Laman

Oktober 17, 2012

alur Bleach chapter 512 versi teks 513

Chapter 512. Everything but The Rain
spesial tank for Bleach Indonesia

Foto: Chapter 512. Everything but The Rain [Text Version]
............

Kenyataan pahit harus diterima oleh Soul Society. Gotei 13, pasukan militer yang bertugas menjaga keseimbangan dua dunia itu telah kehilangan seorang yang begitu berarti bagi mereka. Mereka tak lagi mempunyai seorang pemimpin. Iya, Yamamoto Genryuusai telah kalah, telah roboh dikalahkan sang Juha Bach, musuh lama dari masa lalu.

Kepanikan semakin melanda Seireite. Mereka seolah tak dengan apa yang mereka rasakan. Reiatsu pemimpin tertinggi Gotei 13 itu sudah tak bisa lagi terasa. Keadaan semakin bertambah tak terkendali sesaat para pasukan suci itu melakukan penyerangan kembali, dengan pasukan yang lebih banyak dari sebelumnya. Pertumpahan darah kembali tak terelakkan. Kematian kembali tak bisa dihentikan. Sunggun tak sedikit jiwa-jiwa yang telah terenggut di perang kali ini.

...
'Jangan menghilang. Bahkan kekuatan shinigami senior Genryuusai pun tak bisa menghentikan serangan Quincy... tapi tiba-tiba...!
'
Di tempat lain, terpisah dengan medan pertempuran, Akon berjuang dengan sisa tenaganya, melakukan sesuatu yang bisa berarti untuk Soul Society. Tubuhnya terluka parah, penuh dengan tusukan pisau-pisau yang masih menancap di punggungnya. Namun tangannya masih bisa dia gerakkan, jari-jarinya masih bisa bergerak walau tak selincah biasanya.

"Akhirnya." Suaranya terdengar begitu lemah, menahan rasa sakit yang harus dia terima. Namun, masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebelum semuanya terlambat. "Maaf, sebenarnya aku ingin membukanya dari tadi, tapi aku tak bisa."

Sesaat setelah tersenyum puas tubuhnya roboh, menopang pada tombol-tombol yang selalu menjadi pekerjaannya. Sepertinya dirinya telah melakukan sesuatu yang besar. Di belakangnya, berdiri seorang Quincy. Quincy yang bertanggung jawab atas hancurnya tempat ini, atas meninggalnya para shinigami-shinigami cerdas itu.

"Ah, siapa kau?" Suaranya menggema dalam ruangan itu, mulutnya tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Tangannya yang memegang sebuah pisau tak tahan untuk melemparkan pada sosok Akon yang sudah tak berdaya. "Aku Shaz Domino, Sternritter. Kekuatanku adalah..."

....

Di tempat lain, sebuah ledakan terjadi di langit Seireite, seolah memecah shakkonmaku dengan begitu paksa. Juha Bach, pemimpin invasi ini terlihat begitu kaget dengan apa yang terjadi di atasnya. Tak seperti pihak shinigami yang lain, Hirako, Hitsugaya, Matsumoto, Ikakku, Madarame, Oomaeda, Kensei, Mayuri, Hisagi, semuanya tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu. Seorang yang telah mereka tunggu, seorang yang menjadi harapan bagi mereka. 

" Reiatsu-nya menghilang?!" Seorang Steirnritter yang berhasil mengalahkan Renji itu juga tak lepas dari kekagetannya. 

"Apa yang...?!"

Seolah terasa kehadiran sesosok itu telah membawa angin baru bagi Seireite yang sedang menangis. Kuchiki Byakuya, Rokubantai Taichou yang berhasil dikalahkan oleh As Nodt itu masih bernafas, walau tubuhnya sudah bermandikan darah, tubuhnya sudah tak berdaya tertahan oleh tembok di belakangnya. Namun dia masih berucap, dia masih kuat untuk berbicara pada sosok yang ada di depannya. 

"Apakah Rukia dan Renji selamat...?" Suaranya terdengar begitu lemah. 

"Ya." Sebuah jawaban terdengar dari sosok yang berdiri di depannya. "Mereka tak apa-apa. Mereka masih hidup."

".Begitu. Baguslah. Aku tak akan lama, walau menjadi taichou Gotei 13, aku tak bisa mengalahkan lawan yang menyerang Seireitei. Aku membiarkan banyak prajurit mati, menyebabkan penderitaan bawahan dan keluarga mereka... dan akhirnya aku dikalahkan begitu saja. Sungguh... memalukan."

Bibir bekunya dia paksa untuk berucap, untuk berkata sesuatu yang tak pernah dia katakan sebelumnya. Sungguh, keadaan tak berdayanya membuat dirinya lemah, membuat dirinya terlihat begitu lemah, bahkan di hadapan seorang manusia.

"Tapi kau manusia. Kau seharusnya tak terlibat semua ini, bahkan seharusnya kau tak di sini. Tapi aku ingin meminta sesuatu, mohon... maafkan perbuatanku yang hina ini."

Bangsawan itu masih bisa berkata, melanjutkan setiap potongan kalimatnya, seolah dirinya sudah tak bisa melakukan sesuatu lagi untuk Soul Society, bahkan untuk dirinya sendiri. Air matanya menetes, bercampur dengan air hujan yang juga menetes dari langit Soul Society, berduka dengan semua keadaan ini.

" Tolong lindungi Soul Society... Kurosaki Ichigo...!"

Ichigo hanya berdiri dihadapan Byakuya, wajahnya penuh dengan amarah. Dia tak menjawab permintaan Byakuya itu. Namun, semua orang di Soul Society pasti tahu apa yang akan dia katakan bila dirinya dipaksa untuk menjawab.

......

Di tempat lain, Sang Juha Bach masih berdiri di tempatnya, dia sudah tahu pelaku ledakan tadi. Rasa khawatir yang sempat tersirat diwajahnya kini telah hilang. Kakinya mulai melangkah, ingin meninggalkan tanah Soul Society yang telah hancur itu.

"Reiatsu ini..." Ucap sang Steirnritter yang selalu bersamanya.

"Ya. Kurosaki Ichigo." Koreksi Juha Bach. "Ayo. Kita harus pergi."

Kakinya kembali melangkah. Tapi, sesuatu terbang ke arahnya, menancap begitu saja di tanah yang tak jauh dari kakinya berpijak. Sebuah Zanpakutou berwarna hitam, rantai pendek tersambung ke saya-nya. Iya, Zangetsu. 

"Kau..." Ucap Juha Bach sedikit geram.

Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.

__________ Trans : Xaliber [English : Mangapanda]
___________ Deskrip : Angoez.
__ Please dont Repost or edit. You can use `share` icon.
_

Kenyataan pahit harus diterima oleh Soul Society. Gotei 13, pasukan militer yang bertugas menjaga keseimbangan dua dunia itu telah kehilangan seorang yang begitu berarti bagi mereka. Mereka tak lagi mempunyai seorang pemimpin. Iya, Yamamoto Genryuusai telah kalah, telah roboh dikalahkan sang Juha Bach, musuh lama dari masa lalu.


Kepanikan semakin melanda Seireite. Mereka seolah tak dengan apa yang mereka rasakan. Reiatsu pemimpin tertinggi Gotei 13 itu sudah tak bisa lagi terasa. Keadaan semakin bertambah tak terkendali sesaat para pasukan suci itu melakukan penyerangan kembali, dengan pasukan yang lebih banyak dari sebelumnya. Pertumpahan darah kembali tak terelakkan. Kematian kembali tak bisa dihentikan. Sunggun tak sedikit jiwa-jiwa yang telah terenggut di perang kali ini.

...
'Jangan menghilang. Bahkan kekuatan shinigami senior Genryuusai pun tak bisa menghentikan serangan Quincy... tapi tiba-tiba...!
'
Di tempat lain, terpisah dengan medan pertempuran, Akon berjuang dengan sisa tenaganya, melakukan sesuatu yang bisa berarti untuk Soul Society. Tubuhnya terluka parah, penuh dengan tusukan pisau-pisau yang masih menancap di punggungnya. Namun tangannya masih bisa dia gerakkan, jari-jarinya masih bisa bergerak walau tak selincah biasanya.

"Akhirnya." Suaranya terdengar begitu lemah, menahan rasa sakit yang harus dia terima. Namun, masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebelum semuanya terlambat. "Maaf, sebenarnya aku ingin membukanya dari tadi, tapi aku tak bisa."

Sesaat setelah tersenyum puas tubuhnya roboh, menopang pada tombol-tombol yang selalu menjadi pekerjaannya. Sepertinya dirinya telah melakukan sesuatu yang besar. Di belakangnya, berdiri seorang Quincy. Quincy yang bertanggung jawab atas hancurnya tempat ini, atas meninggalnya para shinigami-shinigami cerdas itu.

"Ah, siapa kau?" Suaranya menggema dalam ruangan itu, mulutnya tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Tangannya yang memegang sebuah pisau tak tahan untuk melemparkan pada sosok Akon yang sudah tak berdaya. "Aku Shaz Domino, Sternritter. Kekuatanku adalah..."

....

Di tempat lain, sebuah ledakan terjadi di langit Seireite, seolah memecah shakkonmaku dengan begitu paksa. Juha Bach, pemimpin invasi ini terlihat begitu kaget dengan apa yang terjadi di atasnya. Tak seperti pihak shinigami yang lain, Hirako, Hitsugaya, Matsumoto, Ikakku, Madarame, Oomaeda, Kensei, Mayuri, Hisagi, semuanya tahu siapa yang menyebabkan ledakan itu. Seorang yang telah mereka tunggu, seorang yang menjadi harapan bagi mereka.

" Reiatsu-nya menghilang?!" Seorang Steirnritter yang berhasil mengalahkan Renji itu juga tak lepas dari kekagetannya.

"Apa yang...?!"

Seolah terasa kehadiran sesosok itu telah membawa angin baru bagi Seireite yang sedang menangis. Kuchiki Byakuya, Rokubantai Taichou yang berhasil dikalahkan oleh As Nodt itu masih bernafas, walau tubuhnya sudah bermandikan darah, tubuhnya sudah tak berdaya tertahan oleh tembok di belakangnya. Namun dia masih berucap, dia masih kuat untuk berbicara pada sosok yang ada di depannya.

"Apakah Rukia dan Renji selamat...?" Suaranya terdengar begitu lemah.

"Ya." Sebuah jawaban terdengar dari sosok yang berdiri di depannya. "Mereka tak apa-apa. Mereka masih hidup."

".Begitu. Baguslah. Aku tak akan lama, walau menjadi taichou Gotei 13, aku tak bisa mengalahkan lawan yang menyerang Seireitei. Aku membiarkan banyak prajurit mati, menyebabkan penderitaan bawahan dan keluarga mereka... dan akhirnya aku dikalahkan begitu saja. Sungguh... memalukan."

Bibir bekunya dia paksa untuk berucap, untuk berkata sesuatu yang tak pernah dia katakan sebelumnya. Sungguh, keadaan tak berdayanya membuat dirinya lemah, membuat dirinya terlihat begitu lemah, bahkan di hadapan seorang manusia.

"Tapi kau manusia. Kau seharusnya tak terlibat semua ini, bahkan seharusnya kau tak di sini. Tapi aku ingin meminta sesuatu, mohon... maafkan perbuatanku yang hina ini."

Bangsawan itu masih bisa berkata, melanjutkan setiap potongan kalimatnya, seolah dirinya sudah tak bisa melakukan sesuatu lagi untuk Soul Society, bahkan untuk dirinya sendiri. Air matanya menetes, bercampur dengan air hujan yang juga menetes dari langit Soul Society, berduka dengan semua keadaan ini.

" Tolong lindungi Soul Society... Kurosaki Ichigo...!"

Ichigo hanya berdiri dihadapan Byakuya, wajahnya penuh dengan amarah. Dia tak menjawab permintaan Byakuya itu. Namun, semua orang di Soul Society pasti tahu apa yang akan dia katakan bila dirinya dipaksa untuk menjawab.

......

Di tempat lain, Sang Juha Bach masih berdiri di tempatnya, dia sudah tahu pelaku ledakan tadi. Rasa khawatir yang sempat tersirat diwajahnya kini telah hilang. Kakinya mulai melangkah, ingin meninggalkan tanah Soul Society yang telah hancur itu.

"Reiatsu ini..." Ucap sang Steirnritter yang selalu bersamanya.

"Ya. Kurosaki Ichigo." Koreksi Juha Bach. "Ayo. Kita harus pergi."

Kakinya kembali melangkah. Tapi, sesuatu terbang ke arahnya, menancap begitu saja di tanah yang tak jauh dari kakinya berpijak. Sebuah Zanpakutou berwarna hitam, rantai pendek tersambung ke saya-nya. Iya, Zangetsu.

"Kau..." Ucap Juha Bach sedikit geram.

Sosok shinigami yang baru tiba itu kini berada di hadapan Juha Bach, mencoba menghalangi langkah musuh yang telah mengalahkan Genryuusai. Kurosaki Ichigo, kini dia berdiri tegap, tanpa rasa takut di hadapan Juha Bach dan Haschwald.
chapter 513

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.