lebih. Kuncinya lebih mudah dibuka ketimbang kunci saat terakhir kali aku ke sini."

Mayuri hanya terdiam tak bisa membalas ucapan perempuan sang Garda Perajut itu, Shutara Senshumaru.

"Tu... Tunggu! Kalau kalian membawa mereka untuk disembuhkan, kenapa aku harus ikut?" Ucap ichigo tiba-tiba. " Lukaku tak parah! Aku baik-baik saja di Seireitei! Lagipula ada hal lain yang harus kulakukan..."

"Aku tahu. Ada alasan lain kenapa kami harus membawamu." Ucap Bonze dengan wajah ramah.

"Alasan lain...?"
.
.
.
Tiba-tiba terdengar suara lain yang menganggu mereka. "Haloooooo!!! Ah kebetulan sekali kalian semua ada di sini!"

Sebuah suara yang keluar dari Denreishenki, mungkin. Sebuah suara dari dimensi lain, Hueco Munco. Adakah sesuatu yang lebih penting di sana. Atau, mungkinkan terjadi sesuatu yang membahayakan Urahara di sana? Siapa yang berbicara dengan mereka sekarang. Semua hanya memasang wajah terkejut.

in comot begitu, jadi males yang mau buat *racautengahmalem*

Comments
0 Comments