Laman

Oktober 10, 2012

alur bleach Chapter 511

alur bleach Chapter 511. Die Standing 
Akhirnya, musuh yang sebenarnya menampakkan dirinya. Berdiri tegap di hadapan sang Soutaichou. Tangannya mengayun, berhasil menebas tubuh sang Genryuusai dengan pedang sucinya. Masih terdiam, tak ada diantara mereka yang mengucapkan sesuatu. Kepala sang Genryuusai hanya mengingat sesuatu dalam memorinya, tentang bankainya di masa lalu. "Hei. Ini apa? Yama-jii?Tanya Shunsui kecil saat melihat lukisan aneh yang bergantung di dinding. Lukisan itu itu bergambarkan seseorang yang tubuhnya penuh dengan kobaran api. "Shunsui!!" Sebuah teriakan terdengar bersamaan dengan bunyi geseran pintu di belakangnya. "Beraninya kau masuk ke kamarku lagi!!" "Aduh, sakit!! Maaf, maaf! Aku minta maaf!!" "Maafmu tidak tulus! Kau tak akan kumaafkan!" "Aku tulus!! Maaf aku sudah seenaknya masuk! Aku cuma penasaran itu gambar apa. Aku tak tahu Yama-jii memajang lukisan di kamar. Itu apa? Dewa api atau dewa apa dari mitos?" "Lukisan itu? Itu monster yang datang ke Soul Society ribuan tahun lalu.Monster itu datang ketika Soul Society sedang terpuruk dan membuatnya makin terpuruk. Tapi monster itu tak akan pernah datang lagi." " Bagaimana kalau suatu hari nanti dia bisa datang lagi?" Genryuusai memejamkan matanya, cairan merah mengalis dari mulutnya. Tubuhnya terbelah karena tebasan sang Juha Bach. "Saat itu aku mungkin tak akan kembali." Tubuh kokoh itu akhirnya tumbang. Terbaring, terbelah dengan dua bagian di atas tanah Seireite, diantara reruntuhan gedung karena perang. Di tempat lain, kedua murid sang Genryuusai merasakan sesuatu yang buruk, merasakan reiatsu guru mereka melemah. Ukitake dan Shunsui benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka rasakan. "Yama-jii!!!" "Kau mungkin pemimpin di antara shinigami. Tapi kau terlihat sama menyedihkannya ketika mati, Yamamoto Shigekuni." Juha Bach itu akhirnya angkat bicara. Mata sayunya memandang tubuh yang terbelah di depannya tanpa rasa kasih. Hanya rasa kepuasan yang terpancar dari senyum tipisnya. "Ayo Haschwald." Sang pemimpin Vandenreich itu seolah tak ada perlu lagi berada di tempat seperti ini. Seolah tiada lagi yang dia takutkan. Steinritter berambut pirang itu hanya mengangguk dan berucap "iya", patuh pada pemimpinnya. Kaki sang Juha Bach mulai menapak, meninggalkan sosok tak berdaya di belakangnya. Namun, sebuah cengkraman tangan menahan gerak kakinya. Sang Genryuusai masih bisa bergerak dengan keadaan seperti itu. Seolah hanya sampah, Juha Bach langsung menebas tangan Genryuusai hingga terputus tanpa rasa ampun "Masih mencoba menahanku walaupun sudah mati?" Kaki sang pemimpin itu tak segan menapak di kepala sang Soutaichou yang begitu terhormat itu. "Tolol. Yamamoto Shigekuni, kau benar-benar tolol.Kau mungkin tidak sadar kalau aku tidak menganggapmu sebagai 5 Potensi Khusus dalam Perang.Kenapa kau tidak menyembuhkan lengan kirimu?Kau bisa memerintahkan perempuan itu untuk menyembuhkannya. Kenapa? Aku tahu. Kau tak mau dibantu manusia. Aku tahu bahkan ketika bertarung melawan Aizen kau juga khawatir melibatkan Kurosaki Ichigo, seorang manusia.Bahkan sekarang kau menanggung beban yang diderita bukan hanya Soul Society, tapi juga dunia manusia, sendirian. Melawanku sendirian, tapi kau kalah.Kau jadi lemah, Yamamoto Shigekuni." Mata Juha Bach masih tak lepas dari sesosok shinigami tak berdaya di depannya, dengan begitu hina dirinya terus berucap... "Dulu kau tidak begini. Dulu, 13 Divisi yang kau dirikan yang disebut sebagai "Gotei 13" sebenarnya adalah sekumpulan pembunuh haus darah.Dan persis itulah mengapa Gotei 13 bisa menjadi sangat mengerikan. Kau yang dulu memimpin mereka, Yamamoto Shigekuni, adalah sosok iblis yang memikul pedang. Kau akan menggunakan segala cara untuk menghabisi musuhmu.Bukan cuma manusia, tapi bahkan bawahanmu sendiri, tidak lebih dari seonggok debu bagimu. Tapi setelah memusnahkan kami, para Quincy, semuanya berubah. Setelah dunia jadi damai kau jadi ingin melindungi banyak hal. Dan itu membuatmu jadi orang lemah yang terlalu sibuk dengan omong kosong soal kehormatan dan keadilan. Kau tidak pernah menyadarinya bahkan sampai ajal menjemputmu. Jadi biar kukatakan.Soul Society memang akan segera musnah, tapi Gotei 13 sudah lama mati, sejak 1000 tahun lalu bersama dengan kami." Juha Bach lalu berpaling, membalikkan badannya. Sebuah ledakan besar kembali terdengar, menghapus reiatsu yang Genryuusai yang tak berdaya di belakang pemimpin suci itu. Hitsugaya, Shinji, Komamura dan bahkan Unohana menyadari sesuatu. Mereka tahu apa yang terjadi di medan pertempuran sana, apa yang terjadi dengan Soutaichou mereka. "Semuanya sudah selesai. Bilang pada semua Sternritter, musnahkan Soul Society." Sebuah perintah kembali terucap dari sang Juha Bach. Haschawld segera melakukan perintahnya, menapakkan telapak tangannya ke lantai Seireite, melukiskan sesuatu di Shakonmaku, dan sejumlah pasukan Vandenreich bermunculan dari sana. Siap melaksanakan perintah atasan mereka. "Majulah Soldat.*" *) Soldat (bahasa Jerman) = Serdadu Para shinigami tak mengerti mengapa musuh-musuh mereka kembali berdatangan. Namun, mereka mencoba menguatkan hati mereka sendiri, mereka menyakinkan diri mereka sendiri kalau mereka tak akan kalah. "Ap... Apa itu?!" "Mereka cuma pasukan biasa dari para pemberontak! Jangan takut! Mereka cuma kacangan..." Pertempuran kembali terjadi, namun pihak Shinigami tak bisa menghentikan pasukan Vandenreich begitu saja... "Gah... Uh..." "UWAAAGH" "GYARGH" "SIALAN!!" "Tak akan kubiarkan..." "Ku...kuat..." "Tolong... Seseorang..." Teriakan para shinigami itu terdengar begitu jelas. Mereka gugur, kalah pada pasukan suci yang seolah tak mendengar jeritan hati mereka. Soul Society telah kalah, telah hancur. Kemusnahan telah menunggu mereka di depan mata mereka. " Sudah selesai. Ayo pergi." Ucapan Juha Bach itu terdengar begitu puas. Matanya terlihat berbinar melihat Soul Society yang telah hancur. "Gotei 13 sudah hancur. Kemungkinan, Divisi 0 akan segera datang. Lebih baik mundur dan tunggu sampai mereka siap." Namun, tiba-tiba sebuah ledakan di Shakonmaku terdengar begitu jelas, tepat di belakang sang Juha Bach. Sesaat, tampak wajahnya sedikit memancarkan keterkejutan mendengar ledakan itu. "Apa itu...?"

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.