Laman

November 05, 2011

jaringan epitel

Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang sering mempunyai sifat-sifat morfologik dan fungsi yang sama. Meskipun sangat kompleks, tubuh manusia hanya terdiri dari 4 jenis utama jaringan : epitel, penyambung, otot dan syaraf. Jaringan ini tidak terdapat sebagai satuan-satuan tersendiri tetapi saling berhubungan satu sama lain dan dalam perbandingan yang berbeda-beda, membentuk berbagai organ dan sistem tubuh.
Pokok bahasan dalam bab ini adalah jaringan epithelium. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel polihedral yang berkumpul dengan erat dan zat intersel sangat sedikit. Pelekatan diantara sel-sel ini kuat. Sehingga berbentuk lapisan sel yang menutupi permukaan tubuh dan melapisi rongga-rongganya.
Dalam hal ini akan dibahas sel-sel penyusun jaringan epithelium, macam-macam jaringan epithelium dan derivat dari jaringan epithelium.
Tujuan Kompetensi Khusus
Mahasiswa mampu mendefinisikan dan menerangkan sel-sel penyusun jaringan epithelium, macam-macam epithelium dan derivat jaringan epithelium.
2.1. Fungsi Utama Dan Sifat-sifat Umum Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan lapisan sel-sel yang sangat rapat susunannya, membatasi rongga-rongga di dalam tubuh atau menutup permukaan tubuh. Jaringan epitel selalu bertumpu pada membran basal pada permukaan yang bebas berbatasan dengan udara atau cairan. Membran basal merupakan substansi dasar yang amorf dan serabut-serabut retikuler yang berkondensasi dari jaringan ikat.
Jaringan epitel dan derivatnya mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :
a. alat proteksi, baik terhadap pengaruh mekanis, fisis, maupun kimia (misal : kulit)
b. organ ekstero-reseptor, mampu menerima rangsangan dari luar seperti sel-sel neuroepithel pada puting pengecap
c. organ ekskresi, untuk membuang sisa-sisa hasil metabolisme
d. osmoregulator (pengatur tekanan osmosis cairan tubuh) dengan cara pembuangan garam-garam melalui permukaan kulit
e. thermoregulator, mengatur suhu tubuh dengan cara penguapan melalui permukaan kulit
f. membantu proses respirasi, yang banyak dilakukan oleh hewan-hewan yangn hidup di air
g. alat gerak, misalnya sayap pada kelelawar dan selaput renang pada katak sawah
h. alat nutrisi, dengan membentuk kelenjar susu pada mamalia
i. melakukan proses absorbsi, pengambilan sari-sari makanan pada dinding usus.
Sifat-sifat Umum Jaringan Epitel
Meskipun jaringan epitel mempunyai morfologi yang berbeda tergantung pada fungsi dan letaknya di dalam tubuh, kesemuanya mempunyai beberapa sifat dasar yang umum :
a. bentuk sel bervariasi, berkisar dari sel kolumner tinggi sampai sel skuamosa pendek
b. adanya suatu laminer basalis. Struktur ekstrasel serupa lembaran kontinyu pada permukaan basal. Meskipun ketebalan lamina basalis bervariasi (50 – 80 чm) tetapi bukan sebagai barrier terhadap difusi zat karena jaringan epitel bersifat avaskuler, sehingga lamina basalis bersifat permeabilitas terhadap zat-zat
c. ikatan antar sel sangat kuat.
2.2. Sel-sel Penyusun Jaringan Epitel
Jenis-jenis sel utama penyusun jaringan epitel adalah :
a. sel yang mentranspor ion, misalnya sel kolumner atau kuboid pada tubulus proksimal dan distal ginjal
b. sel-sel yang menghasilkan messenger kimia, misalnya sel neurokrin, sel parakrin, sel endokrin
c. sel yang mensintesis protein, misalnya sel fibroblas, sel plasma dan sel afinus pankreas
d. sel sel glikoprotein, misalnya sel goblet usus yang ditandai dengan adanya granula sekresi yang besar
2.3. Macam-macam Jaringan Epitel
Biasanya jaringan epitel dibedakan menurut :
- bentuk sel yang membangunnya, dan
- jumlah lapisan sel yang menyusunnya
Atas dasar kedua hal tersebut di atas, kita mengenal :
A. Jaringan epitel selapis, dan
B. Jaringan epitel berlapis banyak
A. Jaringan Epitel Selapis
Dibangun oleh selapis sel-sel, jaringan semacam ini dapat dijumpai pada tempat-tempat yang tidak banyak mengalami kerusakan (mekanis), biasanya berperan dalam absorbsi dan filtrasi.
1. Epitel Selapis Pipih,
Contohnya terdapat pada dinding pembuluh darah dan pembuluh lympha disebut endotelium. Epitel yang membatasi rongga abdominal = mesotelium, yang membatasi rongga jantung = perikardium, yang membatasi rongga paru-paru = pleuroteneum.
2. Epitel Selapis Kubus,
Contohnya terdapat pada folikel-folikel kelenjar tiroid dan pelepasan di dalam ginjal, yaitu tubulus kontortikus distal dan tubulus kontortikus proksimal.
3. Epitel Selapis Silindris
Contohnya pada dinding usus, saluran telur atau oviduct, serta pada saluran pelepasan di beberapa macam kelenjar.
4. Epitel Berlapis Banyak Palsu
Disebut demikian karena pada penampang tegak lurus epitel ini tampak seperti epitel berlapis banyak. Hal ini disebabkan letak inti dari sel-sel yang membangunnya tidak terletak sejajar (tidak sama ketinggiannya). Epitel ini dibangun oleh tiga macam sel yaitu :
- sel basal, berbentuk kubus dengan inti yang bulat serta ketinggian yang paling bawah
- sel silindris bersilia, berbentuk silindris dengan permukaan yang bersilia, serta inti berbentuk lonjong (oval)
- sel goblet (sel lendir / sel mukus), berbentuk kerucut dengan inti yang tampak meruncing pada bagian bawahnya, pada sitoplasmanya biasanya terdapat mukus (lendir)
B. Jaringan Epitel Berlapis Banyak
Jaringan epitel berlapis banyak terdapat pada tempat-tempat yang banyak mengalami kerusakan mekanis dan umumnya tidak mempunyai fungsi absorbsi atau filtrasi, tetapi berfungsi sebagai proteksi.
1. Epitel Berlapis Banyak Pipih,
Misalnya pada kulit, rongga mulut dan vagina. Di dalam lapisan yang berbentuk pipih terdapat sel-sel yang berbentuk polyhedral dan sel-sel paling bawah disebut lapisan sel-sel basal, biasanya berbentuk kubus yang tertumpu pada membran basal.
2. Epitel Berlapis Banyak Silindris,
Misalnya pada bagian kavernosum dari uretra, faring, epiglotis serta pada saluran pelepasan yang besar dari bermacam-macam kelenjar. Pada permukaan yang bebas sel-selnya berbentuk silindris yang agak gemuk, sedangkan sel-sel basalnya berbentuk kubus.
3. Epitel Transisional,
Merupakan epitel yang dapat berubah bentuk. Misalnya pada ureter dan kantung air seni. Bila bagian-bagian ini kosong dan tidak ada tekanan cairan, maka sel-selnya membentuk epitel berlapis banyak kubus. Tetapi bila penuh dengan cairan, maka berubah menjadi epitel berlapis banyak pipih (Gambar 2.1).

Gambar 2.1 : Macam-macam epithel dan lokasinya pada tubuh manusia
2.4. Derivat Jaringan Epitel
Jaringan epitel kelenjar adalah jaringan yang dibentuk oleh sel-sel yang terkhususkan dalam menghasilkan suatu sekresi cair yang komposisinya berbeda dengan komposisi darah atau cairan intersel. Proses ini biasanya disertai dengan sintesa makromolekul intrasel. Senyawa-senyawa ini biasanya disimpan di dalam sel tersebut dalam bentuk butir-butir kecil yang disebut granula sekresi.
Sekresi makromolekul ini bervariasi, berupa protein (misal : pankreas), lipid (misal : kelenjar adrenal dan sebasea), atau kompleks karbohidrat dan protein (misal : kelenjar ludah). Di dalam kelenjar payudara disekresikan ketiga zat tersebut (protein, lipid dan karbohidrat).
Berdasarkan cara menyalurkan hasil sekresinya dapat dibagi :
a. Kelenjar eksokrin, mempunyai saluran pelepasan untuk menyalurkan sekretnya. Contoh : kelenjar parotid, saluran pelepasannya disebut ductus stennonianus.
b. Kelenjar endokrin, tidak mempunyai saluran pelepasan, sekretnya disalurkan ke dalam pembuluh darah / pembuluh limfe dan dibawa ke seluruh tubuh. Hasil sekretnya berupa hormon.
c. Kelenjar campuran, dibangun oleh kedua macam kelenjar di atas. Contohnya kelenjar pankreas sebagai kelenjar eksokrin yang menggetahkan enzim (lipase, amilase dan tripsinogen), sebagai kelenjar endokrin menggetahkan hormon insulin.
Berdasarkan cara sekresinya dibedakan menjadi :
a. Kelenjar merokrin, sekret dikeluarkan dari permukaan sel dengan bebas tanpa merusak sel itu sendiri. Misalnya kelenjar ludah parotid, sublingualis dan submandibularis.
b. Kelenjar apokrin, sekret dikeluarkan dari permukaan sel dengan bebas dan merusak sel itu sendiri. Misalnya pada ketiak, anus dan kelenjar susu.
c. Kelenjar holokrin, sel berisi sekret dilepaskan dari permukaan sel dan diganti oleh sel-sel cadangan. Misalnya sel lemak (Gambar 2.2).

Gambar 2.2 : Tipe-tipe kelenjar berdasarkan cara sekresinya
A. Kelenjar merokrin; B. Kelenjar apokrin; C. Kelenjar holokrin
Berdasarkan sifat dari getah yang dihasilkan terdiri atas :
a. Kelenjar non-seluler, kelenjar tersebut menghasilkan getah yang tidak berupa sel seperti enzim dan hormon.
b. Kelenjar seluler, hasil sekretnya berupa sel-sel, seperti kelenjar lemak yang mensekret sel lemak, ovarium menghasilkan telur dan testis menghasilkan spermatozoa.
Berdasarkan banyaknya sel-sel epitel yang menyusunnya dibedakan menjadi :
a. Kelenjar uniseluler, dibangun oleh satu sel. Misalnya sel goblet / mukus pada mamalia.
b. Kelenjar multiseluler, sel-sel melekat pada membran basal membelah diri dengan cepat dan membentuk kelompok-kelompok sel untuk melakukan diferensiasi.
Macam-macamnya antara lain :
- Kelenjar tubuler,
misalnya kelenjar Crypt of Lieberkuhn pada usus halus.
- Kelenjar tubuler bergelung,
misalnya kelenjar keringat.
- Kelenjar alveolar / acinus
pada Amphibia misalnya kelenjar lendir.
- Kelenjar meibom
misalnya kelenjar minyak pada kelopak mata.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar disini, dan gunakan bahasa yang baik dan benar, dan juga saya beritahukan blog ini DOFOLLOW.